WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 854 kali.
Materi Kuliah Filsafat Dan Pengetahuan Modern
02.04 Filsafat Ilmu memiliki 3 Landasan Pendekatan
# Ontologi, Epistemologi,Aksiologi
Sedangkan metode pembuktian dalam ontologi oleh Laurens Bagus dibedakan menjadi dua yaitu pembuktian a priori dan pembuktian a posteriori. Dengan demikian Ontologi Ilmu (dimensi ontologi ilmu) adalah Ilmu yang mengkaji wujud (being) dalam perspektif ilmu ontologi ilmu dapat dimaknai sebagai teori tentang wujud dalam perspektif objek materil ke-ilmuan, konsep-konsep penting yang diasumsikan oleh ilmu ditelaah secara kritis dalam ontologi ilmu. Ontologi adalah hakikat yang "Ada" (being,sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran.
02.04 Filsafat Ilmu memiliki 3 Landasan Pendekatan
# Ontologi, Epistemologi,Aksiologi
1. Ontologi / Metafisis
Kata ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu ontos dan logos. Ontos artinya ada dan logos artinya ilmu. Jadi disimpulkan bahwa ontologi merupakan ilmu yang membahas tentang keberadaan atau merupakan sebuah ilmu yang membahas tentang hakikat dari segala sesuatu yang ada baik itu berupa realitas fisik maupun metafisik.
Contoh ontologi yang sudah umum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu meja. Dalam ontologi meja yaitu menggunakan realitas tentang meja. Realitasnya adalah terdapat gambara atau ide yang membuat kita mengenali sebuah meja.
Tidak peduli berapa banyak model meja yang ada, tidak peduli berapapun ukurannya, warnanya, dan fisiknya yang berbeda, benda tersebut tetaplah sebuah meja. Inilah yang menjadi realitas dari ide dan gambaran yang ada.
Contoh ontologi lainnya yaitu tentang sahabat. Kita pasti memiliki sahabat yang sudah dikenal sejak lama dan selalu bersama setiap hari saat masa-masa sekolah. Namun setelah tamat sekolah terpaksa harus berpisah karena tujuan hidup masing-masing.
Kemudian kembali bertemu lagi dengan sahabat setelah 7 tahun lamanya. Saat bertemu pasti dia akan memiliki perubahan fisik entah itu tinggi, berat badan, model rambut, dan lainnya. Tidak peduli perubahan tersebut, dia tetaplah seorang sahabat selama masa sekolah. Kita akan tetap mengenalinya sebagai seorang sahabat. ~
Tidak peduli berapa banyak model meja yang ada, tidak peduli berapapun ukurannya, warnanya, dan fisiknya yang berbeda, benda tersebut tetaplah sebuah meja. Inilah yang menjadi realitas dari ide dan gambaran yang ada.
Contoh ontologi lainnya yaitu tentang sahabat. Kita pasti memiliki sahabat yang sudah dikenal sejak lama dan selalu bersama setiap hari saat masa-masa sekolah. Namun setelah tamat sekolah terpaksa harus berpisah karena tujuan hidup masing-masing.
Kemudian kembali bertemu lagi dengan sahabat setelah 7 tahun lamanya. Saat bertemu pasti dia akan memiliki perubahan fisik entah itu tinggi, berat badan, model rambut, dan lainnya. Tidak peduli perubahan tersebut, dia tetaplah seorang sahabat selama masa sekolah. Kita akan tetap mengenalinya sebagai seorang sahabat. ~
Pendekatan metafisis membicarakan hakikat apa yang dikaji ilmu pengetahuan. Berusaha menjawab, apakah obyek yang ditelaah adalah ilmu? Bagaimana wujud yang hakikat dari obyek tersebut dan juga bagaimana hubungan subyek (manusia) dengan obyek ilmu?. Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu, membahas tentang yang ada universial, menampilkan pemikiran semesta universial, berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan. Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. Bagi pendekatan kuantitatif, realitas tampil dalam kuantitas atau jumlah, kajiannya akan menjadi kualitatif, realitas akan tampil menjadi aliran-aliran materialisme, idealisme, naturalisme, atau hylomorphisme.
Lauorens Bagus memperkenalkan tiga tingkatan abstraksi dalam ontologi, yaitu abstraksi fisik, abstraksi bentuk, dan abstraksi metaphisik. Abstraksi fisik menampilkan keseluruhan sifat khas sesuatu obyek; sedangkan abstraksi bentuk mendiskripsikan sifat umum yang menjadi ciri semua sesuatu yang sejenis. Abstraksi metaphisik mengetengahkan prinsip umum yang menjadi dasar dari semua realitas. Abstraksi yang dijangkau oleh ontologi adalah abstraksi metaphisik.
2. Epistemology
Apabila kumpulan
pengetahuan yang benar/episteme/diklasifikasi, disusun sistematis
dengan metode yang benar dapat menjadi epistemologi. Aspek
epistemologi adalah kebenaran fakta/kenyataan dari sudut pandang
mengapa dan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau
dibuktikan kembali kebenarannya. Dengan memperhatikan definisi
epistemologi bisa dikatakan bahwa tema dan pokok pengkajian epistemologi
ialah ilmu, makrifat dan pengetahuan. Epistemologi adalah suatu
cabang dari filsafat yang mengkaji dan membahas tentang batasan,
dasar, dan pondasi, alat, tolok ukur, keabsahan, validitas dan
kebenaran ilmu, makrifat, dan pengetahuan manusia.
3. Aksiologi. Kata
epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme dan logos.
Episteme artinya pengetahuan dan logos artinya teori atau ilmu. Jadi,
epistemologi merupakan suatu ilmu yang mengkaji tentang sumber
pengetahuan atau asal mula metode, struktur, dan valid tidaknya suatu
pengetahuan.
Contoh epistemologi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan bagaimana kita mendapatkan ilmu pengetahuan contohnya yaitu kursi. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa tahu bahwa benda tersebut adalah kursi? Dengan dan berdasarkan hal apa kita bisa memiliki pemikiran dan anggapan bahwa itu benar-benar sebuah kursi?
Awal mula tentu kita memiliki pengetahuan dan menangkap keberadaan tentang kursi melalui pancaindra kita setelah itu mulai dilakukan analisa yang dilakukan akal kita. Akal kemudian mengkategorikannya menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang membahas tentang kursi. Inilah yang menjadi praktek epistemologi dalam kehidupan sehari-hari sama seperti benda-benda lainnya. ~
Contoh epistemologi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan bagaimana kita mendapatkan ilmu pengetahuan contohnya yaitu kursi. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa tahu bahwa benda tersebut adalah kursi? Dengan dan berdasarkan hal apa kita bisa memiliki pemikiran dan anggapan bahwa itu benar-benar sebuah kursi?
Awal mula tentu kita memiliki pengetahuan dan menangkap keberadaan tentang kursi melalui pancaindra kita setelah itu mulai dilakukan analisa yang dilakukan akal kita. Akal kemudian mengkategorikannya menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang membahas tentang kursi. Inilah yang menjadi praktek epistemologi dalam kehidupan sehari-hari sama seperti benda-benda lainnya. ~
Aksiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu axio dan logos. Axio artinya pantas atau layak sedangkan logos. Jadi, aksiologi merupakan suatu teori nilai yang berhubungan dengan kegunaan dari pengetahuan yang telah diperoleh. Aksiologi sendiri dapat diartikan sebagai sebuah ilmu yang membahas tentang hakikat manfaat atau kegunaan dari pengetahuan yang sudah ada.
Aksiologi adalah ilmu yang mengkaji tentang nilai-nilai. Disebut teori
tentang nilai sebagai filsafat yang membahas apa kegunaan ilmu
pengetahuan manusia. Aksiologi menjawab, untuk apa pengetahuan
itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan
tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek
yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan
antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode
ilmiah dengan norma-norma moral (Jujun S. Suriasumantri, 1985:71).
Teori aksiologi memiliki ranah di antaranya yaitu tentang etika dan estetika. Apabila kita sudah memahami dan mengetahui tentang suatu ilmu pengetahuan kemudian dilanjutkan dengan kajian aksiologi, aksiologi ini yang akan membahas tentang manfaat yang didapatkan dari ilmu pengetahuan tersebut yang didapatkan.Apakah ilmu pengetahuan tersebut dapat memberikan manfaat atau malah sebaliknya. Jadi jika dikaitkan dengan 2 contoh di atas yaitu meja dan kursi, bisa dikaitkan apakah pengetahuan tentang meja dan kursi tersebut dapat memberikan manfaat di dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah contoh ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang saling berhubungan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi Kuliah:
