WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 705 kali.
Materi Kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM
04.05 Sikap Terhadap Kebijakan Harga Koperasi
# bedakan harga untuk anggota dengan harga untuk non-anggota
04.05 Sikap Terhadap Kebijakan Harga Koperasi
# bedakan harga untuk anggota dengan harga untuk non-anggota
Beberapa sikap yang mungkin muncul terkait dengan kebijakan harga koperasi adalah sebagai berikut:
1. Keuntungan Anggota:
1. Keuntungan Anggota:
Anggota koperasi mungkin berharap bahwa koperasi menetapkan harga yang kompetitif dan menguntungkan bagi mereka. Mereka ingin memperoleh keuntungan ekonomi dari keterlibatan mereka dalam koperasi, seperti harga yang lebih terjangkau untuk produk atau layanan yang disediakan oleh koperasi.
2. Keseimbangan Keuangan:
2. Keseimbangan Keuangan:
Koperasi perlu menetapkan harga yang memadai untuk menjaga keseimbangan keuangan dan keberlanjutan operasionalnya. Koperasi harus mempertimbangkan biaya produksi, pengeluaran operasional, dan upaya pemeliharaan bisnis agar tetap dapat beroperasi secara efisien dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anggota.
Keadilan Harga: Koperasi sering kali memiliki komitmen terhadap prinsip keadilan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, koperasi mungkin berusaha menetapkan harga yang adil dan memberikan manfaat yang merata bagi anggota, menghindari praktik harga yang merugikan konsumen atau anggota koperasi.
3. Kompetitivitas Pasar:
Keadilan Harga: Koperasi sering kali memiliki komitmen terhadap prinsip keadilan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, koperasi mungkin berusaha menetapkan harga yang adil dan memberikan manfaat yang merata bagi anggota, menghindari praktik harga yang merugikan konsumen atau anggota koperasi.
3. Kompetitivitas Pasar:
Koperasi juga perlu mempertimbangkan faktor kompetitivitas pasar. Mereka mungkin perlu menyesuaikan harga produk atau layanan mereka agar tetap kompetitif dalam pasar yang lebih luas. Hal ini melibatkan memahami harga pesaing dan menyesuaikan strategi harga untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen.
4. Tujuan Sosial:
4. Tujuan Sosial:
Beberapa koperasi mungkin memiliki tujuan sosial atau komunitas yang kuat. Dalam hal ini, kebijakan harga koperasi mungkin difokuskan pada memberikan manfaat sosial atau kesejahteraan bagi anggota atau komunitas di mana koperasi beroperasi, bahkan jika itu berarti mengorbankan keuntungan ekonomi maksimal.
--------------------
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang akan ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non-anggota. Hal inilah yang membedakan kebijakan harga dikoperasi dengan perusahaan non koperasi.
Segmen pasar dalam koperasj terbagi dua, yaitu anggota dan non-anggota, sedangkan perusahaan non-koperasi adalah masyarakat umum yang tidak punya kaitan kepemilikan dengan perusahaan tersebut. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peran koperasi dalam pasar yang bersaing. Dalam hal ini seharusnya pelayanan yang diberikan kepada anggota harus berbeda dengan pelayanan kepada non-anggota baik dalam segi harga maupun fasilitas-fasilitas lain.
Sekarang bagaimana jika harga yang diberlakukan sama bagi anggota dan bukan anggota?
Segmen pasar dalam koperasj terbagi dua, yaitu anggota dan non-anggota, sedangkan perusahaan non-koperasi adalah masyarakat umum yang tidak punya kaitan kepemilikan dengan perusahaan tersebut. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peran koperasi dalam pasar yang bersaing. Dalam hal ini seharusnya pelayanan yang diberikan kepada anggota harus berbeda dengan pelayanan kepada non-anggota baik dalam segi harga maupun fasilitas-fasilitas lain.
Sekarang bagaimana jika harga yang diberlakukan sama bagi anggota dan bukan anggota?
Tentu saja jika harga yang diberlakukan sama, anggota harus memperoleh SHU yang lebih besar sebab anggota tidak memperoleh keuntungan langsung dari harga pelayanan, namun kondisi ini kurang disukai oleh anggota koperasi-koperasi yang terintegrasi dengan anggota yang jumlahnya banyak. Alasannya adalah kontrol terhadap jumlah anggota yang banyak akan lebih susah sistem administrasi yang lebih rumit, dan taksiran jasa anggota yang relatif sulit, sehingga jumlah SHU yang diperoleh kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Berbeda dengan sistem pelayanan yang memperoleh keuntungan langsung atas pembelian produk, kasulitan-kesulitan itu akan mudah direduksi. Di samping itu anggota dapat menjual kembali produk yang dibeli dari koperasi kepada masyarakat dengan tingkat harga pasar yang berlaku.
Berdasarkan alasan tersebut, kiranya kurang tepat bila kebijakan harga yang sama bagi anggota dan nonanggota. Sudah seharusnya koperasi menetapkan harga jual kepada anggota yang lebih rendah dibanding dengan harga kepada non-anggota.
Berdasarkan alasan tersebut, kiranya kurang tepat bila kebijakan harga yang sama bagi anggota dan nonanggota. Sudah seharusnya koperasi menetapkan harga jual kepada anggota yang lebih rendah dibanding dengan harga kepada non-anggota.
Dengan cara seperti ini disamping anggota di tingkat bawah atau pada koperasi primer disamping dapat memperlancar pemasaran bahan /produk yang dihasilkan, juga memperoleh keuntungan langsung dari hasil pembelian produk koperasi di tingkat yang lebih tinggi.
Hal inilah yang sebenarnya diharapkan oleh anggota koperasi, karena dengan cara inilah tingkat kesejahteraan anggota pada tingkat koperasi paling bawah (koperasi primer) dapat ditingkatkan.
Sumber:
Kusnadi, Hendar, Ekonomi Koperasi , Jakarta: Lemabaga Penerbit FE-UI, 1999
Sumber:
Kusnadi, Hendar, Ekonomi Koperasi , Jakarta: Lemabaga Penerbit FE-UI, 1999
Materi Kuliah:
