WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 505 kali.
Materi Kuliah Filsafat Dan Pengetahuan Modern
15.03 Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu oleh Neila Farah
#
15.03 Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu oleh Neila Farah
#
Saya akan membuat refleksi pembelajaran di kelas mata kuliah saya Filsafat Ilmu. Pada pertemuan ke 2, dosen saya membahas mengenai tema ini. Dimulai pandangan arti filsafat dari 4 bahasa.
Dari bahasa Yunani disebut " Philoshopia" , bahasa Arab filsafat disebuat dengan "Falsafah" lalu dari bahasa Inggris disebut "Philosophy", dan dari bahasa Indonesia disebut "Filsafat". Pertama kali kata filsafat muncul dari yunani lalu dibawa ke Arab, ke Inggris hingga ke Indonesia.
Berikut beberapa nama tokoh filsuf yunani klasik:
1. Phytagoras (572-479)
2. Socrates (470-399)
3. Plato (427-347)
4. Aristoteles (384-332)
5. Alexander The Great / Iskandar Zulkarnain
Yang menarik adalah ketika dosen saya menjelaskan biografi mengenai tokoh-tokoh tersebut, dan yang saya ingat adalah Socrates dan Alexander The Great.
Socrates disebut sebagai kakek filsafat karena kegigihannya dalam mempertahankan ilmu filsafat. Walau masyarakat dan pemimpin Socrates menentang, menghina, bahkan menghukumnya socrates tetap teguh pendirian.
Pemimpinnya menghukum Socrates dengan hukuman mati dengan meminum racun cemara pun socrates menerimanya. Padahal, murid-murid socrates sudah merencanakan akan membawa Socrates ke luar kota agar terhindar dari hukuman mati itu. Sedangkan Alexander the Great atau disebut Iskandar Zulkarnain adalah suatu nama yang disebutkan dalam Al-Qur"an.
Secara bahasa Philosophy atau filsafat dibentuk dari dua kata yaitu "Philos dan Sophos " dan juga "Philos" dan "Sophia". Philos dan sophos mempunyai makna sendiri-sendiri.
Philos berarti persahabatan dan cinta dan sophos berarti kebijaksanaan dan pengetahuan. Jadi, jika digabung antara philos dan sophos, filsafat bermakna cinta kearifan atau dalam bahasa inggris Love of Widson.
Sedangkan secara istilah filsafat bermakna suatu proses berpikir / hasil pemikiran tentang segala sesuatu yang "ada" dan "mungkin ada" secara universal, radikal, sistematis, logis dan bebas untuk menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya.
Dari pengertian tersebut contonya yaitu ketika saya berpikir bahwa Allah itu berasal dari mana? walau mengundang ahli ilmu manapun tidak akan bisa menjawab pertanyaan tersebut karena kita berpikir menggunakan otak yang terbatas dari ciptaan Tuhan. dan Tuhan adalah sesuatu yang tidak terbatas. Jadi kesimpulannya kita tidak bisa memikirkan apa yang diluar keterbatasan otak kita. Ilmu pengetahuan dibagi menjadi 4, diantaranya:
1. pengetahuan indrawi
2. pengetahuan ilmiah
3. pengetahuan filsafat
4. pengetahuan Religi.
Dari berbagai ilmu tersebut kita bisa memecahkan suatu persoalan tidak hanya dari satu pandangan pengetahuan saja. Misalnya : Jembatan di Sembayat Gresik roboh akibat bangunan tersebut sudah lama dan waktunya diperbarui.
Dari pengetahuan indrawi, kita tau bahwa bangunan itu roboh. Lalu pengetahuan ilmiah kita serahkan pada ahli teknik sipil untuk menelitinya, mungkin beralasan bahwa bangunan itu lama atau tipisnya lapisan semen dll.
Jika kita berpikir dengan pengetahuan filsafat, kita tidak lagi menyelidi dengan ilmu ilmiah, indrawi maupun religi. Tapi kita berpikir rasional mengapa jembatan itu roboh, kita selidiki tim pembangunan jembatan, apakah mereka sudah tepat menggunakan bahan sesuai rencana teknik sipil ataukah korupsi? Itu yang akan ditelusuri sampai benar-benar menemukan kebenarannya.
Ini adalah kesan pertama saya belajar filsafat ilmu, tapi saya langsung tertarik karena dalam berfilsafat itu tidak sembarang, tapi harus ada objeknya baik itu material (materi yang dikaji) dan formal (sudut pandang) lalu filsafat itu bersifat bebas, radikal, sistematis dan tentunya harus maknawi(masuk akal).
