View : 178 kali.
Tanya Jawab
02.09 ANALISIS PENGENDALIAN PIUTANG USAHA
#
02.09 ANALISIS PENGENDALIAN PIUTANG USAHA
#
Analisis pengendalian piutang usaha adalah evaluasi terhadap sistem pengendalian yang digunakan untuk mengelola piutang usaha di suatu organisasi. Piutang usaha adalah uang yang harus dibayarkan oleh pelanggan kepada organisasi atas barang atau jasa yang telah diterima, namun belum dibayarkan seluruhnya. Analisis pengendalian piutang usaha dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif sistem pengendalian yang digunakan dalam mengelola piutang usaha, serta untuk mencari cara untuk meningkatkan efektivitas sistem tersebut. Analisis ini dapat meliputi evaluasi terhadap kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk mengelola piutang usaha, serta mengevaluasi efektivitas pemantauan dan pengendalian piutang usaha yang dilakukan.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan dalam melakukan analisis pengendalian piutang usaha:
Tentukan tujuan dari analisis. Tujuan ini dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan organisasi. Contohnya, tujuan dari analisis mungkin adalah untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian piutang usaha, menurunkan tingkat bad debt expense, atau meningkatkan tingkat turnover piutang usaha.
Kumpulkan data yang diperlukan. Data yang diperlukan untuk melakukan analisis pengendalian piutang usaha biasanya meliputi informasi tentang tingkat turnover piutang usaha, tingkat bad debt expense, tingkat penyusutan piutang usaha, tingkat aging piutang usaha, serta kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk mengelola piutang usaha.
Analisis data yang telah dikumpulkan. Gunakan data yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pengendalian piutang usaha yang ada.
Buat rekomendasi perbaikan. Berdasarkan hasil analisis, buat rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian piutang usaha di organisasi.
Implementasikan perbaikan yang direkomendasikan. Terapkan perbaikan yang telah direkomendasikan dan evaluasi hasilnya. Lakukan pengukuran terhadap tingkat turnover piutang usaha, tingkat bad debt expense, tingkat penyusutan piutang usaha, dan tingkat aging piutang usaha setelah perbaikan dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif perbaikan tersebut.
Lakukan revisi terhadap sistem pengendalian piutang usaha secara teratur. Revisi terhadap sistem pengendalian piutang usaha perlu dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa sistem tersebut selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi yang berubah-ubah.
Analisis yang bisa dilakukan untuk pengendalian piutang usaha:
Analisis tingkat turnover piutang usaha. Ini merupakan evaluasi terhadap seberapa cepat piutang usaha dapat ditagih dan terbayarkan oleh pelanggan. Tingkat turnover piutang usaha yang tinggi menunjukkan bahwa sistem pengendalian piutang usaha yang digunakan cukup efektif dalam menagih dan mengumpulkan pembayaran dari pelanggan.
Analisis tingkat bad debt expense. Bad debt expense adalah kerugian yang diakibatkan oleh pelanggan yang tidak mampu atau tidak bersedia membayar piutang usaha yang telah jatuh tempo. Analisis tingkat bad debt expense dapat menunjukkan seberapa efektif sistem pengendalian piutang usaha dalam menghindari kerugian akibat pelanggan yang tidak dapat membayar piutang usaha.
Analisis tingkat penyusutan piutang usaha. Penyusutan piutang usaha adalah pengakuan kerugian atas piutang usaha yang tidak dapat terbayarkan oleh pelanggan. Analisis tingkat penyusutan piutang usaha dapat menunjukkan seberapa efektif sistem pengendalian piutang usaha dalam menghindari kerugian akibat piutang usaha yang tidak dapat terbayarkan.
Analisis tingkat aging piutang usaha. Aging piutang usaha adalah periode waktu yang telah berlalu sejak piutang usaha tersebut jatuh tempo. Analisis tingkat aging piutang usaha dapat menunjukkan seberapa cepat piutang usaha tersebut ditagih dan terbayarkan oleh pelanggan.
Analisis terhadap kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk mengelola piutang usaha. Ini dapat meliputi evaluasi terhadap kebijakan credit granting, kebijakan penagihan, dan prosedur penyusutan piutang usaha yang digunakan oleh organisasi. Analisis ini dapat memberikan ide tentang bagaimana sistem pengendalian piutang usaha dapat dioptimalkan untuk meningkatkan efektivitasnya.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan dalam melakukan analisis pengendalian piutang usaha:
Tentukan tujuan dari analisis. Tujuan ini dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan organisasi. Contohnya, tujuan dari analisis mungkin adalah untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian piutang usaha, menurunkan tingkat bad debt expense, atau meningkatkan tingkat turnover piutang usaha.
Kumpulkan data yang diperlukan. Data yang diperlukan untuk melakukan analisis pengendalian piutang usaha biasanya meliputi informasi tentang tingkat turnover piutang usaha, tingkat bad debt expense, tingkat penyusutan piutang usaha, tingkat aging piutang usaha, serta kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk mengelola piutang usaha.
Analisis data yang telah dikumpulkan. Gunakan data yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pengendalian piutang usaha yang ada.
Buat rekomendasi perbaikan. Berdasarkan hasil analisis, buat rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian piutang usaha di organisasi.
Implementasikan perbaikan yang direkomendasikan. Terapkan perbaikan yang telah direkomendasikan dan evaluasi hasilnya. Lakukan pengukuran terhadap tingkat turnover piutang usaha, tingkat bad debt expense, tingkat penyusutan piutang usaha, dan tingkat aging piutang usaha setelah perbaikan dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif perbaikan tersebut.
Lakukan revisi terhadap sistem pengendalian piutang usaha secara teratur. Revisi terhadap sistem pengendalian piutang usaha perlu dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa sistem tersebut selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi yang berubah-ubah.
Analisis yang bisa dilakukan untuk pengendalian piutang usaha:
Analisis tingkat turnover piutang usaha. Ini merupakan evaluasi terhadap seberapa cepat piutang usaha dapat ditagih dan terbayarkan oleh pelanggan. Tingkat turnover piutang usaha yang tinggi menunjukkan bahwa sistem pengendalian piutang usaha yang digunakan cukup efektif dalam menagih dan mengumpulkan pembayaran dari pelanggan.
Analisis tingkat bad debt expense. Bad debt expense adalah kerugian yang diakibatkan oleh pelanggan yang tidak mampu atau tidak bersedia membayar piutang usaha yang telah jatuh tempo. Analisis tingkat bad debt expense dapat menunjukkan seberapa efektif sistem pengendalian piutang usaha dalam menghindari kerugian akibat pelanggan yang tidak dapat membayar piutang usaha.
Analisis tingkat penyusutan piutang usaha. Penyusutan piutang usaha adalah pengakuan kerugian atas piutang usaha yang tidak dapat terbayarkan oleh pelanggan. Analisis tingkat penyusutan piutang usaha dapat menunjukkan seberapa efektif sistem pengendalian piutang usaha dalam menghindari kerugian akibat piutang usaha yang tidak dapat terbayarkan.
Analisis tingkat aging piutang usaha. Aging piutang usaha adalah periode waktu yang telah berlalu sejak piutang usaha tersebut jatuh tempo. Analisis tingkat aging piutang usaha dapat menunjukkan seberapa cepat piutang usaha tersebut ditagih dan terbayarkan oleh pelanggan.
Analisis terhadap kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk mengelola piutang usaha. Ini dapat meliputi evaluasi terhadap kebijakan credit granting, kebijakan penagihan, dan prosedur penyusutan piutang usaha yang digunakan oleh organisasi. Analisis ini dapat memberikan ide tentang bagaimana sistem pengendalian piutang usaha dapat dioptimalkan untuk meningkatkan efektivitasnya.
NEXT:
02.10 Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
PREV:
