WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 560 kali.
Home >
Week Materi Kuliah Sosiologi dan Politik Pokok Bahasan Sosiologi dan Politik
___04 Week 4 - Kekuasaan dan Legitimasi (Teori Kekuasaan Weber, Otoritas, dan Dominasi)
1. Otoritas Tradisional
- Berdasarkan adat atau kebiasaan lama
- Kekuasaan diterima karena sudah dilakukan dari generasi ke generasi.
Contoh:
2. Otoritas Karismatik
- Berdasarkan kepribadian luar biasa atau kharisma pemimpin
- Orang mengikuti karena daya tarik pribadi, dianggap memiliki kemampuan luar biasa
Contoh:
3. Otoritas Legal-Rasional
- Berdasarkan sistem hukum dan aturan tertulis
- Kekuasaan berasal dari jabatan dan prosedur hukum
Contoh:
C. Dominasi dalam Masyarakat
Dominasi adalah praktik atau sistem sosial di mana seseorang atau kelompok menguasai kelompok lain.
Dalam dominasi, kekuasaan tidak hanya dimiliki, tapi juga dijalankan secara sistemik.
Bentuk-bentuk dominasi:
Contoh dominasi dalam kehidupan sehari-hari:
D. Hubungan antara Kekuasaan, Otoritas, dan Legitimasi
Konsep Penjelasan Ada Legitimasi?
E. Contoh-Contoh Nyata
Situasi Jenis Otoritas Legitimasi?
F. Refleksi dan Diskusi
G. Kesimpulan
Studi Kasus:
"Bandingkan otoritas Presiden Soekarno, Raja Salman dari Arab Saudi, dan Presiden Jokowi. Termasuk jenis otoritas apa mereka? Jelaskan alasannya.”
___04 Week 4 - Kekuasaan dan Legitimasi (Teori Kekuasaan Weber, Otoritas, dan Dominasi)
A. Pengantar: Apa itu Kekuasaan dan Legitimasi?
Kekuasaan (Power) adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi, mengendalikan, atau memerintah tindakan orang lain, meskipun ada perlawanan.
Legitimasi (Legitimacy) adalah penerimaan masyarakat terhadap kekuasaan itu sebagai sah dan pantas. Dengan kata lain, kekuasaan yang diakui dan diterima.
Contoh mudah:
B. Teori Kekuasaan menurut Max Weber
Sosiolog Jerman Max Weber menjelaskan kekuasaan sebagai:
"Kemampuan seseorang untuk memaksakan kehendaknya, meskipun mendapat perlawanan, dalam hubungan sosial apa pun."
Weber membedakan 3 jenis otoritas (legitimasi kekuasaan):
Kekuasaan (Power) adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi, mengendalikan, atau memerintah tindakan orang lain, meskipun ada perlawanan.
Legitimasi (Legitimacy) adalah penerimaan masyarakat terhadap kekuasaan itu sebagai sah dan pantas. Dengan kata lain, kekuasaan yang diakui dan diterima.
Contoh mudah:
- Seorang preman memaksa orang bayar "uang keamanan” = punya kekuasaan, tapi tidak sah/legitim.
- Seorang polisi menilang karena melanggar lalu lintas = punya kekuasaan dan legitimasi.
B. Teori Kekuasaan menurut Max Weber
Sosiolog Jerman Max Weber menjelaskan kekuasaan sebagai:
"Kemampuan seseorang untuk memaksakan kehendaknya, meskipun mendapat perlawanan, dalam hubungan sosial apa pun."
Weber membedakan 3 jenis otoritas (legitimasi kekuasaan):
1. Otoritas Tradisional
- Berdasarkan adat atau kebiasaan lama
- Kekuasaan diterima karena sudah dilakukan dari generasi ke generasi.
Contoh:
- Raja di kerajaan tradisional
- Pemimpin adat (datuk, raja kampung)
2. Otoritas Karismatik
- Berdasarkan kepribadian luar biasa atau kharisma pemimpin
- Orang mengikuti karena daya tarik pribadi, dianggap memiliki kemampuan luar biasa
Contoh:
- Bung Karno (Presiden Soekarno) di awal kemerdekaan
- Tokoh agama kharismatik (misalnya Ustadz Abdul Somad, Pendeta Gilbert, dll.)
3. Otoritas Legal-Rasional
- Berdasarkan sistem hukum dan aturan tertulis
- Kekuasaan berasal dari jabatan dan prosedur hukum
Contoh:
- Presiden yang dipilih melalui pemilu
- Polisi, hakim, pegawai negeri (ASN)
C. Dominasi dalam Masyarakat
Dominasi adalah praktik atau sistem sosial di mana seseorang atau kelompok menguasai kelompok lain.
Dalam dominasi, kekuasaan tidak hanya dimiliki, tapi juga dijalankan secara sistemik.
Bentuk-bentuk dominasi:
- Dominasi ekonomi (pengusaha besar menguasai pasar)
- Dominasi politik (partai besar mengatur semua kebijakan)
- Dominasi budaya (budaya tertentu dianggap "lebih baik”)
Contoh dominasi dalam kehidupan sehari-hari:
- Masyarakat adat didominasi oleh pemerintah pusat dalam pengambilan keputusan pembangunan.
- Media massa besar mengatur wacana publik → orang hanya tahu yang ditampilkan media.
D. Hubungan antara Kekuasaan, Otoritas, dan Legitimasi
Konsep Penjelasan Ada Legitimasi?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kekuasaan tanpa legitimasi Kekuasaan yang dipaksakan ❌ Tidak sah
Otoritas Kekuasaan yang diterima masyarakat Sah
Dominasi Bentuk praktik kekuasaan Bisa sah atau tidak, tergantung konteks
Otoritas Kekuasaan yang diterima masyarakat Sah
Dominasi Bentuk praktik kekuasaan Bisa sah atau tidak, tergantung konteks
E. Contoh-Contoh Nyata
Situasi Jenis Otoritas Legitimasi?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kepala desa yang dipilih oleh rakyat Legal-rasional Ya
Seorang kiai yang dihormati dan diikuti fatwanya Karismatik Ya
Raja yang diangkat secara turun-temurun Tradisional Ya
Seorang preman pasar memungut uang dari pedagang Tidak ada ❌ Tidak sah
CEO perusahaan yang memecat karyawan tanpa alasan hukum Dominasi ekonomi Tergantung sistem hukumnya
Seorang kiai yang dihormati dan diikuti fatwanya Karismatik Ya
Raja yang diangkat secara turun-temurun Tradisional Ya
Seorang preman pasar memungut uang dari pedagang Tidak ada ❌ Tidak sah
CEO perusahaan yang memecat karyawan tanpa alasan hukum Dominasi ekonomi Tergantung sistem hukumnya
F. Refleksi dan Diskusi
- Apakah semua bentuk kekuasaan perlu legitimasi?
- Apakah otoritas karismatik bisa bertahan lama?
- Bagaimana dominasi budaya terjadi di Indonesia?
G. Kesimpulan
- Kekuasaan adalah kemampuan memengaruhi orang lain.
- Legitimasi membuat kekuasaan menjadi sah dan diterima.
- Max Weber membagi otoritas menjadi tiga: Tradisional, Karismatik, Legal-Rasional.
- Dominasi adalah bentuk kekuasaan yang dijalankan secara sistemik, bisa legal atau tidak.
Studi Kasus:
"Bandingkan otoritas Presiden Soekarno, Raja Salman dari Arab Saudi, dan Presiden Jokowi. Termasuk jenis otoritas apa mereka? Jelaskan alasannya.”
Materi Kuliah:
