Share:
👁
View: 66 kali.
Home > Pokok Bahasan Agama >
Week Materi Kuliah Agama
Week 7 - Komunikasi Etis, Empati, Active Listening, Kerja Sama Lintas Iman; IES 3 Interpersonal Skills.
Week 7 - Komunikasi Etis, Empati, Active Listening, Kerja Sama Lintas Iman; IES 3 Interpersonal Skills.
Dosen: Drs. H. Nurfai M.M.
1. Pendahuluan: Mengapa Mahasiswa Perlu Kecerdasan Interpersonal?
Menjelang Ujian Tengah Semester (UTS), kita melompat dari pembahasan etika sistem (anti-korupsi) ke etika hubungan antarmanusia. International Education Standard (IES) 3 yang diterbitkan oleh IFAC menekankan bahwa seorang profesional tidak hanya wajib pintar secara teknis, tetapi harus memiliki Interpersonal Skills (Keterampilan Antarpribadi) yang kuat.
Di dunia kerja dan masyarakat, Anda akan bekerja dengan tim yang heterogen (berbeda agama, suku, dan pandangan politik). Tanpa kemampuan berkomunikasi yang etis dan berempati, ilmu tinggi Anda justru bisa memicu konflik. Agama hadir untuk memberikan ruh spiritual pada setiap interaksi sosial kita.
2. Tiga Pilar Kompetensi Interpersonal (IES 3)
A. Komunikasi Etis (Ethical Communication)
- Definisi: Menyampaikan informasi secara jujur, akurat, tepat waktu, dan dengan cara yang menghormati martabat orang lain. Di era digital, ini termasuk etika tidak menyebarkan hoaks, tidak melakukan pembunuhan karakter (cyberbullying), serta memilih kata yang santun saat mengkritik.
- Makna Sederhana: Menjaga lisan dan tulisan agar tidak melukai hati sesama.
B. Empati & Mendengar Aktif (Empathetic & Active Listening)
- Empati: Kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain dan melihat suatu masalah dari sudut pandang mereka (bukan dari sudut pandang ego kita sendiri).
- Active Listening: Mendengar bukan sekadar untuk merespons atau mendebat, melainkan mendengar untuk memahami. Ini melibatkan kontak mata, perhatian penuh, tanpa memotong pembicaraan, dan mencoba menangkap emosi di balik ucapan lawan bicara.
C. Kerja Sama Lintas Iman (Interfaith Collaboration)
- Definisi: Bekerja sama secara produktif dengan orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda untuk mencapai tujuan kebaikan bersama (misal: proyek sosial, kemanusiaan, atau profesionalisme kerja). Kerja sama ini berfokus pada titik temu (persamaan) kemanusiaan, bukan memperdebatkan perbedaan teologis.
3. Perspektif Ayat dan Kitab Suci: Seni Berinteraksi dengan Sesama
Setiap agama meletakkan komunikasi dan empati sebagai bagian dari ibadah tertinggi kepada Tuhan:
🟢 Perspektif Agama Islam: Qaulan Sadida dan Ukhuwah Insanilah
- Komunikasi yang Benar (Qaulan Sadida - QS. Al-Ahzab: 70):
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar." Islam mengajarkan berbagai etika berbicara: Qaulan Karima (mulia), Qaulan Layyina (lemah lembut), dan Qaulan Baligha (efektif/menyentuh hati).
- Kerja Sama Kemanusiaan (QS. Al-Ma"idah: 2):
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
- Refleksi: Kolaborasi dalam proyek kemanusiaan bersama pemeluk agama lain sangat dianjurkan selama tujuannya adalah kebajikan umum (Ukhuwah Insanilah/persaudaraan sesama manusia).
Perspektif Agama Kristen & Katolik: Kasih dan Lambat Berkata-kata
- Etika Mendengar dan Berbicara (Yakobus 1:19):
"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang harus cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah."
- Refleksi: Ayat ini adalah fondasi utama dari Active Listening. Seorang profesional harus matang dalam menyerap informasi sebelum menghakimi.
- Empati dalam Aksi (Roma 12:15):
"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" Ini adalah definisi teologis yang sangat indah tentang empati.
🟠 Perspektif Agama Hindu: Tat Twam Asi dan Vak Saucam
- Konsep Kebersamaan (Tat Twam Asi):
- Artinya "Ia adalah kamu, kamu adalah ia." Ketika kita menyakiti orang lain dengan komunikasi yang buruk, kita sebenarnya sedang menyakiti diri kita sendiri dan mendatangkan karma buruk.
- Kesucian Berbicara (Vak Saucam):
- Bagian dari Tri Kaya Parisudha (tiga perilaku yang harus disucikan). Berkata-kata harus jujur, lemah lembut, kedengaran menyenangkan, dan bermanfaat bagi yang mendengar.
🟡 Perspektif Agama Buddha: Samma Vaca (Ucapan Benar) & Karuna
- Ucapan Benar (Samma Vaca):
- Bagian dari Jalan Mulia Berunsur Delapan. Mengharuskan seseorang menghindari empat hal: berbohong, memfitnah, berbicara kasar/makian, dan bergosip/omong kosong.
- Cinta Kasih dan Welas Asih (Metta Karuna):
- Menjadi pendengar aktif yang berempati (Active Listening) adalah manifestasi nyata dari membahagiakan makhluk lain dan meringankan penderitaan mereka.
🟤 Perspektif Agama Khonghucu: Sifat Shu (Tepasala) dan Xin (Dapat Dipercaya)
- Konsep Tepasala / Empati Emas (Kitab Lun Yu):
"Apa yang diri sendiri tidak inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain."
- Refleksi: Jika Anda tidak suka dikritik dengan kasar di depan umum, jangan lakukan itu kepada rekan kelompok kuliah Anda. Komunikasi harus dijaga dengan sifat Xin (jujur dan dapat dipercaya).
LEMBAR TUGAS MAHASISWA
Mata Kuliah: Agama
Topik: Week 7 ?" Komunikasi Etis, Empati, Active Listening, Kerja Sama Lintas Iman, dan IES 3 Interpersonal Skills
Sifat Tugas: Mandiri (Eksperimen Praktis & Analisis Reflektif)
Topik: Week 7 ?" Komunikasi Etis, Empati, Active Listening, Kerja Sama Lintas Iman, dan IES 3 Interpersonal Skills
Sifat Tugas: Mandiri (Eksperimen Praktis & Analisis Reflektif)
PETUNJUK PENGERJAAN:
- Jawablah seluruh pertanyaan di bawah ini dengan melakukan instruksi praktis yang diminta, lalu tuliskan analisis Anda secara mendalam.
- Jawabannya wajib dikaitkan dengan ayat/konsep kitab suci agama yang Anda anut (seperti Qaulan Sadida, Roma 12:15, Tat Twam Asi, Samma Vaca, atau Tepasala).
- Format pengetikan: Font Times New Roman 12, Spasi 1.5, Margin Standard, format file PDF.
- Panjang analisis untuk setiap nomor minimal 200?"250 kata.
- Komitmen Etis (Week 7): Tugas ini menuntut kejujuran Anda dalam melakukan praktik lapangan. Segala bentuk rekayasa data atau jawaban hasil copy-paste dari AI/teman akan langsung diberikan Nilai E (0).
SOAL TUGAS
Soal 1: Eksperimen Praktis Active Listening & Empati (Bobot: 40%)
Instruksi:
Carilah satu orang teman kuliah, anggota keluarga, atau kos yang sedang menghadapi tekanan akademis atau masalah pribadi. Luangkan waktu selama 15?"20 menit untuk mengobrol dengannya. Praktikkan teknik Active Listening (jangan memotong pembicaraannya, matikan ponsel Anda, jaga kontak mata, senyum/anggukan kepala, dan jangan langsung menghakimi atau memberikan nasihat sebelum diminta). Cobalah rasakan beban mereka secara Empati.
Carilah satu orang teman kuliah, anggota keluarga, atau kos yang sedang menghadapi tekanan akademis atau masalah pribadi. Luangkan waktu selama 15?"20 menit untuk mengobrol dengannya. Praktikkan teknik Active Listening (jangan memotong pembicaraannya, matikan ponsel Anda, jaga kontak mata, senyum/anggukan kepala, dan jangan langsung menghakimi atau memberikan nasihat sebelum diminta). Cobalah rasakan beban mereka secara Empati.
- Pertanyaan:
- Ceritakan secara singkat (tanpa membuka identitas rahasia teman Anda) bagaimana jalannya percakapan tersebut. Apa perbedaan yang Anda rasakan antara sekadar "mendengar angin lalu" dengan melakukan Active Listening?
- Bedah pengalaman Anda ini dengan landasan teologis agama Anda tentang perintah untuk berempati dan mengasihi sesama manusia manusia! Tuliskan ayat suci yang mendasarinya.
Soal 2: Resolusi Konflik Kelompok & Komunikasi Etis (Bobot: 30%)
Studi Kasus:
Dalam sebuah proyek kelompok mata kuliah Akuntansi, Anda satu tim dengan seseorang yang sangat pasif, sering terlambat mengumpulkan bagian tugasnya, dan sulit dihubungi lewat WhatsApp. Akibatnya, nilai kelompok Anda terancam turun. Di grup WhatsApp tanpa adanya anggota tersebut, teman-teman tim yang lain sudah mulai memaki-maki, bergosip kasar, dan berencana mengeluarkan namanya secara sepihak dari sampul tugas kelompok.
Dalam sebuah proyek kelompok mata kuliah Akuntansi, Anda satu tim dengan seseorang yang sangat pasif, sering terlambat mengumpulkan bagian tugasnya, dan sulit dihubungi lewat WhatsApp. Akibatnya, nilai kelompok Anda terancam turun. Di grup WhatsApp tanpa adanya anggota tersebut, teman-teman tim yang lain sudah mulai memaki-maki, bergosip kasar, dan berencana mengeluarkan namanya secara sepihak dari sampul tugas kelompok.
- Pertanyaan:
- Berdasarkan standar IES 3 Interpersonal Skills (Komunikasi Etis), bagaimana cara Anda menegur anggota yang pasif tersebut dan bagaimana cara Anda menenangkan anggota kelompok lain agar tidak terjebak dalam perilaku bergosip/pembunuhan karakter digital? Tuliskan draf pesan WhatsApp yang etis dan solutif yang akan Anda kirimkan ke grup!
- Hubungkan tindakan komunikasi etis Anda tersebut dengan larangan berbohong, memfitnah, atau berbicara kasar menurut perspektif kitab suci agama Anda!
Soal 3: Refleksi Kolaborasi Lintas Iman di Lingkungan Kampus (Bobot: 30%)
Dunia profesional modern menuntut Anda untuk bekerja bersama rekan kerja dari berbagai latar belakang agama demi kepentingan publik. Di kampus, hal ini tercermin saat Anda harus masuk dalam kepanitiaan besar atau kerja kelompok yang anggotanya heterogen.
- Pertanyaan:
- Menurut analisis Anda, apa saja hambatan atau prasangka (prejudice) yang sering kali merusak Kerja Sama Lintas Iman di kalangan mahasiswa, dan bagaimana cara meruntuhkan hambatan tersebut tanpa harus mengorbankan akidah/keyakinan agama masing-masing?
- Jelaskan bagaimana konsep hubungan persaudaraan universal manusia (Ukhuwah Insanilah / Kasih sesama / Tat Twam Asi / Metta Karuna / Tepasala) dalam agama Anda mendukung penuh terciptanya kolaborasi profesional yang sehat di dunia kerja masa depan!
Week 7 - Komunikasi Etis, Empati, Active Listening, Kerja Sama Lintas Iman; IES 3 Interpersonal Skills.
NEXT:
___08 Week 8 - Ujian Tengah Semester
PREV:
