WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 662 kali.
Materi Kuliah Komputer Forensik
12.02 Analisa Malware
#
* Monitoring Aktifitas Malware.
Pada tahapan ini dilakukan monitoring dari perilaku malware untuk mengetahui bagaimana malware berinteraksi dengan sistem. Tahap ini dibutuhkan untuk memudahkan ketika dilakukannya proses disassembly karena sudah mengetahui alur proses dari sample malware.
* Disassembly, Decompile, Debugging.
Tahap ini merupakan tahapan yang paling dominan dalam melakukan reverse engineering malware. Pada tahap debugging, assembly, dan disassembly dilakukan pembongkaran source dari malware untuk mencari informasi untuk membuktikan hipotesa awal setelah dilakukan tahapan sebelumnya.
12.02 Analisa Malware
#
Malicous Software yang biasa dikenal dengan sebutan malware merupakan sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk dapat menyusup kedalam sistem tanpa diketahui pemilik sistem. Aplikasi tersebut umumnya memuat sebuah perintah yang telah dibuat dengan tujuan khusus. Perintah tersebut seperti menyebarkan virus, Trojan, Worm, atau memasang backdoor didalam sistem. Lebih sederhananya Malware merupakan sebuah aplikasi yang dirancang untuk membuat celah pada keamanan sistem komputer.
Malware yang pertama kali dikembangkan adalah dari jenis worm dan virus. Malware dari jenis worm dan virus menyebar sangat cepat melalui media penyimpanan dan local area network. Malware pada saat diciptakan hanya bertujuan sebagai tindakan jahil dari seseorang yang memiliki kemampuan program khusus untuk menjahili teman atau korban. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan jaringan internet malware menjadi sangat berbahaya.
Malware yang pertama kali dikembangkan adalah dari jenis worm dan virus. Malware dari jenis worm dan virus menyebar sangat cepat melalui media penyimpanan dan local area network. Malware pada saat diciptakan hanya bertujuan sebagai tindakan jahil dari seseorang yang memiliki kemampuan program khusus untuk menjahili teman atau korban. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan jaringan internet malware menjadi sangat berbahaya.
Menurut Mada R Perdhana, terdapat 3 jenis atau type dari malware, yaitu :
1) Malware Tipe Infeksi.
1) Malware Tipe Infeksi.
Malware pada tipe ini melakukan serangan kedalam sistem dengan melakukan infeksi dan menggandakan diri ketika berhasil melakukan infeksi kedalam file atau sistem. Malware jenis ini lebih banyak ditemui dan paling banyak dikenal di kalangan pengguna teknologi informasi, Malware ini merupakan jenis virus, dan worm. Malware tipe ini lebih cepat menyebar dari sistem satu ke sistem lainnnya karena ditanamkan fungsi penggandaan diri didalamnya.
2) Malware Tipe Tersebulung.
Tipe malware ini akan diberikan teknologi untuk penyelamatan diri oleh pembuat malware. Teknik yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan kamuflase kedalam sistem, hal tersebut membuat user tidak menyadari bahwa sistem yang dimiliki telah terinfeksi malware. Teknik lain yang dilakukan adalah dengan membuat malware tersebut melakukan perlindungan diri dengan sendirinya dengan menginfeksi aplikasi service seperti svhost yang akan aktif dengan sendiri ketika sistem melakukan reboot. Teknik ini sedikit susah dalam penangannya karena sistem akan menolak ketika aplikasi malware terhapus karena akan menghapus sebuah service pada sistem. Cara yang bisa dilakukan dalam penghapusan adalah dengan mengetahui bagaimana Malware tersebut melakukan infeksi saat awal dan menghapus prosess tree dari struktur registry dan harus dilakukan secara manual.
3) Malware Tipe Profit Oriented.
2) Malware Tipe Tersebulung.
Tipe malware ini akan diberikan teknologi untuk penyelamatan diri oleh pembuat malware. Teknik yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan kamuflase kedalam sistem, hal tersebut membuat user tidak menyadari bahwa sistem yang dimiliki telah terinfeksi malware. Teknik lain yang dilakukan adalah dengan membuat malware tersebut melakukan perlindungan diri dengan sendirinya dengan menginfeksi aplikasi service seperti svhost yang akan aktif dengan sendiri ketika sistem melakukan reboot. Teknik ini sedikit susah dalam penangannya karena sistem akan menolak ketika aplikasi malware terhapus karena akan menghapus sebuah service pada sistem. Cara yang bisa dilakukan dalam penghapusan adalah dengan mengetahui bagaimana Malware tersebut melakukan infeksi saat awal dan menghapus prosess tree dari struktur registry dan harus dilakukan secara manual.
3) Malware Tipe Profit Oriented.
Setiap Malware diciptakan untuk tujuan tertentu begitu juga dengan Malware pada tipe ini. Malware ini bekerja sesuai nama yang diberikan yaitu berhubungan dengan keuntungan pribadi, kelompok, organisasi, dan negara.
Malware yang diciptakan untuk tujuan keuntungan financial maupun non financial ini banyak ditemukan melakukan
a) Infeksi dengan menyebar melalui trojan horse.
b) Memblokir sistem komputer (jenis malware Ransomware) atau file di komputer sampai sejumlah uang dibayarkan. Sebagian besar ransomware akan mengenkripsi data di komputer dengan kunci yang tidak diketahui oleh pengguna. Jika tebusan tidak dibayarkan, maka peretas akan mengancam untuk memusnahkan data-data penting di dalamnya. Anda dapat melakukan beberapa cara untuk menghindari serangan ini, seperti tidak membuka link mencurigkan, berhati-hati ketika menggunakan wifi publik, rutin back up data, selalu memperbarui software dan OS, dan lain-lain.
Malware adalah sebuah program yang sudah dibuat dalam bentuk executable, dalam bentuk compile ke: word, pdf, doc, dll extension, dll. Dengan hal tersebut kita membutuhkan sebuah teknik untuk dapat menganalisa malware tersebut.
Ada 2 pendekatan dalam melakukan analisa malware: statis dan dinamis.
Statis lebih kepada pendekatan struktur malware itu dibuat, dengan kata lain melakukan reverse engineering kepada malware tersebut. Sedangkan dinamis lebih kepada pendekatan analisa yang secara kasat mata atau dengan kata lain interaksi penuh dengan malware dengan menjalankan file malware tersebut.
Dalam hal ini terdapat konsep dasar analisa malware dengan reverse engineering yaitu:
Malware Defined.
Tahap pertama dalam analisa malware adalah mengklasifikasikan type dan jenis sample malware. Pada tahapan pendefinisan ini merupakan sebuah tahapan peneliti malware memberikan hipotesa atau kesimpulan sementara dari type dan jenis malware.
Define Goal Malware Analysis.
Analisa Malware memiliki goal atau tujuan yang harus tercapai untuk membuktikan keberhasilan dari pembongkaran malware. secara umum tujuan itu menentukan apa yang terjadi, memastikan file, dan mesin yang mempunyai kemungkinan terkena infeksi Malware. selain itu juga Malware analisis memiliki goal untuk memberikan prosentase kemungkinan kerusakan yang diakibatkan oleh Malware.
Dalam hal ini terdapat konsep dasar analisa malware dengan reverse engineering yaitu:
Malware Defined.
Tahap pertama dalam analisa malware adalah mengklasifikasikan type dan jenis sample malware. Pada tahapan pendefinisan ini merupakan sebuah tahapan peneliti malware memberikan hipotesa atau kesimpulan sementara dari type dan jenis malware.
Define Goal Malware Analysis.
Analisa Malware memiliki goal atau tujuan yang harus tercapai untuk membuktikan keberhasilan dari pembongkaran malware. secara umum tujuan itu menentukan apa yang terjadi, memastikan file, dan mesin yang mempunyai kemungkinan terkena infeksi Malware. selain itu juga Malware analisis memiliki goal untuk memberikan prosentase kemungkinan kerusakan yang diakibatkan oleh Malware.
MAER (Malware Analysis Environtment and Requirement).
Malware analysis environment merupakan pembahasan yang mengarah pada kebutuhan seorang peneliti malware dalam melakukan penelitian terhadap malware. Pada malware analisis environment tidak dijelaskan mengenai teknik atau proses analisa malware tetapi pembahasan ini mengarah pada komponen, design, dan arsitektur yang diperlukan dalam membangun laboratorium malware analisis. Komponen yang ada didalam MAER antara lain: Malware Source, Virtual machine environment, Network hub
Malware Identification.
Proses identifikasi malware merupakan sebuah tahapan seorang malware analys mendapatkan identitas dan data string dari sample malware.
Malware analysis environment merupakan pembahasan yang mengarah pada kebutuhan seorang peneliti malware dalam melakukan penelitian terhadap malware. Pada malware analisis environment tidak dijelaskan mengenai teknik atau proses analisa malware tetapi pembahasan ini mengarah pada komponen, design, dan arsitektur yang diperlukan dalam membangun laboratorium malware analisis. Komponen yang ada didalam MAER antara lain: Malware Source, Virtual machine environment, Network hub
Malware Identification.
Proses identifikasi malware merupakan sebuah tahapan seorang malware analys mendapatkan identitas dan data string dari sample malware.
* Monitoring Aktifitas Malware.
Pada tahapan ini dilakukan monitoring dari perilaku malware untuk mengetahui bagaimana malware berinteraksi dengan sistem. Tahap ini dibutuhkan untuk memudahkan ketika dilakukannya proses disassembly karena sudah mengetahui alur proses dari sample malware.
* Disassembly, Decompile, Debugging.
Tahap ini merupakan tahapan yang paling dominan dalam melakukan reverse engineering malware. Pada tahap debugging, assembly, dan disassembly dilakukan pembongkaran source dari malware untuk mencari informasi untuk membuktikan hipotesa awal setelah dilakukan tahapan sebelumnya.
Materi Kuliah:
