WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 52 kali.
Materi Kuliah Bisnis Digital
03.07 PDNS Terkena Serangan Hacker Apa Penyebabnya?
03.07 PDNS Terkena Serangan Hacker Apa Penyebabnya?
Kasus Cybercrime yang baru baru ini terjadi atau pada Kamis 21/6/2024
PDNS Terkena Serangan Hacker Apa Penyebabnya?
Akibatnya
- membuat pelayanan kepada wajib pajak terganggu, karena terganggunya layanan registrasi online Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk wajib pajak PMA (Penanaman Modal Asing), termasuk wajib pajak orang asing.
- pelayanan paspor yang lumpuh menjadikan layanan lebih lambat dan dapat membuat pembuatan paspor lebih lama. Ada potensi kehilangan pengurusan paspor ketika sistem lumpuh.
Lumpuhnya PDNS ini menghambat aktivitas ekonomi dan menjadikan lebih lambat. Iklim bisnis dan usaha bisa terdampak lesu. Dari sisi penerimaan negara, pemerintah berpotensi mengalami kehilangan pendapatan sebesar Rp17 miliar dari layanan yang lumpuh.
Apa Penyebabnya?
Setidaknya ada 4 penyebab mengapa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) bisa terkena serangan hacker menurut para ahli, yakni:
1. Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Kominfo
Tidak tersedianya pimpinan IT profesional yang paham tentang kemajuan teknologi. Terutama di bidang IT dan cyber security di Kementerian Kominfo.
Sehingga kita ada serangan terjadi seperti saat ini, ia adalah sosok yang ahli dalam mengamankan data dan sistem. Termasuk implementasi protokol keamanan yang tepat serta pemantauan terus-menerus dari ancamanan kemanan.
2. Keamanan Masih Rentan
Penyebab kedua berkaitan dengan kurangnya tingkat keamanan yang dimiliki Indonesia. Seharusnya diperlukan keamanan berlapis untuk keamanan server dan database.
Salah satunya menggunakan firewall untuk mengontrol lalu lintas jaringan yang masuk dan keluar dari server dan database.
3. Masalah Backup Data
Backup data adalah hal yang tidak boleh disepelekan setelah proteksi dilakukan. Backup data tidak hanya berfungsi ketika server mendapat serangan cyber tetapi juga bencana alam dan kejadian tidak terduga lainnya.
Sebaiknya backup data dilakukan secara berkala dan tidak hanya di satu tempat. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, mengingat Kemenkominfo memiliki dua Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yakni PDNS yang ada di Surabaya dan Serpong.
Namun serangan siber yang terjadi saat ini berlokasi di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang ada di Surabaya, Jawa Timur. Sayangnya pemerintah tidak memiliki backup data lain yang ada di server PDNS 2 Surabaya. Padahal seharusnya seluruh data di PDNS di-backup ke PDN yang ada di Batam.
4. Penggunaan OS Server
Sebaiknya pemerintah menggunakan OS Server LINUX bukan Windows yang rentan terhadap serangan siber.
Karena Linux dijuluki sebagai OS Server Less Targeted by Malware. Sistem ini juga memiliki struktur keamanan yang lebih kuat dan jarang menjadi target utama bagi serangan malware dibanding sistem operasi Windows.
PDNS Terkena Serangan Hacker Apa Penyebabnya?
Akibatnya
- membuat pelayanan kepada wajib pajak terganggu, karena terganggunya layanan registrasi online Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk wajib pajak PMA (Penanaman Modal Asing), termasuk wajib pajak orang asing.
- pelayanan paspor yang lumpuh menjadikan layanan lebih lambat dan dapat membuat pembuatan paspor lebih lama. Ada potensi kehilangan pengurusan paspor ketika sistem lumpuh.
Lumpuhnya PDNS ini menghambat aktivitas ekonomi dan menjadikan lebih lambat. Iklim bisnis dan usaha bisa terdampak lesu. Dari sisi penerimaan negara, pemerintah berpotensi mengalami kehilangan pendapatan sebesar Rp17 miliar dari layanan yang lumpuh.
Apa Penyebabnya?
Setidaknya ada 4 penyebab mengapa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) bisa terkena serangan hacker menurut para ahli, yakni:
1. Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Kominfo
Tidak tersedianya pimpinan IT profesional yang paham tentang kemajuan teknologi. Terutama di bidang IT dan cyber security di Kementerian Kominfo.
Sehingga kita ada serangan terjadi seperti saat ini, ia adalah sosok yang ahli dalam mengamankan data dan sistem. Termasuk implementasi protokol keamanan yang tepat serta pemantauan terus-menerus dari ancamanan kemanan.
2. Keamanan Masih Rentan
Penyebab kedua berkaitan dengan kurangnya tingkat keamanan yang dimiliki Indonesia. Seharusnya diperlukan keamanan berlapis untuk keamanan server dan database.
Salah satunya menggunakan firewall untuk mengontrol lalu lintas jaringan yang masuk dan keluar dari server dan database.
3. Masalah Backup Data
Backup data adalah hal yang tidak boleh disepelekan setelah proteksi dilakukan. Backup data tidak hanya berfungsi ketika server mendapat serangan cyber tetapi juga bencana alam dan kejadian tidak terduga lainnya.
Sebaiknya backup data dilakukan secara berkala dan tidak hanya di satu tempat. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, mengingat Kemenkominfo memiliki dua Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yakni PDNS yang ada di Surabaya dan Serpong.
Namun serangan siber yang terjadi saat ini berlokasi di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang ada di Surabaya, Jawa Timur. Sayangnya pemerintah tidak memiliki backup data lain yang ada di server PDNS 2 Surabaya. Padahal seharusnya seluruh data di PDNS di-backup ke PDN yang ada di Batam.
4. Penggunaan OS Server
Sebaiknya pemerintah menggunakan OS Server LINUX bukan Windows yang rentan terhadap serangan siber.
Karena Linux dijuluki sebagai OS Server Less Targeted by Malware. Sistem ini juga memiliki struktur keamanan yang lebih kuat dan jarang menjadi target utama bagi serangan malware dibanding sistem operasi Windows.
Materi Kuliah:
