WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 673 kali.
Materi Kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM
01.03 ARTI PENTING EKONOMI KOPERASI
#
01.03 ARTI PENTING EKONOMI KOPERASI
#
Berbicara tentang ekonomi koperasi tidak terlepas dari konsep ekonomi dan koperasi . Ekonomi secara umum di artikan sebagai usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup , sedang koperasi adalah organisasi ekonomi dimana anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.
Konsepsi manusia dalam artian ekonomi bisa berarti manusia sebagai produsen , sebagai konsumen dan sebagai pedagang . Ketiga jenis manusia tersebut mempunyai tujuan yang sama yakni menggunakan sumber yaang terbatas untuk mencapai kepuasan yng maksimal . Dalam hal ini manusia di anggap sebagai makhluk yang rasional dalam mengambil keputusan . Sebagai produsen yang rasional , manusia akan menciptakan produksi yang optimal artinya berusaha mengombinasikan faktor produksi yang menghasilkan output tertentu yang dapat mencapai keuntungan yang maksimal . Keuntungan maksimal merupakan indikator dalam mengukur kepuasan seorang produsen . Bila manusia manusia bertindak sebagai konsumen yang rasional , ia akan mengalokasikan pendapatan yang terbatas dalam memenuhi kebutuhan tertentu hingga diperoleh kepuasan maksimal . Kemudian bila manusia pedagang yang rasional , ia dapat menginvestasikan dananya kedalam barang-barang dagangan dan menjual barang-barang tersebut hingga diperoleh keuntungan maksimal.
Asumsi manusia rasional merupakan dasar dari pemikiran ekonomi , sehingga setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia yang rasional akan berprinsip pada "Prinsip Ekonomi" , yaitu menggunakan sumber yang terbatas untuk mencapai hasil maksimal.
Prinsip ekonomi memberikan arah bagi manusia yang rasional tentang cara memilih beragai alternatif yang dapat memuaskan kebutuhan hidup . Pilihan ini dimungkinkan karena setiap kebutuhan tertentu dapat dipenuhi oleh berbagai alat pemuas kebutuhan . Batasan yang paling pas dalam memilih alat pemuas kebutuhan tadiadalah anggaran yang dimiliki orang itu , artinya dengan anggaran tertentu seseorang hanya akan dapat memilih alat pemuas tadi , dan diusahakan di capai kepuasan maksimal atas penggunaan barang yang dipilih.
Bila koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan produk kepada anggotanya dibanding dengan nonkoperasi maka dengan sendirinya anggota akan bertransaksi dengan koperasi. Demikian halnya , jika koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan alternatif investasi kepadai investor, maka investor akan menanamkan dananya kedalam koperasi. Dengan demikian , anggota masyarakat dapat dianggap sebagai konsumen potensiaal atau investor potensial yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh unit-unit usaha dalam rangka hubungan bisnis.
Ekonomi menyoroti pola pengambilan keputusan anggota untuk tetap berada dalam koperasi atau keluar dari koperasi atau anggota potensial untuk memasuki koperasi atau berada diluar koperasi . Anggapan dasar yang digunakan adalah bahwa anggota akan tetap berada dalam koperasi atau keluar dari koperasi , atau anggota potensial masuk menjadi anggota koperasi bila mereka menganggap secara subyektif koperasi memberikan manfaat (nilai) yang lebih besar daripada organisasi ekonomi lainnya . Manfaat lebih ini pula yang memberikan dorongan anggota untuk berpartisipasi aktif dalam koperasi baik partisipasi kontributif maupun insentif. Anggaran yang mendasari pemilihan alternatif ini adalah manusia rasional , artinya setiap alternatif yang dipilih adalah alterntif terbaik sesuai prinsip ekonomi.
Pola pikir ini perlu untuk membedakan antara ekonomi koperasi dengan manajemen koperasi yang lebih memfokuskan pada upaya pengelolaan keorganisasian, keuangan, keanggotaan dan personalia, pemasaran, administrasi dan akuntansi, serta produksi dan distribusi.
Ekonomi koperasi memberikan gambaran pada pihak manajemen koperasi bagaimana cara yang terbaik dalam mengambil keputusan penting tentang pelayanan kepada anggota sehingga koperasi dapat terus berkembang melalui peningkatan partisipasi anggota. Ekonomi koperasi juga memberikan petunjuk tentang variabel-variabel kritis yang perlu diperhatikan dalam rangka memperoleh keunggulan bersaing dengan para pesaingnya. Disamping itu, dengan mempelajari ekonomi koperasi, kita akan mengetahui sampai seberapa jauh konsep-konsep yang tersusun dalam teori ekonomi dapat digunakan untuk menganalisis keunggulan koperasi.
Konsepsi manusia dalam artian ekonomi bisa berarti manusia sebagai produsen , sebagai konsumen dan sebagai pedagang . Ketiga jenis manusia tersebut mempunyai tujuan yang sama yakni menggunakan sumber yaang terbatas untuk mencapai kepuasan yng maksimal . Dalam hal ini manusia di anggap sebagai makhluk yang rasional dalam mengambil keputusan . Sebagai produsen yang rasional , manusia akan menciptakan produksi yang optimal artinya berusaha mengombinasikan faktor produksi yang menghasilkan output tertentu yang dapat mencapai keuntungan yang maksimal . Keuntungan maksimal merupakan indikator dalam mengukur kepuasan seorang produsen . Bila manusia manusia bertindak sebagai konsumen yang rasional , ia akan mengalokasikan pendapatan yang terbatas dalam memenuhi kebutuhan tertentu hingga diperoleh kepuasan maksimal . Kemudian bila manusia pedagang yang rasional , ia dapat menginvestasikan dananya kedalam barang-barang dagangan dan menjual barang-barang tersebut hingga diperoleh keuntungan maksimal.
Asumsi manusia rasional merupakan dasar dari pemikiran ekonomi , sehingga setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia yang rasional akan berprinsip pada "Prinsip Ekonomi" , yaitu menggunakan sumber yang terbatas untuk mencapai hasil maksimal.
Prinsip ekonomi memberikan arah bagi manusia yang rasional tentang cara memilih beragai alternatif yang dapat memuaskan kebutuhan hidup . Pilihan ini dimungkinkan karena setiap kebutuhan tertentu dapat dipenuhi oleh berbagai alat pemuas kebutuhan . Batasan yang paling pas dalam memilih alat pemuas kebutuhan tadiadalah anggaran yang dimiliki orang itu , artinya dengan anggaran tertentu seseorang hanya akan dapat memilih alat pemuas tadi , dan diusahakan di capai kepuasan maksimal atas penggunaan barang yang dipilih.
Bila koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan produk kepada anggotanya dibanding dengan nonkoperasi maka dengan sendirinya anggota akan bertransaksi dengan koperasi. Demikian halnya , jika koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan alternatif investasi kepadai investor, maka investor akan menanamkan dananya kedalam koperasi. Dengan demikian , anggota masyarakat dapat dianggap sebagai konsumen potensiaal atau investor potensial yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh unit-unit usaha dalam rangka hubungan bisnis.
Ekonomi menyoroti pola pengambilan keputusan anggota untuk tetap berada dalam koperasi atau keluar dari koperasi atau anggota potensial untuk memasuki koperasi atau berada diluar koperasi . Anggapan dasar yang digunakan adalah bahwa anggota akan tetap berada dalam koperasi atau keluar dari koperasi , atau anggota potensial masuk menjadi anggota koperasi bila mereka menganggap secara subyektif koperasi memberikan manfaat (nilai) yang lebih besar daripada organisasi ekonomi lainnya . Manfaat lebih ini pula yang memberikan dorongan anggota untuk berpartisipasi aktif dalam koperasi baik partisipasi kontributif maupun insentif. Anggaran yang mendasari pemilihan alternatif ini adalah manusia rasional , artinya setiap alternatif yang dipilih adalah alterntif terbaik sesuai prinsip ekonomi.
Pola pikir ini perlu untuk membedakan antara ekonomi koperasi dengan manajemen koperasi yang lebih memfokuskan pada upaya pengelolaan keorganisasian, keuangan, keanggotaan dan personalia, pemasaran, administrasi dan akuntansi, serta produksi dan distribusi.
Ekonomi koperasi memberikan gambaran pada pihak manajemen koperasi bagaimana cara yang terbaik dalam mengambil keputusan penting tentang pelayanan kepada anggota sehingga koperasi dapat terus berkembang melalui peningkatan partisipasi anggota. Ekonomi koperasi juga memberikan petunjuk tentang variabel-variabel kritis yang perlu diperhatikan dalam rangka memperoleh keunggulan bersaing dengan para pesaingnya. Disamping itu, dengan mempelajari ekonomi koperasi, kita akan mengetahui sampai seberapa jauh konsep-konsep yang tersusun dalam teori ekonomi dapat digunakan untuk menganalisis keunggulan koperasi.
Manfaat Ekonomi Koperasi
Manfaat ekonomi koperasi mencakup berbagai aspek dan memberikan dampak positif bagi anggota koperasi dan masyarakat tempat koperasi beroperasi. Berikut adalah beberapa manfaat ekonomi koperasi:
1. Inklusi Ekonomi: Koperasi memberikan akses ekonomi bagi kelompok-kelompok marginal dan masyarakat yang kurang terlayani oleh lembaga keuangan konvensional. Ini mencakup penyediaan layanan keuangan, pelatihan keterampilan, dan peluang kerja, sehingga membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.
2. Meningkatkan Pendapatan Anggota: Koperasi dapat membantu meningkatkan pendapatan anggota melalui berbagai cara, seperti mendukung usaha anggota dalam pemasaran produk mereka, memberikan akses ke pasar yang lebih besar, dan menyediakan layanan keuangan yang terjangkau.
3. Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah:
1. Inklusi Ekonomi: Koperasi memberikan akses ekonomi bagi kelompok-kelompok marginal dan masyarakat yang kurang terlayani oleh lembaga keuangan konvensional. Ini mencakup penyediaan layanan keuangan, pelatihan keterampilan, dan peluang kerja, sehingga membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.
2. Meningkatkan Pendapatan Anggota: Koperasi dapat membantu meningkatkan pendapatan anggota melalui berbagai cara, seperti mendukung usaha anggota dalam pemasaran produk mereka, memberikan akses ke pasar yang lebih besar, dan menyediakan layanan keuangan yang terjangkau.
3. Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah:
Koperasi dapat menjadi platform bagi usaha kecil dan menengah untuk berkembang. Dengan bersatu dalam koperasi, usaha kecil dapat memperkuat daya saing mereka dan mendapatkan akses ke sumber daya dan pasar yang lebih besar.
4. Akses Keuangan dan Kredit: Koperasi keuangan membantu meningkatkan akses ke layanan perbankan dan kredit bagi anggotanya. Ini memungkinkan anggota untuk mendapatkan dana untuk usaha, investasi, atau kebutuhan pribadi dengan suku bunga yang lebih rendah dan persyaratan yang lebih mudah.
5. Peningkatan Kesejahteraan Sosial:
4. Akses Keuangan dan Kredit: Koperasi keuangan membantu meningkatkan akses ke layanan perbankan dan kredit bagi anggotanya. Ini memungkinkan anggota untuk mendapatkan dana untuk usaha, investasi, atau kebutuhan pribadi dengan suku bunga yang lebih rendah dan persyaratan yang lebih mudah.
5. Peningkatan Kesejahteraan Sosial:
Koperasi sering berfokus pada orientasi pelayanan kepada anggota dan komunitas. Dengan menyediakan produk dan layanan yang bermanfaat, seperti penyediaan bahan pangan, pelayanan kesehatan, atau perumahan terjangkau, koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan meningkatkan kualitas hidup anggota dan masyarakat.
6. Pengelolaan Risiko dan Keamanan Ekonomi: Dalam koperasi pertanian, anggota dapat berbagi risiko produksi dan mengurangi kerentanannya terhadap fluktuasi harga dan kondisi cuaca yang tidak terduga. Ini membantu menciptakan keamanan ekonomi bagi petani dan produsen.
7. Peningkatan Daya Tawar:
6. Pengelolaan Risiko dan Keamanan Ekonomi: Dalam koperasi pertanian, anggota dapat berbagi risiko produksi dan mengurangi kerentanannya terhadap fluktuasi harga dan kondisi cuaca yang tidak terduga. Ini membantu menciptakan keamanan ekonomi bagi petani dan produsen.
7. Peningkatan Daya Tawar:
Dengan bersatu sebagai anggota koperasi, individu atau usaha kecil memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dan mendapatkan akses ke pasar, peralatan, atau sumber daya lainnya dengan lebih baik daripada jika beroperasi secara individual.
8. Kemandirian dan Partisipasi:
8. Kemandirian dan Partisipasi:
Koperasi mempromosikan kemandirian dan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan. Anggota memiliki hak yang sama dalam mengendalikan operasi koperasi dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada pengembangan strategi dan kebijakan koperasi.
Penguatan Komunitas Lokal: Koperasi berfungsi sebagai penguatan komunitas lokal dengan mendukung kegiatan ekonomi dan sosial yang berbasis pada kepentingan anggota dan masyarakat. Ini membantu menciptakan kehidupan sosial yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Penguatan Komunitas Lokal: Koperasi berfungsi sebagai penguatan komunitas lokal dengan mendukung kegiatan ekonomi dan sosial yang berbasis pada kepentingan anggota dan masyarakat. Ini membantu menciptakan kehidupan sosial yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Materi Kuliah:
