Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah â–¼
  • Publikasi â–¼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 347 kali.

Bagikan:
Materi Kuliah Manajemen Training
05.01 | I. Konsep pengembangan SDM berbasis kompetensi


Penetapan Tujuan Pelatihan  harus harmoni dengan rencana  pencapaian tujuan  organisasi :

Tujuan makro pelatihan membangun kinerja SDM profesional yang bermoral, berahlak dan beretika.  Untuk mencapai tujuan itu Pemerintah  telah mengeluarkan  berbagai perangkat baik  berupa dasar hukum maupun institusi  yang ditugaskan  sebagai kepanjangan tangan  Pemerintah  untuk   mengelola secara nasional  agar SDM  memiliki daya saing di pasar tenaga kerja.   Depnakertrans,   dengan BNSP dan perangkat institusi lainnya termasuk yang paling bertanggungjawab untuk  pengembangan kompetensi SDM di dalam negeri.

Tujuan yang ingin dicapai Pemerintah harus tercermin pada tujuan pengembangan SDM di tingkat institusi yang paling kecil  yang melibatkan SDM sebagai motornya.

Tujuan pengembangan kompetensi SDM ,  sebagai hasil akhir dari suatu tindakan atau seri tindakan baik  yang kehendaki oleh pelakunya maupun oleh kegiatan tersebut, dalam pelatihan selalu dijabarkan ke dalam tujuan institusional, kurikulum dan tujuan instruksional.

Berikut ini adalah  keterkaitan antara  berbagai kepentingan (Stake Holder) dalam  proses pengembangan SDM  profesional   



Tujuan Perencanaan pelatihan SDM harus dihubungkan dengan program dan kegiatan

bisnis yang diemban oleh setiap unit kerja. Strategi dan rencana bisnis ke depan

merupakan dasar yang sangat penting untuk mulai menyusun perencanaan SDM

• Penetapan persyaratan atau kualifikasi SDM yang tepat harus dirancang dan

dipergunakan dalam rekrutmen dan seleksi. Perencanaan SDM yang baik juga selalu

diawali dengan penetapan kualifikasi SDM yang jelas dan diterapkan secara

konsisten dalam proses rekrutmen/seleksi.

Proses perencanaan SDM harus juga disertai dengan prediksi permintaan (demand)

dan persediaan (supply) pasar tenaga kerja (internal dan eksternal). Perencanaan

SDM harus didasarkan pada prediksi yang cukup akurat dan dilakukan secara

kontinyu, mengenai pola demand dan supply tenaga kerja, baik pada sisi internal

perusahaan ataupun sisi eksternal