View : 115 kali.
___02 Week 2 - Proses Pengambilan Keputusan Konsumen (Model pengambilan keputusan konsumen, Tahapan dalam proses pengambilan keputusan)
Proses pengambilan keputusan konsumen adalah serangkaian tahapan yang dilalui oleh konsumen dalam memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
Contoh:
Seorang mahasiswa memutuskan untuk membeli laptop baru setelah mempertimbangkan berbagai merek, harga, dan fitur.
2. Model Pengambilan Keputusan Konsumen
Ada beberapa model yang menjelaskan proses pengambilan keputusan konsumen, antara lain:
a. Model Lima Tahap (Engel, Blackwell, dan Miniard)
Model ini terdiri dari lima tahap:
Pengenalan Masalah: Konsumen menyadari adanya kebutuhan atau keinginan.
Contoh: Laptop lama mulai rusak, sehingga mahasiswa membutuhkan laptop baru.
Pencarian Informasi: Konsumen mencari informasi tentang produk atau jasa.
Contoh: Mahasiswa mencari review laptop di internet atau bertanya kepada teman.
Evaluasi Alternatif: Konsumen membandingkan pilihan yang tersedia.
Contoh: Mahasiswa membandingkan harga, spesifikasi, dan merek laptop.
Keputusan Pembelian: Konsumen memutuskan untuk membeli produk tertentu.
Contoh: Mahasiswa memilih laptop A karena harganya terjangkau dan fiturnya lengkap.
Perilaku Pasca Pembelian: Konsumen mengevaluasi kepuasan setelah menggunakan produk.
Contoh: Mahasiswa merasa puas karena laptop A bekerja dengan baik.
b. Model Heuristik (Penyederhanaan Keputusan)
Konsumen menggunakan aturan sederhana (heuristic) untuk mengambil keputusan cepat.
Contoh: Memilih merek yang sudah dikenal atau produk termurah.
c. Model Perilaku Impulsif
Konsumen membeli produk tanpa perencanaan sebelumnya.
Contoh: Membeli camilan di kasir supermarket karena tergoda oleh display.
3. Tahapan dalam Proses Pengambilan Keputusan
Berikut adalah penjelasan detail tentang tahapan dalam proses pengambilan keputusan:
Tahap 1: Pengenalan Masalah
Konsumen menyadari adanya kebutuhan atau keinginan yang belum terpenuhi.
Contoh:
Seorang ibu menyadari bahwa dia membutuhkan blender baru karena blender lamanya sudah tidak berfungsi.
Seorang pelajar membutuhkan sepatu baru karena sepatu lamanya sudah rusak.
Tahap 2: Pencarian Informasi
Konsumen mencari informasi tentang produk atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Sumber informasi:
Internal: Pengalaman pribadi atau pengetahuan sebelumnya.
Eksternal: Teman, keluarga, iklan, review online, atau media sosial.
Contoh:
Seorang konsumen mencari review tentang smartphone di YouTube.
Seorang ibu bertanya kepada teman tentang merek blender yang bagus.
Tahap 3: Evaluasi Alternatif
Konsumen membandingkan pilihan yang tersedia berdasarkan kriteria tertentu, seperti harga, kualitas, merek, atau fitur.
Contoh:
Seorang mahasiswa membandingkan tiga laptop berdasarkan harga, spesifikasi, dan garansi.
Seorang konsumen membandingkan beberapa merek sepatu olahraga berdasarkan kenyamanan dan desain.
Tahap 4: Keputusan Pembelian
Konsumen memutuskan untuk membeli produk tertentu setelah mengevaluasi alternatif.
Contoh:
Seorang konsumen memilih untuk membeli smartphone merek X karena harganya terjangkau dan fiturnya lengkap.
Seorang ibu memutuskan membeli blender merek Y karena rekomendasi teman dan garansi yang panjang.
Tahap 5: Perilaku Pasca Pembelian
Konsumen mengevaluasi kepuasan setelah menggunakan produk.
Jika puas, konsumen mungkin akan membeli kembali atau merekomendasikan produk tersebut.
Jika tidak puas, konsumen mungkin akan mengeluh atau beralih ke merek lain.
Contoh:
Seorang mahasiswa merasa puas dengan laptop barunya karena kinerjanya cepat.
Seorang konsumen kecewa dengan sepatu barunya karena tidak nyaman dipakai.
4. Faktor yang Mempengaruhi Proses Pengambilan Keputusan
Faktor Psikologis: Motivasi, persepsi, sikap, dan pembelajaran.
Contoh: Seorang konsumen memilih produk karena percaya bahwa merek tersebut berkualitas tinggi.
Faktor Sosial: Pengaruh keluarga, teman, dan kelompok referensi.
Contoh: Seorang remaja membeli sepatu merek tertentu karena teman-temannya juga menggunakannya.
Faktor Budaya: Nilai, kepercayaan, dan norma budaya.
Contoh: Konsumen Muslim memilih produk halal karena faktor agama.
Faktor Ekonomi: Pendapatan, harga, dan kondisi ekonomi.
Contoh: Konsumen memilih produk diskon saat kondisi ekonomi sedang sulit.
5. Contoh Kasus Nyata
Kasus 1: Pembelian Smartphone
Pengenalan Masalah: Seorang konsumen membutuhkan smartphone baru karena smartphone lamanya sudah lambat.
Pencarian Informasi: Konsumen mencari review smartphone di internet dan bertanya kepada teman.
Evaluasi Alternatif: Konsumen membandingkan beberapa merek smartphone berdasarkan harga, kamera, dan baterai.
Keputusan Pembelian: Konsumen memilih smartphone merek X karena harganya terjangkau dan fiturnya lengkap.
Perilaku Pasca Pembelian: Konsumen merasa puas karena smartphone X bekerja dengan baik.
Kasus 2: Pembelian Mobil
Pengenalan Masalah: Seorang konsumen membutuhkan mobil baru untuk keluarga.
Pencarian Informasi: Konsumen mengunjungi dealer mobil dan membaca review online.
Evaluasi Alternatif: Konsumen membandingkan beberapa mobil berdasarkan harga, kapasitas, dan konsumsi bahan bakar.
Keputusan Pembelian: Konsumen memilih mobil merek Y karena nyaman dan hemat bahan bakar.
Perilaku Pasca Pembelian: Konsumen merasa puas dan merekomendasikan mobil Y kepada teman-temannya.
6. Ringkasan
Proses pengambilan keputusan konsumen melibatkan lima tahap: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.
Faktor psikologis, sosial, budaya, dan ekonomi memengaruhi proses pengambilan keputusan.
Memahami proses ini membantu perusahaan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.
Latihan dan Diskusi
Diskusi Kelompok:
Bagaimana proses pengambilan keputusan konsumen berubah di era digital? Berikan contoh!
Studi Kasus:
Analisis proses pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian produk makanan sehat.
Tugas Individu:
Amati proses pengambilan keputusan Anda sendiri saat membeli suatu produk. Jelaskan tahapan yang Anda lalui.
Materi Kuliah:
