Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 80 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Ekonomi Indonesia
Rabu, 25 Maret 2026

Bukan Soal Chaos—Tapi Soal Siapa yang Tumbang Lebih Dulu

Ilustrasi persaingan geopolitik dan krisis ekonomi global dengan negara-negara besar saling menekan dalam perang kekuatan dunia modern
Ilustrasi persaingan geopolitik dan krisis ekonomi global dengan negara-negara besar saling menekan dalam perang kekuatan dunia modern


"Kalau terjadi gejolak di Indonesia, yang jatuh dulu bukan gedung… tapi kepercayaan. Dan saat uang mulai bergerak, dampaknya akan terasa ke semua, terutama rakyat kecil.”

Isu tentang potensi "chaos” di Indonesia belakangan ini ramai dibicarakan.
Sebagian panik. Sebagian menertawakan.

Tapi ada satu pertanyaan yang jauh lebih penting:
Jika benar terjadi gejolak, siapa yang paling dulu merasakan dampaknya?

Jawabannya mungkin tidak seperti yang banyak orang bayangkan.


Yang Jatuh Pertama Bukan Gedung, Tapi Kepercayaan

Dalam dunia Ekonomi Makro, krisis hampir selalu dimulai dari sesuatu yang tidak terlihat:
kepercayaan

Ketika kepercayaan goyah:
  • investor mulai ragu
  • uang mulai berpindah
  • pasar mulai gelisah
Dan dari sinilah semuanya bergerak.


Rupiah Bergerak Lebih Cepat dari Kepanikan

Jika ada tekanan besar, rupiah biasanya jadi yang paling cepat bereaksi.

Bukan karena Indonesia lemah,
tapi karena pasar keuangan bekerja dalam hitungan detik.

Saat ketidakpastian naik:
  • permintaan dolar meningkat
  • arus modal keluar
  • nilai tukar tertekan
Dan ini sering terjadi sebelum masyarakat sadar ada masalah.


Bank Tidak Langsung Jatuh, Tapi Bisa Diuji

Perbankan bukan sektor yang mudah runtuh.
Tapi ada satu hal yang bisa mengguncangnya:
hilangnya kepercayaan publik

Dalam perspektif Manajemen Risiko Keuangan, ini dikenal sebagai crisis of confidence.

Ketika orang mulai bertanya:
"Apakah uang saya aman?”

Itu sudah cukup untuk menciptakan tekanan.


UMKM: Yang Paling Cepat Terasa

Sementara elite masih berdiskusi,
UMKM langsung merasakan dampaknya.
  • pembeli berkurang
  • omzet turun
  • arus kas terganggu
- Mereka tidak punya waktu untuk menunggu kebijakan.
- Mereka hidup dari transaksi hari ini.

Dan di sinilah realitas krisis paling nyata terlihat.


Saat Orang Berhenti Belanja, Ekonomi Ikut Melambat

Indonesia kuat di konsumsi.
Tapi kekuatan itu bisa berubah jadi titik lemah jika kepercayaan turun.

Saat masyarakat mulai berpikir:
  • "tahan dulu”
  • "hemat dulu”
maka:
  • bisnis melambat
  • perputaran uang menurun
  • ekonomi ikut tertahan

Investasi Tidak Hilang, Tapi Bisa Diam

Dalam kondisi tidak pasti, investor jarang panik.
Mereka hanya melakukan satu hal:
menunggu
  • Proyek ditunda
  • Ekspansi dihentikan
  • Keputusan ditahan
Dan ekonomi pun terasa seperti "diam di tempat”


Ini Bukan Ramalan--Ini Pola

Penting untuk dipahami:
  • Ini bukan prediksi bahwa chaos pasti terjadi
  • Ini adalah pola yang berulang dalam banyak krisis
Dan kabar baiknya:
  • Indonesia bukan negara tanpa daya tahan
  • Yang Kuat Akan Bertahan, Yang Siap Akan Menang
Dalam setiap gejolak, selalu ada dua tipe orang:
  • Yang panik dan ikut arus
  • Yang tenang dan bersiap
Perbedaannya bukan pada kondisi,
tapi pada cara merespons


Penutup: Tenang Bukan Berarti Tidak Peduli

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan…” (Mazmur 46:1)

Artinya:
kita tidak hidup dalam ketakutan
tapi juga tidak hidup tanpa kesiapan


Kesimpulan 

Jika gejolak terjadi:
  • Yang bergerak pertama adalah uang
  • Yang terguncang pertama adalah kepercayaan
  • Dan yang paling cepat merasakan adalah rakyat kecil
- Bukan soal apakah chaos akan terjadi.
- Tapi soal: apakah kita siap jika sesuatu berubah.



Bukan Soal Chaos—Tapi Soal Siapa yang Tumbang Lebih Dulu








NEXT:

Obligasi Menggoda, Emas Ditinggalkan? Ini Fakta Sebenarnya!


PREV:

Gak Banyak yang Tahu! Cara Daftar QRIS DANA untuk UMKM, 1 Hari Langsung Aktif

NEXT:

Obligasi Menggoda, Emas Ditinggalkan? Ini Fakta Sebenarnya!


PREV:

Gak Banyak yang Tahu! Cara Daftar QRIS DANA untuk UMKM, 1 Hari Langsung Aktif

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Ekonomi Indonesia :
  • Batam, Magnet Baru BRICS di Asia Tenggara dan Jalan Indonesia Menuju Raksasa Perdagangan Dunia
  • Di Balik Viral 32 Nama, Ada Pertanyaan Lebih Besar: Siapa Mengendalikan Proyek MBG?
  • Dolar Bakal Anjlok? Ini Tanda-Tanda yang Mulai Terlihat di Dunia
  • Indonesia–Filipina Pilih Barter: Mengurangi Ketergantungan pada Dolar
  • Rupiah Tembus Rp17.967 per Dolar AS: Peran Investor SRBI dalam Mendorong Kenaikan Nilai Tukar
  • Seluruh Transaksi Wajib Pakai Rupiah: Bukan Sekadar Aturan, tetapi Pertaruhan Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • Mengapa Dolar Singapura Sering Muncul dalam Kasus Dugaan Suap Impor di Tanjung Priok?
  • RI STOP IMPOR LPG: Mimpi Besar Kedaulatan Energi atau Taruhan Ekonomi Nasional?
  • Jual Beli Dapur MBG Berujung Bui? Ketika Program untuk Anak Bangsa Tersandera Konflik Kepentingan
  • Mulai Terjadi! CNG Gantikan LPG di Rembang
  • Rupiah Kuat, Indonesia Hebat: Mengapa Target Rp15.000 Layak Diperjuangkan
  • Percepatan 13 Proyek Hilirisasi: Langkah Indonesia Menuju Negara Industri Modern
  • Strategi Kilat Menaikkan Rupiah 15.000 Sebelum Akhir Tahun 2026
  • Prabowo Diam-Diam Siapkan 400 Calon Bos BUMN Masa Depan, Siapa Saja Orangnya?
  • Tata Kelola Ekspor Satu Pintu Mulai 1 Juni 2026, Pemerintah Tegaskan Tidak Ditunda
  • GARA GARA AMERIKA!
  • Prabowo Umumkan Skema Ekspor SDA Satu Pintu melalui BUMN, Ini Detailnya
  • Bagaimana Kalau Akhir Tahun 2026 Rupiah Menguat Menjadi Rp 10.500 per USD?
  • Danantara: Harapan Baru Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • BI Rate Naik Jadi 5,25%. Rupiah Menguat, Investor Mulai Melihat Indonesia Lebih Stabil
  • Kesimpulan Pidato Presiden Prabowo Subianto Hari Ini: Dugaan Permainan Ekspor Mulai Disorot
  • Kurangi Ketergantungan Impor: Saatnya Menyelidiki Dugaan Permainan Impor
  • Prabowo Perkuat Tata Kelola Ekspor Nasional Lewat BUMN
  • Jika Inflasi dan Deflasi Bertemu: Apa Sebenarnya yang Terjadi?
  • Kenaikan Dolar Tidak Mempengaruhi Desa di Indonesia
  • Jika Jembatan Selat Sunda Benar-Benar Dibangun, Dampaknya Bisa Sangat Besar bagi Indonesia
  • Rupiah Melemah, Ekspor Menguat? Memahami Realita Ekonomi Indonesia
  • Faktor Penyebab Rupiah Melemah di Saat Ekonomi Indonesia Melesat Naik
  • Rupiah Tidak Takut 1998---Ia Takut Kita Kehilangan Kepercayaan
  • Peta “Kebocoran Ekonomi” Paling Mahal di Indonesia
  • Harusnya Apa yang Perlu Dilakukan Bank Indonesia?
  • TIDAK ADA ALASAN UNTUK DEMO TURUN KE JALAN MEMPROTES PEMERINTAH
  • Surplus Perdagangan Tinggi, Mengapa Rasa Aman Belum Terbangun?
  • Bukan Soal Chaos—Tapi Soal Siapa yang Tumbang Lebih Dulu
  • Menyibak Visi dan Misi Sang Menkeu: Arah Kebijakan yang Menentukan Akhir Cerita Ekonomi Indonesia
  • Dunia Nyata - Ekonomi Internasional

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan