WA: 0812 8595 8481
View : 192 kali.
Materi Kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM04.05 Sikap Terhadap Kebijakan Harga Koperasi
# bedakan harga untuk anggota dengan harga untuk non-anggota
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang akan ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non-anggota. Hal inilah yang membedakan kebijakan harga dikoperasi dengan perusahaan non koperasi.
Segmen pasar dalam koperasj terbagi dua, yaitu anggota dan non-anggota, sedangkan perusahaan non-koperasi adalah masyarakat umum yang tidak punya kaitan kepemilikan dengan perusahaan tersebut. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peran koperasi dalam pasar yang bersaing. Dalam hal ini seharusnya pelayanan yang diberikan kepada anggota harus berbeda dengan pelayanan kepada non-anggota baik dalam segi harga maupun fasilitas-fasilitas lain.
Sekarang bagaimana jika harga yang diberlakukan sama bagi anggota dan bukan anggota?
Segmen pasar dalam koperasj terbagi dua, yaitu anggota dan non-anggota, sedangkan perusahaan non-koperasi adalah masyarakat umum yang tidak punya kaitan kepemilikan dengan perusahaan tersebut. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peran koperasi dalam pasar yang bersaing. Dalam hal ini seharusnya pelayanan yang diberikan kepada anggota harus berbeda dengan pelayanan kepada non-anggota baik dalam segi harga maupun fasilitas-fasilitas lain.
Sekarang bagaimana jika harga yang diberlakukan sama bagi anggota dan bukan anggota?
Tentu saja jika harga yang diberlakukan sama, anggota harus memperoleh SHU yang lebih besar sebab anggota tidak memperoleh keuntungan langsung dari harga pelayanan, namun kondisi ini kurang disukai oleh anggota koperasi-koperasi yang terintegrasi dengan anggota yang jumlahnya banyak. Alasannya adalah kontrol terhadap jumlah anggota yang banyak akan lebih susah sistem administrasi yang lebih rumit, dan taksiran jasa anggota yang relatif sulit, sehingga jumlah SHU yang diperoleh kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Berbeda dengan sistem pelayanan yang memperoleh keuntungan langsung atas pembelian produk, kasulitan-kesulitan itu akan mudah direduksi. Di samping itu anggota dapat menjual kembali produk yang dibeli dari koperasi kepada masyarakat dengan tingkat harga pasar yang berlaku.
Berdasarkan alasan tersebut, kiranya kurang tepat bila kebijakan harga yang sama bagi anggota dan nonanggota. Sudah seharusnya koperasi menetapkan harga jual kepada anggota yang lebih rendah dibanding dengan harga kepada non-anggota.
Berdasarkan alasan tersebut, kiranya kurang tepat bila kebijakan harga yang sama bagi anggota dan nonanggota. Sudah seharusnya koperasi menetapkan harga jual kepada anggota yang lebih rendah dibanding dengan harga kepada non-anggota.
Dengan cara seperti ini disamping anggota di tingkat bawah atau pada koperasi primer disamping dapat memperlancar pemasaran bahan /produk yang dihasilkan, juga memperoleh keuntungan langsung dari hasil pembelian produk koperasi di tingkat yang lebih tinggi.
Hal inilah yang sebenarnya diharapkan oleh anggota koperasi, karena dengan cara inilah tingkat kesejahteraan anggota pada tingkat koperasi paling bawah (koperasi primer) dapat ditingkatkan.
Sumber:
Kusnadi, Hendar, Ekonomi Koperasi , Jakarta: Lemabaga Penerbit FE-UI, 1999
Sumber:
Kusnadi, Hendar, Ekonomi Koperasi , Jakarta: Lemabaga Penerbit FE-UI, 1999
NEXT:
04.06 Mahasiswa menjelaskan keberadaan koperasi dalam sistem pasar
PREV:
04.04 Sasaran Integrasi Vertikal Melalui Koperasi