Jadi kalau sesuatu itu tidak masuk akal seperti hantu misalnya, itu tidak dapat kita pikir secara filsafat. Dan perannya itu adalah sebagai pendobrak (tradisi,mitos), pembebas(minim pengetahuan) dan pembimbing untuk mencapai kebenaran.
Neila Farah
Dari bahasa Yunani disebut " Philoshopia" , bahasa Arab filsafat disebuat dengan "Falsafah" lalu dari bahasa Inggris disebut "Philosophy", dan dari bahasa Indonesia disebut "Filsafat". Pertama kali kata filsafat muncul dari yunani lalu dibawa ke Arab, ke Inggris hingga ke Indonesia.
Berikut beberapa nama tokoh filsuf yunani klasik:
1. Phytagoras (572-479)
2. Socrates (470-399)
3. Plato (427-347)
4. Aristoteles (384-332)
5. Alexander The Great / Iskandar Zulkarnain
Yang menarik adalah ketika dosen saya menjelaskan biografi mengenai tokoh-tokoh tersebut, dan yang saya ingat adalah Socrates dan Alexander The Great.
Socrates disebut sebagai kakek filsafat karena kegigihannya dalam mempertahankan ilmu filsafat. Walau masyarakat dan pemimpin Socrates menentang, menghina, bahkan menghukumnya socrates tetap teguh pendirian.
Pemimpinnya menghukum Socrates dengan hukuman mati dengan meminum racun cemara pun socrates menerimanya. Padahal, murid-murid socrates sudah merencanakan akan membawa Socrates ke luar kota agar terhindar dari hukuman mati itu. Sedangkan Alexander the Great atau disebut Iskandar Zulkarnain adalah suatu nama yang disebutkan dalam Al-Qur"an.
Secara bahasa Philosophy atau filsafat dibentuk dari dua kata yaitu "Philos dan Sophos " dan juga "Philos" dan "Sophia". Philos dan sophos mempunyai makna sendiri-sendiri.
Philos berarti persahabatan dan cinta dan sophos berarti kebijaksanaan dan pengetahuan. Jadi, jika digabung antara philos dan sophos, filsafat bermakna cinta kearifan atau dalam bahasa inggris Love of Widson.
Sedangkan secara istilah filsafat bermakna suatu proses berpikir / hasil pemikiran tentang segala sesuatu yang "ada" dan "mungkin ada" secara universal, radikal, sistematis, logis dan bebas untuk menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya.
Dari pengertian tersebut contonya yaitu ketika saya berpikir bahwa Allah itu berasal dari mana? walau mengundang ahli ilmu manapun tidak akan bisa menjawab pertanyaan tersebut karena kita berpikir menggunakan otak yang terbatas dari ciptaan Tuhan. dan Tuhan adalah sesuatu yang tidak terbatas. Jadi kesimpulannya kita tidak bisa memikirkan apa yang diluar keterbatasan otak kita. Ilmu pengetahuan dibagi menjadi 4, diantaranya:
1. pengetahuan indrawi
2. pengetahuan ilmiah
3. pengetahuan filsafat
4. pengetahuan Religi.
Dari berbagai ilmu tersebut kita bisa memecahkan suatu persoalan tidak hanya dari satu pandangan pengetahuan saja. Misalnya : Jembatan di Sembayat Gresik roboh akibat bangunan tersebut sudah lama dan waktunya diperbarui.
Dari pengetahuan indrawi, kita tau bahwa bangunan itu roboh. Lalu pengetahuan ilmiah kita serahkan pada ahli teknik sipil untuk menelitinya, mungkin beralasan bahwa bangunan itu lama atau tipisnya lapisan semen dll.
Jika kita berpikir dengan pengetahuan filsafat, kita tidak lagi menyelidi dengan ilmu ilmiah, indrawi maupun religi. Tapi kita berpikir rasional mengapa jembatan itu roboh, kita selidiki tim pembangunan jembatan, apakah mereka sudah tepat menggunakan bahan sesuai rencana teknik sipil ataukah korupsi? Itu yang akan ditelusuri sampai benar-benar menemukan kebenarannya.
Ini adalah kesan pertama saya belajar filsafat ilmu, tapi saya langsung tertarik karena dalam berfilsafat itu tidak sembarang, tapi harus ada objeknya baik itu material (materi yang dikaji) dan formal (sudut pandang) lalu filsafat itu bersifat bebas, radikal, sistematis dan tentunya harus maknawi(masuk akal).
Jadi kalau sesuatu itu tidak masuk akal seperti hantu misalnya, itu tidak dapat kita pikir secara filsafat. Dan perannya itu adalah sebagai pendobrak (tradisi,mitos), pembebas(minim pengetahuan) dan pembimbing untuk mencapai kebenaran.
Neila Farah
Materi Kuliah:
