Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 870 kali.

Bagikan:
Materi Kuliah Filsafat Dan Pengetahuan Modern

02.04 Filsafat Ilmu memiliki 3 Landasan Pendekatan
# Ontologi, Epistemologi,Aksiologi

1. Ontologi / Metafisis  

Kata ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu ontos dan logos. Ontos artinya ada dan logos artinya ilmu. Jadi disimpulkan bahwa ontologi merupakan ilmu yang membahas tentang keberadaan atau merupakan sebuah ilmu yang membahas tentang hakikat dari segala sesuatu yang ada baik itu berupa realitas fisik maupun metafisik.

Contoh ontologi yang sudah umum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu meja. Dalam ontologi meja yaitu menggunakan realitas tentang meja. Realitasnya adalah terdapat gambara atau ide yang membuat kita mengenali sebuah meja.

Tidak peduli berapa banyak model meja yang ada, tidak peduli berapapun ukurannya, warnanya, dan fisiknya yang berbeda, benda tersebut tetaplah sebuah meja. Inilah yang menjadi realitas dari ide dan gambaran yang ada.

Contoh ontologi lainnya yaitu tentang sahabat. Kita pasti memiliki sahabat yang sudah dikenal sejak lama dan selalu bersama setiap hari saat masa-masa sekolah. Namun setelah tamat sekolah terpaksa harus berpisah karena tujuan hidup masing-masing.

Kemudian kembali bertemu lagi dengan sahabat setelah 7 tahun lamanya. Saat bertemu pasti dia akan memiliki perubahan fisik entah itu tinggi, berat badan, model rambut, dan lainnya. Tidak peduli perubahan tersebut, dia tetaplah seorang sahabat selama masa sekolah. Kita akan tetap mengenalinya sebagai seorang sahabat.  ~

Pendekatan  metafisis  membicarakan  hakikat  apa  yang  dikaji  ilmu  pengetahuan.  Berusaha menjawab, apakah obyek yang ditelaah adalah ilmu? Bagaimana wujud yang hakikat dari obyek tersebut dan juga bagaimana hubungan subyek (manusia) dengan obyek ilmu?. Ontologi  membahas  tentang  yang  ada,  yang  tidak  terikat  oleh  satu  perwujudan  tertentu, membahas  tentang  yang  ada  universial,  menampilkan  pemikiran  semesta  universial,  berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan. Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. Bagi pendekatan kuantitatif, realitas tampil dalam kuantitas atau jumlah, kajiannya akan menjadi kualitatif, realitas akan tampil menjadi aliran-aliran materialisme, idealisme, naturalisme, atau hylomorphisme. 

Lauorens  Bagus  memperkenalkan tiga tingkatan  abstraksi dalam ontologi,  yaitu  abstraksi fisik, abstraksi  bentuk, dan abstraksi  metaphisik. Abstraksi  fisik  menampilkan keseluruhan  sifat khas  sesuatu obyek;  sedangkan abstraksi  bentuk mendiskripsikan sifat umum  yang  menjadi  ciri semua sesuatu yang sejenis. Abstraksi metaphisik mengetengahkan prinsip umum yang menjadi dasar  dari  semua  realitas.  Abstraksi  yang  dijangkau  oleh  ontologi  adalah  abstraksi  metaphisik.

Sedangkan metode pembuktian dalam ontologi oleh Laurens Bagus dibedakan menjadi dua yaitu  pembuktian a priori dan pembuktian a posteriori.  Dengan  demikian  Ontologi  Ilmu  (dimensi  ontologi  ilmu)  adalah  Ilmu  yang  mengkaji wujud (being) dalam perspektif  ilmu ontologi ilmu dapat dimaknai sebagai teori tentang wujud dalam  perspektif  objek  materil  ke-ilmuan,  konsep-konsep  penting  yang  diasumsikan  oleh  ilmu ditelaah  secara  kritis  dalam  ontologi  ilmu.  Ontologi  adalah  hakikat  yang  "Ada" (being,sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran.
 
2. Epistemology

Kata epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme dan logos. Episteme artinya pengetahuan dan logos artinya teori atau ilmu. Jadi, epistemologi merupakan suatu ilmu yang mengkaji tentang sumber pengetahuan atau asal mula metode, struktur, dan valid tidaknya suatu pengetahuan.

Contoh epistemologi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan bagaimana kita mendapatkan ilmu pengetahuan contohnya yaitu kursi. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa tahu bahwa benda tersebut adalah kursi? Dengan dan berdasarkan hal apa kita bisa memiliki pemikiran dan anggapan bahwa itu benar-benar sebuah kursi?

Awal mula tentu kita memiliki pengetahuan dan menangkap keberadaan tentang kursi melalui pancaindra kita setelah itu mulai dilakukan analisa yang dilakukan akal kita. Akal kemudian mengkategorikannya menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang membahas tentang kursi. Inilah yang menjadi praktek epistemologi dalam kehidupan sehari-hari sama seperti benda-benda lainnya. ~

Apabila kumpulan pengetahuan yang benar/episteme/diklasifikasi, disusun sistematis dengan  metode  yang  benar  dapat  menjadi  epistemologi.  Aspek  epistemologi  adalah  kebenaran fakta/kenyataan dari sudut pandang mengapa dan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan kembali kebenarannya. Dengan memperhatikan definisi epistemologi bisa dikatakan bahwa tema dan pokok pengkajian epistemologi ialah ilmu, makrifat dan  pengetahuan.  Epistemologi  adalah  suatu  cabang  dari  filsafat  yang  mengkaji  dan  membahas tentang  batasan,  dasar,  dan  pondasi,  alat,  tolok  ukur,  keabsahan,  validitas  dan  kebenaran  ilmu, makrifat, dan pengetahuan manusia.
 


3. Aksiologi.

Aksiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu axio dan logos. Axio artinya pantas atau layak sedangkan logos. Jadi, aksiologi merupakan suatu teori nilai yang berhubungan dengan kegunaan dari pengetahuan yang telah diperoleh. Aksiologi sendiri dapat diartikan sebagai sebuah ilmu yang membahas tentang hakikat manfaat atau kegunaan dari pengetahuan yang sudah ada.

Aksiologi adalah ilmu yang mengkaji tentang nilai-nilai. Disebut teori tentang nilai sebagai filsafat  yang  membahas  apa  kegunaan  ilmu  pengetahuan  manusia.  Aksiologi  menjawab,  untuk apa  pengetahuan  itu  dipergunakan?  Bagaimana  kaitan  antara  cara  penggunaan  tersebut  dengan kaidah-kaidah  moral?  Bagaimana  penentuan  obyek  yang  ditelaah  berdasarkan  pilihan-pilihan moral?  Bagaimana  kaitan  antara  teknik  prosedural  yang  merupakan  operasionalisasi  metode ilmiah dengan norma-norma moral (Jujun S. Suriasumantri, 1985:71).

Teori aksiologi memiliki ranah di antaranya yaitu tentang etika dan estetika. Apabila kita sudah memahami dan mengetahui tentang suatu ilmu pengetahuan kemudian dilanjutkan dengan kajian aksiologi, aksiologi ini yang akan membahas tentang manfaat yang didapatkan dari ilmu pengetahuan tersebut yang didapatkan.Apakah ilmu pengetahuan tersebut dapat memberikan manfaat atau malah sebaliknya. Jadi jika dikaitkan dengan 2 contoh di atas yaitu meja dan kursi, bisa dikaitkan apakah pengetahuan tentang meja dan kursi tersebut dapat memberikan manfaat di dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah contoh ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang saling berhubungan dalam kehidupan sehari-hari.