Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 1097 kali.

Bagikan:
Materi Kuliah Filsafat Dan Pengetahuan Modern

04.01 Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dalam Islam
# Dimulai setelah masa yang dikenal sebagai dark ages, melakukan penterjemahan besar-besaran terhadap karya-karya filosof Yunani

Gairah  intelektualitas  di  dunia  Islam  ini  berkembang  pada  saat Eropa dan Barat mengalami titik kegelapan, Sebagaimana dikatakan  oleh  Josep  Schumpeter  dalam  buku  magnum  opus-nya yang menyatakan adanya great gap dalam sejarah pemikiran ekonomi selama 500 tahun, yaitu masa yang dikenal sebagai masa kegelapan atau dark ages.

Pada saat itulah di Timur terutama di wilayah kekuasaan Islam  terjadi  perkembangan  ilmu  pengetahuan  yang  pesat.  Di saat  Eropa  pada  zaman  Pertengahan  lebih  berkutat  pada  isu-isu keagamaan, maka peradaban dunia Islam melakukan penterjemahan besar-besaran  terhadap  karya-karya  filosof Yunani,  dan  berbagai temuan di lapangan ilmiah lainnya

Menurut Harun Nasution, keilmuan berkembang pada zaman Islam klasik (650-1250 M). Keilmuan ini dipengaruhi oleh persepsi  tentang  bagaimana  tingginya  kedudukan  akal  seperti yang  terdapat  dalam  al-Qur"an  dan  hadis.  Persepsi  ini  bertemu dengan persepsi yang sama dari Yunani melalui filsafat dan sains Yunani yang berada di kota-kota pusat peradaban Yunani di Dunia Islam  Zaman  Klasik,  seperti  Alexandria  (Mesir),  Jundisyapur (Irak),  Antakia (Syiria), dan Bactra (Persia). Sedangkan W. Montgomery  Watt  menambahkan  lebih  rinci  bahwa  ketika  Irak, Syiria,  dan  Mesir  diduduki  oleh  orang Arab  pada  abad  ketujuh, ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani dikembangkan di berbagai pusat  belajar.  Terdapat  sebuah  sekolah  terkenal  di  Alexandria, Mesir,  tetapi  kemudian  dipindahkan  pertama  kali  ke  Syiria,  dan kemudian pada sekitar tahun 900 M ke Baghdad.

Sekitar abad ke 6-7 Masehi obor kemajuan ilmu pengetahuan berada di pangkuan perdaban Islam. Dalam lapangan kedokteran  muncul  nama-nama  terkenal  seperti:  Al-Haawi  karya al-Razi (850-923)  merupakan sebuah ensiklopedi mengenai seluruh perkembangan ilmu kedokteran sampai masanya.22 Rhazas mengarang  suatu  Encyclopedia  ilmu  kedokteran  dengan  judul Continens, Ibnu Sina (980-1037) menulis buku-buku kedokteran (al-Qonun) yang menjadi standar dalam ilmu kedokteran di Eropa. Al-Khawarizmi (Algorismus atau Alghoarismus) menyusun buku Aljabar pada tahun 825 M, yang menjadi buku standar beberapa abad  di  Eropa.  Ia  juga  menulis  perhitungan  biasa  (Arithmetics), yang  menjadi  pembuka  jalan  penggunaan  cara  desimal  di  Eropa untuk  menggantikan  tulisan  Romawi.  Ibnu  Rushd  (1126-1198) seorang  filsuf  yang  menterjemahkan  dan  mengomentari  karya-karya  Aristoteles.  Al  Idris  (1100-1166)  telah  membuat  70  peta dari daerah yang dikenal pada masa itu untuk disampaikan kepada Raja Boger II dari kerajaan Sicilia.

Dalam  bidang  kimia  ada  Jābir  ibn  Haayyan  (Geber)  dan al-Biruni  (362-442  H/973-1050  M).  Sebagian  karya  Jābir  ibn Hayyān  memaparkan  metode-metode  pengolahan  berbagai  zat kimia maupun metode pemurniannya. Sebagian besar kata untuk menunjukkan zat dan bejana-bejana kimia yang belakangan menjadi  bahasa  orang-orang  Eropa  berasal  dari  karya-karyanya. Sementara itu, al-Biruni mengukur sendiri gaya berat khusus dari beberapa zat yang mencapai ketepatan tinggi.

Selain disiplin-disiplin ilmu di atas, sebagian umat Islam juga menekuni logika dan filsafat. Sebut saja al-Kindi, al-Farabi (w. 950 M), Ibn Sina atau Avicenna (w. 1037 M), al-Ghazali (w. 1111 M), Ibn Bājah atau Avempace (w. 1138 M), Ibn Tufayl atau Abubacer (w. 1185 M), dan Ibn Rushd atau Averroes (w. 1198 M). Menurut  Felix  Klein-Franke,  al-Kindi  berjasa  membuat  filsafat dan  ilmu  Yunani  dapat  diakses  dan  membangun  fondasi  filsafat dalam  Islam  dari  sumber-sumber  yang  jarang  dan  sulit,  yang sebagian  di  antaranya  kemudian  diteruskan  dan  dikembangkan oleh  al-Farabi.  Al-Kindi sangat  ingin  memperkenalkan  filsafat dan  sains  Yunani  kepada  sesama  pemakai  bahasa  Arab,  seperti yang  sering  dia  tandaskan,  dan  menentang  para  teolog  ortodoks yang menolak pengetahuan asing.


----------------------------------------------------
Zaman kegelapan merupakan sebuah zaman antara runtuhnya Kekaisaran Romawi dan Renaisans atau munculnya kembali peradaban lama pada abad 5-10 (400-900M). Di saat Zaman Kegelapan, segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak diambil berdasarkan demokrasi di parlemen seperti ketika zaman Kekaisaran Romawi. Keputusan tersebut diambil oleh majelis dewan Gereja. Tidak setiap individu berhak berpendapat karena pada zaman itu yang berhak mengeluarkan pendapat-keputusan adalah para ahli agama Katolik.