View : 140 kali.
Kategori: Bencana & Peristiwa Dunia
Senin, 31 Maret 2025
Rentetan Gempa Guncang Dunia: Myanmar, Aceh, dan Tonga
Jumat, 28 Maret 2025, Myanmar diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo. Gempa yang berpusat di wilayah Sagaing ini menyebabkan kerusakan besar, bahkan guncangannya terasa hingga ke negara tetangga seperti Thailand, China, India, dan Bangladesh.
Gempa tersebut bersifat dangkal dengan kedalaman hanya 10 km. Episentrumnya berada dekat kota Mandalay, sekitar 50 km sebelah timur Monywa. Pergerakan Sesar Besar Sagaing yang membentang sepanjang 1.500 km di Myanmar menjadi pemicu utama gempa ini. Sesar mendatar tersebut merupakan zona pertemuan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia, yang selama bertahun-tahun menimbulkan tekanan hingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa besar.
Dampak gempa ini sangat signifikan. Berdasarkan laporan Antara, sedikitnya 25 orang dilaporkan tewas di Myanmar dan satu korban jiwa di Thailand. Selain itu, 43 orang masih dinyatakan hilang setelah sebuah gedung tinggi di Bangkok ambruk akibat guncangan. Di Myanmar, sebuah biara di Taungoo runtuh, merenggut nyawa lima anak pengungsi. Jembatan Ava yang bersejarah di Mandalay juga ambruk, sementara Istana Mandalay mengalami kerusakan parah. Sejumlah rumah sakit di Naypyidaw, ibu kota Myanmar, dilaporkan menangani banyak korban luka-luka.
Selain korban jiwa, gempa ini menyebabkan gangguan komunikasi seluler di area terdampak, memperumit upaya evakuasi dan pertolongan bagi para korban. Para ahli memperingatkan bahwa Myanmar harus lebih siap menghadapi kemungkinan gempa besar lainnya di masa depan.
Gempa M5,2 Guncang Banda Aceh
Minggu pagi, 30 Maret 2025, gempa bumi mengguncang Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini berkekuatan M5,2 - setelah diperbarui dari informasi awal M5,4.
Gempa terjadi pada pukul 09.58 WIB, berpusat di darat, 16 kilometer arah timur laut Banda Aceh dengan kedalaman 12 kilometer. Warga merasakan guncangan yang sangat kuat dan berlangsung relatif lama. Meski demikian, tidak ada peringatan tsunami dari BMKG. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan serius atau korban jiwa akibat gempa ini.
Gempa M7,1 Dekat Tonga, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan
Wilayah Pasifik kembali dikejutkan dengan gempa besar berkekuatan M7,1 yang mengguncang sekitar 100 km timur laut Tonga pada Minggu, 30 Maret 2025. Gempa ini memicu sirene peringatan tsunami, yang mendesak penduduk untuk segera mengungsi ke pedalaman.
Survei Geologi AS (USGS) mencatat bahwa gelombang tsunami setinggi 0,3 hingga 1 meter di atas permukaan air pasang berpotensi melanda beberapa pantai di Niue dan Tonga. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii awalnya mengeluarkan peringatan bahaya tsunami, namun kemudian mencabutnya setelah ancaman dinyatakan berakhir.
Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa di Tonga. Meskipun peringatan telah dicabut, otoritas setempat tetap mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kesimpulan
Rentetan gempa bumi dalam waktu berdekatan ini mengingatkan dunia akan besarnya ancaman aktivitas tektonik. Myanmar mengalami gempa dahsyat dengan korban jiwa dan kerusakan parah, Aceh menghadapi gempa darat yang cukup kuat, sementara Tonga sempat terancam tsunami meskipun akhirnya tidak terjadi.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa sangat diperlukan. Dengan pemantauan seismik yang lebih baik dan kesadaran mitigasi bencana, risiko korban dan kerusakan akibat gempa dapat diminimalkan. Dunia diingatkan kembali bahwa kekuatan alam tidak bisa diprediksi, tetapi bisa diantisipasi dengan kesiapan yang maksimal.
Materi Kuliah:
