Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 49 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Geopolitik Dunia
Minggu, 29 Maret 2026

Jika Perang Berlarut, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

Dampak perang Iran terhadap ekonomi global dan harga energi
Dampak perang Iran terhadap ekonomi global dan harga energi

Penulis:  Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom

Perang selalu terlihat merugikan.
Tapi dalam diam… selalu ada pihak yang justru diuntungkan.

Konflik yang berkepanjangan selalu menyisakan satu pertanyaan klasik: siapa yang sebenarnya diuntungkan?

Dalam konteks ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, pertanyaan ini menjadi semakin relevan. Di tengah ketidakpastian global, lonjakan harga energi, serta tertahannya kebijakan moneter, perang tidak hanya menjadi persoalan militer, melainkan juga ekonomi dan kepentingan strategis.

Di balik kerugian yang tampak di permukaan, terdapat dinamika kepentingan yang bekerja secara lebih senyap.


Ekonomi dalam Bayang-Bayang Konflik

Perang modern tidak lagi semata soal wilayah atau ideologi. Ia juga menyangkut kepentingan ekonomi yang kompleks. Ketika konflik berlangsung lama, sektor-sektor tertentu justru mengalami peningkatan aktivitas.

Kenaikan harga minyak, misalnya, menjadi konsekuensi langsung dari ketidakstabilan kawasan Timur Tengah. Bagi negara atau entitas yang memiliki kepentingan di sektor energi, kondisi ini dapat menjadi peluang.

Sebaliknya, bagi negara pengimpor energi, situasi ini menghadirkan tekanan yang signifikan terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi.


Industri yang Tumbuh di Tengah Krisis

Sejarah menunjukkan bahwa konflik berskala besar sering kali diikuti oleh peningkatan belanja militer. Industri pertahanan mengalami lonjakan permintaan, sementara inovasi teknologi dalam bidang keamanan berkembang pesat.

Dalam konteks ini, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pertahanan dan energi berada pada posisi yang relatif diuntungkan. Namun, keuntungan tersebut tidak selalu terlihat secara langsung oleh publik luas.

Di sisi lain, masyarakat global justru menghadapi dampak yang berlawanan: kenaikan harga, ketidakpastian pekerjaan, dan tekanan ekonomi yang meningkat.


Kebijakan Moneter yang Tertahan

Seperti telah dibahas sebelumnya, Federal Reserve berada dalam posisi yang sulit. Konflik yang berkepanjangan memperbesar risiko inflasi, terutama melalui kenaikan harga energi.

Dalam situasi ini, ruang untuk menurunkan suku bunga menjadi semakin sempit. Bank sentral harus menyeimbangkan antara menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Akibatnya, kebijakan moneter cenderung bersifat hati-hati, bahkan cenderung menahan diri.


Ketidakpastian sebagai "Aset”

Menariknya, dalam dunia keuangan modern, ketidakpastian itu sendiri dapat menjadi "aset”. Volatilitas pasar membuka peluang bagi pelaku pasar tertentu untuk mengambil keuntungan melalui strategi investasi yang tepat.

Namun, peluang ini tidak merata. Investor besar dengan akses informasi dan sumber daya yang lebih baik cenderung lebih siap memanfaatkan situasi dibandingkan investor kecil.

Dengan demikian, konflik yang berkepanjangan berpotensi memperlebar kesenjangan dalam sistem ekonomi global.


Siapa yang Menanggung Beban?


Jika ada pihak yang diuntungkan, maka pasti ada pihak yang menanggung beban.

Dalam konteks ini, masyarakat luas, terutama di negara berkembang, sering kali menjadi pihak yang paling terdampak. Kenaikan harga energi dan pangan, tekanan terhadap nilai tukar, serta terbatasnya ruang kebijakan ekonomi menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Indonesia, sebagai bagian dari ekonomi global, tidak terlepas dari dinamika ini.

Penutup

Perang yang berkepanjangan tidak hanya menciptakan kerugian, tetapi juga peluang bagi pihak-pihak tertentu. Namun, keuntungan tersebut sering kali tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan oleh masyarakat luas.

Dalam situasi seperti ini, penting untuk melihat konflik tidak hanya dari sudut pandang politik atau militer, tetapi juga dari perspektif ekonomi yang lebih luas.

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai siapa yang diuntungkan dari perang tidak memiliki jawaban tunggal. Namun satu hal yang pasti:

semakin lama konflik berlangsung, semakin besar biaya yang harus ditanggung oleh dunia.


Jika Perang Berlarut, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?








NEXT:

Ketika Negara Jual Emas: Tanda Krisis atau Strategi?


PREV:

Kenapa Suku Bunga Belum Turun? Jawabannya Ada di Iran

NEXT:

Ketika Negara Jual Emas: Tanda Krisis atau Strategi?


PREV:

Kenapa Suku Bunga Belum Turun? Jawabannya Ada di Iran

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Geopolitik Dunia :
  • Perdamaian AS-Iran: Damai di Atas Kertas, Perang di Dalam Pikiran
  • Rencana Damai Amerika-Iran: Perdamaian Sejati
  • Taiwan sebagai Warisan Politik Besar Xi
  • 2026-2028: Dunia Sedang Berubah Arah
  • Eropa Mulai Panas: Jerman Bangun Otot, atau Dunia Mulai Masuk Fase Early Pre-war Economic Behavior
  • Drone Rp5 Juta Hancurkan Tank Rp50 Miliar: Inilah Wajah Perang Baru
  • Blokade Selat Hormuz. Ini Bukan Sekadar Perang. Tetapi Perebutan Kendali atas Jalur Energi Global
  • Perang Panjang Ekonomi Global: Saat Yuan Mulai Menantang Dolar
  • Jika Perang Berlarut, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?
  • Kenapa Suku Bunga Belum Turun? Jawabannya Ada di Iran
  • SELAT HORMUZ: BOM WAKTU DUNIA ATAU SEKADAR DRAMA GEOPOLITIK?
  • Israel Kembali Berdiri Setelah 2.000 Tahun: Kebetulan Sejarah atau Nubuat yang Tergenapi?
  • Hoax Besar! Benarkah Indonesia Dipaksa Gabung Israel oleh Trump? Ini Faktanya
  • Elam Akan Dipulihkan: Harapan Tuhan Bagi Bangsa-Bangsa
  • Elam, Iran, dan Cara Membaca Gejolak Dunia
  • Dunia Lelah Berperang, Tapi Tak Berhenti Bertikai
  • Penutupan Selat Hormuz: Skenenario Terburuk vs Skenario Realistis
  • The latest news updates from the United States as of January 31, 2025
  • The latest news updates from the United States as of January 29, 2025
  • Trump Asks OPEC to Lower Oil Prices. Will it be approved by OPEC?
  • Donald Trump Tells Saudi Arabia to drop oil prices to end Russia-Ukraine War
  • What did Trump seek to annex Greenland?

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan