Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 29 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Geopolitik Dunia
Selasa, 14 April 2026

Blokade Selat Hormuz. Ini Bukan Sekadar Perang. Tetapi Perebutan Kendali atas Jalur Energi Global

kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik dunia
kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik dunia

Dunia hari ini tidak sedang menyaksikan perang biasa.

Ketika Amerika Serikat melakukan blokade terhadap Selat Hormuz, yang terjadi bukan sekadar konflik militer. Ini adalah langkah strategis yang menyentuh jantung ekonomi global:
kendali atas jalur energi dunia.

Selat Kecil, Dampak Tak Terbatas

Selat Hormuz adalah jalur sempit, tetapi memiliki pengaruh luar biasa:
  • Sekitar 20% minyak dunia melewati jalur ini
  • Menjadi akses utama negara-negara Teluk untuk ekspor energi
  • Hampir tidak ada jalur alternatif yang efisien

Artinya sederhana:
Siapa mengendalikan jalur ini, mengendalikan aliran energi global.

Dan ketika aliran energi terganggu, dunia tidak punya banyak pilihan, selain ikut terdampak.

Blokade: Senjata Modern Tanpa Peluru

Blokade bukan sekadar strategi militer. Ini adalah senjata ekonomi.

Dengan mengganggu distribusi energi, dampaknya langsung terasa:
  • Harga minyak naik
  • Biaya produksi meningkat
  • Inflasi menyebar ke berbagai negara

Tanpa menembakkan satu peluru pun, efeknya bisa melumpuhkan ekonomi banyak negara sekaligus.

Indonesia: Bertahan Tanpa Menaikkan BBM

Di tengah tekanan global, Indonesia mengambil langkah yang tidak mudah:
Tidak menaikkan harga BBM.

Bagi masyarakat, ini tentu melegakan.
Namun dari sisi ekonomi negara, ini adalah keputusan yang sangat berat.

Karena:
  • Harga minyak dunia naik
  • Biaya impor meningkat
  • Selisih harga ditanggung oleh negara

Artinya:
Beban tidak hilang, tetapi dialihkan ke APBN melalui subsidi.

Stabilitas Dijaga, Risiko Ditunda

Kebijakan ini memang menjaga:
  • Daya beli masyarakat
  • Stabilitas sosial
  • Inflasi tetap terkendali

Namun ada konsekuensi:
  • Subsidi energi membengkak
  • Tekanan terhadap keuangan negara meningkat
  • Risiko fiskal ditunda ke masa depan

Dengan kata lain:
Indonesia sedang "menahan benturan” agar tidak langsung dirasakan rakyat.

Dampak Ekonomi yang Mulai Terasa

Meskipun BBM tidak naik, efek lain tetap berjalan.

Fenomena Cost Push Inflation mulai muncul:
  • Biaya logistik meningkat
  • Harga barang perlahan naik
  • Tekanan terhadap nilai tukar

Ini adalah dampak yang sering tidak terlihat langsung, tetapi nyata.


Pelajaran Besar: Ketergantungan Energi adalah Kelemahan

Krisis ini membuka satu fakta penting:
Negara yang bergantung pada energi impor akan selalu rentan.

Selama Indonesia masih:
  • Mengimpor minyak
  • Bergantung pada harga global
  • Tidak mandiri energi

maka setiap konflik global akan langsung terasa di dalam negeri.


Biogas: Solusi Nyata yang Selama Ini Terlupakan

Di tengah situasi ini, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar: biogas.

Biogas dihasilkan dari:
  • Limbah ternak
  • Sampah organik
  • Limbah pertanian

Melalui proses Anaerobic Digestion, limbah ini diubah menjadi energi.

Mengapa Biogas Sangat Strategis?
1. Energi Lokal, Bukan Impor

Biogas diproduksi dari sumber dalam negeri:
Tidak tergantung pasar global
Tidak terpengaruh konflik internasional

2. Mengurangi Beban Subsidi

Jika masyarakat beralih ke biogas:
Konsumsi LPG berkurang
Beban APBN menurun

3. Ketahanan Energi dari Desa

Biogas memungkinkan:
Desa mandiri energi
Ketahanan ekonomi lokal meningkat

Artinya:
Ketahanan nasional dimulai dari ketahanan desa.

Bayangkan Jika Ini Dilakukan Serius

Jika biogas dikembangkan secara masif:
  • Ribuan desa bisa mandiri energi
  • Impor energi berkurang signifikan
  • Indonesia lebih tahan terhadap krisis global

Ini bukan sekadar solusi alternatif.

Ini adalah strategi masa depan.

Kenapa Belum Maksimal?

Beberapa tantangan:
  • Kurangnya edukasi masyarakat
  • Investasi awal instalasi
  • Belum menjadi prioritas utama

Padahal potensinya sangat besar.


Kesimpulan: Bertahan Hari Ini, Berbenah untuk Masa Depan

blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat menunjukkan bahwa dunia sedang berebut kendali energi.

Sementara itu, Indonesia memilih untuk:
Bertahan dengan tidak menaikkan BBM.

Namun bertahan saja tidak cukup.


Penutup

Hari ini, Indonesia masih bisa menahan dampak.
Rakyat belum merasakan lonjakan langsung.

Tapi dunia sedang berubah.

Energi bukan lagi sekadar kebutuhan.
Energi adalah alat kendali global.

Dan jika Indonesia ingin benar-benar kuat,
maka jawabannya bukan hanya menahan harga…

tetapi membangun kemandirian.

Bukan dari luar.
Tetapi dari dalam.




Blokade Selat Hormuz. Ini Bukan Sekadar Perang. Tetapi Perebutan Kendali atas Jalur Energi Global








NEXT:

Buku Karangan Annie Jacobsen | Menit demi menit: apa yang terjadi jika bom nuklir menghantam dan bagaimana cara bertahan hidup


PREV:

Selat Hormuz Ditutup 1 Bulan: Apa yang Terjadi di Indonesia?

NEXT:

Buku Karangan Annie Jacobsen | Menit demi menit: apa yang terjadi jika bom nuklir menghantam dan bagaimana cara bertahan hidup


PREV:

Selat Hormuz Ditutup 1 Bulan: Apa yang Terjadi di Indonesia?

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Geopolitik Dunia :
  • Perdamaian AS-Iran: Damai di Atas Kertas, Perang di Dalam Pikiran
  • Rencana Damai Amerika-Iran: Perdamaian Sejati
  • Taiwan sebagai Warisan Politik Besar Xi
  • 2026-2028: Dunia Sedang Berubah Arah
  • Eropa Mulai Panas: Jerman Bangun Otot, atau Dunia Mulai Masuk Fase Early Pre-war Economic Behavior
  • Drone Rp5 Juta Hancurkan Tank Rp50 Miliar: Inilah Wajah Perang Baru
  • Blokade Selat Hormuz. Ini Bukan Sekadar Perang. Tetapi Perebutan Kendali atas Jalur Energi Global
  • Perang Panjang Ekonomi Global: Saat Yuan Mulai Menantang Dolar
  • Jika Perang Berlarut, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?
  • Kenapa Suku Bunga Belum Turun? Jawabannya Ada di Iran
  • SELAT HORMUZ: BOM WAKTU DUNIA ATAU SEKADAR DRAMA GEOPOLITIK?
  • Israel Kembali Berdiri Setelah 2.000 Tahun: Kebetulan Sejarah atau Nubuat yang Tergenapi?
  • Hoax Besar! Benarkah Indonesia Dipaksa Gabung Israel oleh Trump? Ini Faktanya
  • Elam Akan Dipulihkan: Harapan Tuhan Bagi Bangsa-Bangsa
  • Elam, Iran, dan Cara Membaca Gejolak Dunia
  • Dunia Lelah Berperang, Tapi Tak Berhenti Bertikai
  • Penutupan Selat Hormuz: Skenenario Terburuk vs Skenario Realistis
  • The latest news updates from the United States as of January 31, 2025
  • The latest news updates from the United States as of January 29, 2025
  • Trump Asks OPEC to Lower Oil Prices. Will it be approved by OPEC?
  • Donald Trump Tells Saudi Arabia to drop oil prices to end Russia-Ukraine War
  • What did Trump seek to annex Greenland?

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan