WA: 0812 8595 8481
View : 185 kali.
Materi Kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM07.01 Pengertian Monopoli
#
Apa itu Monopoli?
Monopoli adalah keadaan dimana suatu bisnis dikuasai oleh satu perusahaan atau pasar dan tidak memiliki pesaing. Biasanya, produk atau jasa dari perusahaan monopoli adalah salah satu kebutuhan yang banyak dibutuhkan masyarakat.
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, monopoli adalah penguasaan atas produksi dan/ pemasaran barang dan/ atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha.
Dengan begitu, dapat dikatakan perusahaan monopoli bisa memperoleh keuntungan maksimal sekaligus memungkinkan mereka untuk menjadi pengendali pasar dan pengendali harga.
Penyebab Terjadinya Monopoli
Setidaknya, ada tiga alasan yang menjadi penyebab utama terjadinya pasar monopoli. Penyebab tersebut antara lain sebagai berikut.
1) Monopoly by nature
Penyebab pertama terjadinya monopoli adalah secara alamiah atau monopoly by nature, seperti ketika perusahaan tersebut berlokasi dekat dengan sumber daya yang digunakan. Letak geografis atau iklim dari lokasi juga dapat mendukung perusahaan tersebut untuk menjadi perusahaan satu-satunya penyedia produk atau jasanya.
Monopoli adalah keadaan dimana suatu bisnis dikuasai oleh satu perusahaan atau pasar dan tidak memiliki pesaing. Biasanya, produk atau jasa dari perusahaan monopoli adalah salah satu kebutuhan yang banyak dibutuhkan masyarakat.
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, monopoli adalah penguasaan atas produksi dan/ pemasaran barang dan/ atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha.
Dengan begitu, dapat dikatakan perusahaan monopoli bisa memperoleh keuntungan maksimal sekaligus memungkinkan mereka untuk menjadi pengendali pasar dan pengendali harga.
Penyebab Terjadinya Monopoli
Setidaknya, ada tiga alasan yang menjadi penyebab utama terjadinya pasar monopoli. Penyebab tersebut antara lain sebagai berikut.
1) Monopoly by nature
Penyebab pertama terjadinya monopoli adalah secara alamiah atau monopoly by nature, seperti ketika perusahaan tersebut berlokasi dekat dengan sumber daya yang digunakan. Letak geografis atau iklim dari lokasi juga dapat mendukung perusahaan tersebut untuk menjadi perusahaan satu-satunya penyedia produk atau jasanya.
Contoh perusahaan dari hasil monopoli alamiah adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
2) Monopoly by law
Sesuai namanya, monopoly by law adalah terjadinya monopoli karena adanya aturan atau undang-undang yang berlaku. Hal ini ditujukan untuk membuat produk atau jasa berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, dan harga bisa dikendalikan oleh pemerintah.
Sesuai namanya, monopoly by law adalah terjadinya monopoli karena adanya aturan atau undang-undang yang berlaku. Hal ini ditujukan untuk membuat produk atau jasa berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, dan harga bisa dikendalikan oleh pemerintah.
Contoh: PT. Pertamina Persero
3) Monopoly by licence
Penyebab terakhir terjadinya monopoli adalah monopoly by license yaitu dikarenakan perusahaan terkait memiliki hak paten atas kekayaan intelektual yang dimiliki, misalnya perusahaan Microsoft.
Penyebab terakhir terjadinya monopoli adalah monopoly by license yaitu dikarenakan perusahaan terkait memiliki hak paten atas kekayaan intelektual yang dimiliki, misalnya perusahaan Microsoft.
Contoh: Microsoft office
Ciri-Ciri Monopoli
Dari pengertian apa itu monopoli, tentunya Anda sudah bisa memahami dengan baik tentang karakteristiknya secara umum. Nah, untuk lebih dapat mengidentifikasi pasar atau perusahaan monopoli, ada beberapa ciri yang harus dipenuhi agar benar-benar bisa dikatakan monopoli.
Lebih jelasnya, ciri-ciri monopoli adalah sebagai berikut:
Hanya ada satu perusahaan atau pemasok
Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa ciri monopoli adalah hanya ada satu perusahaan atau pemasok. Artinya, sumber daya untuk membuat produk atau jasa sepenuhnya dikuasai perusahaan tersebut.
Tidak ada barang substitusi atau pengganti
Karena tidak ada pemasok lainnya, maka para konsumen juga tidak mempunyai alternatif lain seperti barang substitusi atau pengganti.
Price maker
Seperti penjelasan sebelumnya, para perusahaan monopoli bisa mendapat keuntungan besar dari hasil kewenangan mereka menentukan sendiri harga produk, sehingga disebut juga sebagai price maker.
Calon pendatang baru kesulitan untuk memasuki pasar
Ciri terakhir dari pasar monopoli adalah para pendatang baru akan menemui banyak hambatan ketika ingin memasuki pasar tersebut. Hal ini dikarenakan ketiga ciri sebelumnya, yaitu perusahaan dapat menentukan harganya sendiri dan konsumen sudah terbiasa untuk tidak punya pilihan kecuali membeli produk atau jasa di perusahaan tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopoli
Setelah mengetahui ciri-cirinya, pasti terlintas di pikiran Anda betapa merugikannya pasar monopoli, betul tidak? Lebih jelasnya, beberapa kekurangan monopoli adalah:
1) Merugikan konsumen
Seperti penjelasan tadi, konsumen tidak memiliki alternatif produk lain selain produk atau jasa dari perusahaan monopoli.
Hal ini mengakibatkan konsumen mau tidak mau membeli produk maupun jasa tersebut meski harga yang dipasang seringkali dinaikkan atau cenderung tidak masuk akal. Sehingga, perusahaan juga tidak takut kehilangan mereka dan bisa saja memberi layanan kurang optimal.
2) Memicu munculnya pasar gelap
Kekurangan lain dari pasar monopoli adalah memicu munculnya pasar gelap, dimana pasar tersebut menjual produk serupa namun secara ilegal. Pasar gelap memungkinkan pembeli mendapatkan produk dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasar monopoli.
3) Perlu biaya besar
Kekurangan terakhir dari monopoli adalah perusahaan harus memiliki biaya besar untuk terus memonopoli pasar dengan menggunakan berbagai teknologi terbaru.
Namun, di samping kerugian yang disebutkan tadi, pasar monopoli ternyata juga memberi keuntungan tersendiri terutama pada para pelakunya, antara lain:
Tingkat kompetisi rendah.
Tidak takut kehilangan konsumen.
Peningkatan inovasi dan kreativitas agar konsumen tetap puas dan loyal.
Karena tidak ada pesaing, perusahaan monopoli dapat menjalankan operasionalnya secara lebih efisien, dan mereka juga leluasa dalam mengembangkan ide serta inovasi yang dibutuhkan tanpa ada gangguan dari kompetitor.
4) Monopoli di Indonesia
Dikarenakan beberapa kerugian yang disebabkan kegiatan monopoli diatas, tentunya harus ada kebijakan khusus agar praktik pasar monopoli tidak dijalankan semena-mena.
Di Indonesia sendiri, lembaga yang berwenang untuk mengawasi praktek monopoli adalah KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha), dimana tugasnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang terwujudnya ekonomi nasional yang efisien dan mensejahterakan rakyat.
Contoh Pasar Monopoli
Di Indonesia, beberapa contoh perusahaan monopoli adalah PLN, Pertamina, dan PDAM yang mana ketiga perusahaan tersebut dijadikan sebagai pemasok utama listrik, bahan bakar, dan air bersih untuk kebutuhan masyarakat.
Sedangkan di luar negeri, contoh perusahaan monopoli di antaranya ada Google, Microsoft, hingga Facebook. Beberapa di antara mereka mempunyai pesaing, namun belum sepadan dengan kekuatan dan kebesaran perusahaan-perusahaan tersebut.
Itulah ulasan mengenai apa itu pasar monopoli dan informasi lengkap seputarnya. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa pasar monopoli adalah pasar yang telah didominasi dan sulit dimasuki para pebisnis baru.
NEXT:
07.02 Pesaing Potensial dari Koperasi
PREV:
06.03 Mahasiswa menjelaskan teori Koperasi dalam Ekonomi Mikro dan Sistem Pasar