WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 167 kali.
Home >
Opinion
Kategori: Sastra & Cerita Pendek
Selasa, 07 Oktober 2025
Kategori: Sastra & Cerita Pendek
Selasa, 07 Oktober 2025
Cinta di Dunia Bitcoin
Di sebuah kota kecil bernama Kriptoland, hiduplah seorang pemuda ganteng bernama Roni Satoshi, panggilannya Roni Coin. Dia terkenal di kampusnya bukan karena nilai A, tapi karena setiap kali makan di kantin, dia selalu bilang ke kasir:
"Bisa bayar pakai Bitcoin, nggak?”
Kasirnya biasanya jawab,
"Bitcoin apaan, Bang? Kita cuma terima pembayaran dengan QRIS.”
Tapi Roni tetap santai. "Suatu hari nanti, semua orang bakal pakai Bitcoin,” katanya sambil mengedipkan mata ke kamera CCTV (padahal bukan vlog).
Lalu masuklah seorang gadis cantik, Namanya Mira Blockchain
Mira ini mahasiswa ekonomi yang suka hal-hal modern. Suatu hari, dia duduk di taman kampus sambil baca buku tebal berjudul "Cara Menjadi Kaya Tanpa Kerja Keras (Katanya)”.
Roni lewat dan lihat cover bukunya.
"Heh, kamu tahu nggak, cara paling gampang jadi kaya itu… invest di Bitcoin.”
Mira langsung melirik, "Bitcoin? Itu kan yang bisa bikin orang kaya atau stres mendadak?”
"Ya, tergantung kamu beli di harga berapa,” jawab Roni sambil nyengir.
Mereka pun ngobrol panjang. Dari situ, cinta mulai tumbuh.
Katanya sih, love at first blockchain.
Mereka mulai pacaran, tapi semua transaksinya pakai Bitcoin.
Bayar kopi? kirim 0.00012 BTC
Pesan bunga? transfer 0.0005 BTC
Nonton bioskop? "Maaf sayang, harga Bitcoin lagi turun, kita nonton YouTube aja ya.”
Suatu kali, Mira ngambek karena Roni lupa bayar pesanannya di toko online.
Roni panik dan langsung kirim Bitcoin… tapi karena salah ketik alamat wallet, uangnya nyasar entah ke mana.
Mira: "Sayang, uangnya nyampe ke siapa?”
Roni: "Entahlah, mungkin ke dompetnya Elon Musk.”
Sejak hari itu, Mira selalu bilang,
"Kalau mau kirim Bitcoin, baca alamatnya tiga kali sambil berdoa.”
Turun Harga
Suatu malam, harga Bitcoin anjlok 20%.
Roni panik banget.
"Sayang, cinta kita ikut turun 20% nggak?”
Mira jawab santai:
"Tenang, cinta sejati nilainya stabil kayak rupiah di hati ibu negara.”
Beberapa tahun kemudian, Bitcoin naik tinggi lagi.
Roni ngajak Mira ke taman tempat pertama mereka bertemu.
Roni: "Sayang, dulu aku kirim kamu 0.01 BTC buat beli kopi, tahu nggak nilainya sekarang berapa?”
Mira: "Berapa?”
Roni: "Cukup buat nikah sama kamu dan beli rumah di Bali.”
Mira tersenyum, "Berarti kopi itu investasi cinta yang paling berharga.”
Lalu mereka menikah, tentu saja pakai mahar Bitcoin.
Jadi:
Bitcoin itu seperti cinta: kadang naik, kadang turun, tapi kalau disimpan dengan sabar, nilainya bisa luar biasa.
Hati-hati saat mengirim Bitcoin, karena sekali salah kirim, bisa hilang selamanya.
Dan yang paling penting: jangan pakai Bitcoin buat beli bakso di warung kalau harganya lagi tinggi.
"Bisa bayar pakai Bitcoin, nggak?”
Kasirnya biasanya jawab,
"Bitcoin apaan, Bang? Kita cuma terima pembayaran dengan QRIS.”
Tapi Roni tetap santai. "Suatu hari nanti, semua orang bakal pakai Bitcoin,” katanya sambil mengedipkan mata ke kamera CCTV (padahal bukan vlog).
Lalu masuklah seorang gadis cantik, Namanya Mira Blockchain
Mira ini mahasiswa ekonomi yang suka hal-hal modern. Suatu hari, dia duduk di taman kampus sambil baca buku tebal berjudul "Cara Menjadi Kaya Tanpa Kerja Keras (Katanya)”.
Roni lewat dan lihat cover bukunya.
"Heh, kamu tahu nggak, cara paling gampang jadi kaya itu… invest di Bitcoin.”
Mira langsung melirik, "Bitcoin? Itu kan yang bisa bikin orang kaya atau stres mendadak?”
"Ya, tergantung kamu beli di harga berapa,” jawab Roni sambil nyengir.
Mereka pun ngobrol panjang. Dari situ, cinta mulai tumbuh.
Katanya sih, love at first blockchain.
Mereka mulai pacaran, tapi semua transaksinya pakai Bitcoin.
Bayar kopi? kirim 0.00012 BTC
Pesan bunga? transfer 0.0005 BTC
Nonton bioskop? "Maaf sayang, harga Bitcoin lagi turun, kita nonton YouTube aja ya.”
Suatu kali, Mira ngambek karena Roni lupa bayar pesanannya di toko online.
Roni panik dan langsung kirim Bitcoin… tapi karena salah ketik alamat wallet, uangnya nyasar entah ke mana.
Mira: "Sayang, uangnya nyampe ke siapa?”
Roni: "Entahlah, mungkin ke dompetnya Elon Musk.”
Sejak hari itu, Mira selalu bilang,
"Kalau mau kirim Bitcoin, baca alamatnya tiga kali sambil berdoa.”
Turun Harga
Suatu malam, harga Bitcoin anjlok 20%.
Roni panik banget.
"Sayang, cinta kita ikut turun 20% nggak?”
Mira jawab santai:
"Tenang, cinta sejati nilainya stabil kayak rupiah di hati ibu negara.”
Beberapa tahun kemudian, Bitcoin naik tinggi lagi.
Roni ngajak Mira ke taman tempat pertama mereka bertemu.
Roni: "Sayang, dulu aku kirim kamu 0.01 BTC buat beli kopi, tahu nggak nilainya sekarang berapa?”
Mira: "Berapa?”
Roni: "Cukup buat nikah sama kamu dan beli rumah di Bali.”
Mira tersenyum, "Berarti kopi itu investasi cinta yang paling berharga.”
Lalu mereka menikah, tentu saja pakai mahar Bitcoin.
Jadi:
Bitcoin itu seperti cinta: kadang naik, kadang turun, tapi kalau disimpan dengan sabar, nilainya bisa luar biasa.
Hati-hati saat mengirim Bitcoin, karena sekali salah kirim, bisa hilang selamanya.
Dan yang paling penting: jangan pakai Bitcoin buat beli bakso di warung kalau harganya lagi tinggi.
Materi Kuliah:
