WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 711 kali.
Materi Kuliah Filsafat Dan Pengetahuan Modern
06.02 Objek dan tujuan Epistemologi
# objek tidak sama dengan tujuan, Objek sama dengan sasaran, sedang tujuan hampir sama dengan harapan, Jacques Martain, Jujun S.Suriasumatri
06.02 Objek dan tujuan Epistemologi
Jika diamati secara cermat, sebenarnya objek tidak sama dengan tujuan. Objek sama dengan sasaran, sedang tujuan hampir sama dengan harapan. Meskipun berbeda, tetapi objek dan tujuan memiliki hubungan yang berkesinambungan, sebab objeklah yang mengantarkan tercapainya tujuan.
Objek epistemologi ini menurut Jujun S.Suriasumatri berupa "segenap proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan." Proses untuk memperoleh pengetahuan inilah yang menjadi sasaran teori pengetahuan dan sekaligus berfungsi mengantarkan tercapainya tujuan, sebab sasaran itu merupakan suatu tahap pengantara yang harus dilalui dalam mewujudkan tujuan. Tanpa suatu sasaran, mustahil tujuan bisa terealisir, sebaliknya tanpa suatu tujuan, maka sasaran menjadi tidak terarah sama sekali.
Jacques Martain mengatakan: "Tujuan epistemologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab pertanyaan, apakah saya dapat tahu, tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang memungkinkan saya dapat tahu". Hal ini menunjukkan, bahwa epistemologi bukan untuk memperoleh pengetahuan kendatipun keadaan ini tak bisa dihindari, akan tetapi yang menjadi pusat perhatian dari tujuan epistemologi adalah lebih penting dari itu, yaitu ingin memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan.
Objek epistemologi adalah pengetahuan itu sendiri, yaitu studi tentang asal-usul, sifat, metode, batasan, dan validitas pengetahuan. Epistemologi berusaha untuk memahami bagaimana kita memperoleh pengetahuan, bagaimana kita membenarkan keyakinan kita, dan bagaimana kita dapat membedakan pengetahuan yang sahih dari yang tidak sahih.
Epistemologi mempelajari proses-proses kognitif dan rasionalitas manusia, serta peran pengalaman, persepsi, akal budi, dan bahasa dalam pembentukan pengetahuan. Itu melibatkan pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang bisa kita ketahui, bagaimana kita tahu apa yang kita tahu, apa yang membenarkan keyakinan kita, dan bagaimana pengetahuan berkembang seiring waktu.
Tujuan utama epistemologi adalah untuk memahami dan memperbaiki metodologi pengetahuan manusia. Beberapa tujuan khusus epistemologi termasuk:
- Menjelaskan Asal-Usul Pengetahuan: Membahas bagaimana kita memperoleh pengetahuan, apakah itu melalui pengalaman indrawi, akal budi, atau sumber-sumber lain.
- Menganalisis Kepastian Pengetahuan: Memeriksa bagaimana kita dapat membenarkan atau memperkuat keyakinan kita dan mengatasi keraguan atau ketidakpastian.
- Menentukan Kriteria Kepada Kepastian Pengetahuan: Membahas standar rasionalitas dan kriteria validitas dalam pengambilan keputusan dan keyakinan.
- Mengeksplorasi Batasan Pengetahuan: Meneliti keterbatasan pengetahuan manusia dan batasan-batasan dalam mencapai pemahaman yang lengkap dan pasti tentang dunia.
- Mengembangkan Metode Ilmiah: Menyelidiki metode dan pendekatan yang efektif dalam memperoleh, memvalidasi, dan memperluas pengetahuan di berbagai bidang studi.
- Membahas Hubungan Subyek dan Objek Pengetahuan: Meneliti hubungan antara pengetahuan dan subjek yang mengenalinya, termasuk peran pengalaman, persepsi, dan struktur kognitif individu dalam proses pengetahuan.
Tujuan utama epistemologi adalah untuk membantu kita memahami sifat dan batasan pengetahuan manusia, serta mengembangkan kerangka pemikiran yang rasional dan kritis untuk memperoleh pengetahuan yang lebih baik dan lebih akurat.
06.02 Objek dan tujuan Epistemologi
# objek tidak sama dengan tujuan, Objek sama dengan sasaran, sedang tujuan hampir sama dengan harapan, Jacques Martain, Jujun S.Suriasumatri
Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, tidak jarang pemahaman objek disamakan dengan tujuan, sehingga pengertiannya menjadi rancu bahkan kabur.
Jika diamati secara cermat, sebenarnya objek tidak sama dengan tujuan. Objek sama dengan sasaran, sedang tujuan hampir sama dengan harapan. Meskipun berbeda, tetapi objek dan tujuan memiliki hubungan yang berkesinambungan, sebab objeklah yang mengantarkan tercapainya tujuan.
Objek epistemologi ini menurut Jujun S.Suriasumatri berupa "segenap proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan." Proses untuk memperoleh pengetahuan inilah yang menjadi sasaran teori pengetahuan dan sekaligus berfungsi mengantarkan tercapainya tujuan, sebab sasaran itu merupakan suatu tahap pengantara yang harus dilalui dalam mewujudkan tujuan. Tanpa suatu sasaran, mustahil tujuan bisa terealisir, sebaliknya tanpa suatu tujuan, maka sasaran menjadi tidak terarah sama sekali.
Jacques Martain mengatakan: "Tujuan epistemologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab pertanyaan, apakah saya dapat tahu, tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang memungkinkan saya dapat tahu". Hal ini menunjukkan, bahwa epistemologi bukan untuk memperoleh pengetahuan kendatipun keadaan ini tak bisa dihindari, akan tetapi yang menjadi pusat perhatian dari tujuan epistemologi adalah lebih penting dari itu, yaitu ingin memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan.
Objek epistemologi ini menurut Jujun S.Suriasumatri berupa "segenap proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan." Proses untuk memperoleh pengetahuan inilah yang menjadi sasaran teori pengetahuan dan sekaligus berfungsi mengantarkan tercapainya tujuan, sebab sasaran itu merupakan suatu tahap pengantara yang harus dilalui dalam mewujudkan tujuan. Tanpa suatu sasaran, mustahil tujuan bisa terealisir, sebaliknya tanpa suatu tujuan, maka sasaran menjadi tidak terarah sama sekali.
Jacques Martain mengatakan: "Tujuan epistemologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab pertanyaan, apakah saya dapat tahu, tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang memungkinkan saya dapat tahu". Hal ini menunjukkan, bahwa epistemologi bukan untuk memperoleh pengetahuan kendatipun keadaan ini tak bisa dihindari, akan tetapi yang menjadi pusat perhatian dari tujuan epistemologi adalah lebih penting dari itu, yaitu ingin memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan.
06.02 Objek dan tujuan Epistemologi
Jika diamati secara cermat, sebenarnya objek tidak sama dengan tujuan. Objek sama dengan sasaran, sedang tujuan hampir sama dengan harapan. Meskipun berbeda, tetapi objek dan tujuan memiliki hubungan yang berkesinambungan, sebab objeklah yang mengantarkan tercapainya tujuan.
Objek epistemologi ini menurut Jujun S.Suriasumatri berupa "segenap proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan." Proses untuk memperoleh pengetahuan inilah yang menjadi sasaran teori pengetahuan dan sekaligus berfungsi mengantarkan tercapainya tujuan, sebab sasaran itu merupakan suatu tahap pengantara yang harus dilalui dalam mewujudkan tujuan. Tanpa suatu sasaran, mustahil tujuan bisa terealisir, sebaliknya tanpa suatu tujuan, maka sasaran menjadi tidak terarah sama sekali.
Jacques Martain mengatakan: "Tujuan epistemologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab pertanyaan, apakah saya dapat tahu, tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang memungkinkan saya dapat tahu". Hal ini menunjukkan, bahwa epistemologi bukan untuk memperoleh pengetahuan kendatipun keadaan ini tak bisa dihindari, akan tetapi yang menjadi pusat perhatian dari tujuan epistemologi adalah lebih penting dari itu, yaitu ingin memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan.
Objek epistemologi adalah pengetahuan itu sendiri, yaitu studi tentang asal-usul, sifat, metode, batasan, dan validitas pengetahuan. Epistemologi berusaha untuk memahami bagaimana kita memperoleh pengetahuan, bagaimana kita membenarkan keyakinan kita, dan bagaimana kita dapat membedakan pengetahuan yang sahih dari yang tidak sahih.
Epistemologi mempelajari proses-proses kognitif dan rasionalitas manusia, serta peran pengalaman, persepsi, akal budi, dan bahasa dalam pembentukan pengetahuan. Itu melibatkan pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang bisa kita ketahui, bagaimana kita tahu apa yang kita tahu, apa yang membenarkan keyakinan kita, dan bagaimana pengetahuan berkembang seiring waktu.
Tujuan utama epistemologi adalah untuk memahami dan memperbaiki metodologi pengetahuan manusia. Beberapa tujuan khusus epistemologi termasuk:
- Menjelaskan Asal-Usul Pengetahuan: Membahas bagaimana kita memperoleh pengetahuan, apakah itu melalui pengalaman indrawi, akal budi, atau sumber-sumber lain.
- Menganalisis Kepastian Pengetahuan: Memeriksa bagaimana kita dapat membenarkan atau memperkuat keyakinan kita dan mengatasi keraguan atau ketidakpastian.
- Menentukan Kriteria Kepada Kepastian Pengetahuan: Membahas standar rasionalitas dan kriteria validitas dalam pengambilan keputusan dan keyakinan.
- Mengeksplorasi Batasan Pengetahuan: Meneliti keterbatasan pengetahuan manusia dan batasan-batasan dalam mencapai pemahaman yang lengkap dan pasti tentang dunia.
- Mengembangkan Metode Ilmiah: Menyelidiki metode dan pendekatan yang efektif dalam memperoleh, memvalidasi, dan memperluas pengetahuan di berbagai bidang studi.
- Membahas Hubungan Subyek dan Objek Pengetahuan: Meneliti hubungan antara pengetahuan dan subjek yang mengenalinya, termasuk peran pengalaman, persepsi, dan struktur kognitif individu dalam proses pengetahuan.
Tujuan utama epistemologi adalah untuk membantu kita memahami sifat dan batasan pengetahuan manusia, serta mengembangkan kerangka pemikiran yang rasional dan kritis untuk memperoleh pengetahuan yang lebih baik dan lebih akurat.
Materi Kuliah:
