Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
  • Home
  • Kuliah
    • Semua Materi Kuliah
  • Publikasi
    • Semua Publikasi
    • SINTA
    • Google Scholar
  • About Me
  • Login
/
Share:
👁 View: 482 kali.
Home > Pokok Bahasan Komputer Akuntansi ACCURATE 4 > Week Materi Kuliah Komputer Akuntansi ACCURATE 4

99.90 Cara Menghitung Penyusutan

Penyusutan (depresiasi) adalah proses alokasi biaya perolehan suatu aset tetap selama masa manfaatnya. Penyusutan dilakukan untuk mencerminkan penurunan nilai aset seiring waktu dan penggunaannya. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung penyusutan aktiva tetap:

1. Tentukan Biaya Perolehan (Cost)

Biaya perolehan adalah harga beli aset tetap ditambah dengan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk membuat aset tersebut siap digunakan. Biaya-biaya ini bisa termasuk biaya transportasi, instalasi, dan biaya langsung lainnya.

Contoh:

  • Harga beli mesin: Rp 100.000.000

  • Biaya transportasi: Rp 5.000.000

  • Biaya instalasi: Rp 3.000.000

  • Total Biaya Perolehan: Rp 108.000.000

2. Tentukan Nilai Residu (Nilai Sisa)

Nilai residu adalah perkiraan nilai aset pada akhir masa manfaatnya. Nilai ini merupakan nilai yang diharapkan dapat diperoleh dari penjualan aset setelah masa manfaatnya berakhir.

Contoh:

  • Nilai residu mesin: Rp 8.000.000

3. Tentukan Masa Manfaat (Umur Ekonomis)

Masa manfaat adalah periode waktu di mana aset tersebut diharapkan dapat digunakan secara produktif. Masa manfaat ini bisa dinyatakan dalam tahun atau unit produksi.

Contoh:

  • Masa manfaat mesin: 5 tahun

4. Tentukan Metode Penyusutan

Ada beberapa metode penyusutan yang umum digunakan, antara lain:

  • Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)

  • Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)

  • Metode Unit Produksi (Units of Production Method)

5. Hitung Penyusutan Tahunan

Berikut adalah penjelasan untuk masing-masing metode:

a. Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)
Penyusutan dihitung dengan membagi selisih antara biaya perolehan dan nilai residu dengan masa manfaat.

Rumus:

Penyusutan Tahunan=Biaya Perolehan−Nilai ResiduMasa Manfaat ext{Penyusutan Tahunan} = frac{ ext{Biaya Perolehan} - ext{Nilai Residu}}{ ext{Masa Manfaat}}Penyusutan Tahunan=Masa ManfaatBiaya Perolehan−Nilai Residu​

Contoh:

Penyusutan Tahunan=Rp108.000.000−Rp8.000.0005=Rp20.000.000 ext{Penyusutan Tahunan} = frac{Rp 108.000.000 - Rp 8.000.000}{5} = Rp 20.000.000Penyusutan Tahunan=5Rp108.000.000−Rp8.000.000​=Rp20.000.000

b. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)
Penyusutan dihitung dengan menerapkan tarif penyusutan terhadap nilai buku aset pada awal periode. Tarif penyusutan biasanya dua kali lipat dari tarif metode garis lurus.

Rumus:

Penyusutan Tahunan=Nilai Buku Awal Periode�-Tarif Penyusutan ext{Penyusutan Tahunan} = ext{Nilai Buku Awal Periode} imes ext{Tarif Penyusutan}Penyusutan Tahunan=Nilai Buku Awal Periode�-Tarif Penyusutan

Contoh:

  • Tarif penyusutan: 40% (2 x 20%)

  • Tahun 1: Rp108.000.000�-40%=Rp43.200.000Rp 108.000.000 imes 40\% = Rp 43.200.000Rp108.000.000�-40%=Rp43.200.000

  • Tahun 2: (Rp108.000.000−Rp43.200.000)�-40%=Rp25.920.000(Rp 108.000.000 - Rp 43.200.000) imes 40\% = Rp 25.920.000(Rp108.000.000−Rp43.200.000)�-40%=Rp25.920.000

  • Dan seterusnya.

c. Metode Unit Produksi (Units of Production Method)
Penyusutan dihitung berdasarkan jumlah unit yang diproduksi atau jam kerja aset.

Rumus:

Penyusutan per Unit=Biaya Perolehan−Nilai ResiduTotal Unit Produksi ext{Penyusutan per Unit} = frac{ ext{Biaya Perolehan} - ext{Nilai Residu}}{ ext{Total Unit Produksi}}Penyusutan per Unit=Total Unit ProduksiBiaya Perolehan−Nilai Residu​

Penyusutan Tahunan=Penyusutan per Unit�-Unit Produksi Tahun Ini ext{Penyusutan Tahunan} = ext{Penyusutan per Unit} imes ext{Unit Produksi Tahun Ini}Penyusutan Tahunan=Penyusutan per Unit�-Unit Produksi Tahun Ini

Contoh:

  • Total unit produksi: 50.000 unit

  • Unit produksi tahun ini: 10.000 unit

Penyusutan per Unit=Rp108.000.000−Rp8.000.00050.000=Rp2.000 ext{Penyusutan per Unit} = frac{Rp 108.000.000 - Rp 8.000.000}{50.000} = Rp 2.000Penyusutan per Unit=50.000Rp108.000.000−Rp8.000.000​=Rp2.000

Penyusutan Tahunan=Rp2.000�-10.000=Rp20.000.000 ext{Penyusutan Tahunan} = Rp 2.000 imes 10.000 = Rp 20.000.000Penyusutan Tahunan=Rp2.000�-10.000=Rp20.000.000

Undang-Undang tentang Masa Manfaat dan Tarif Penyusutan

Di Indonesia, aturan mengenai masa manfaat dan tarif penyusutan diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Berikut adalah beberapa ketentuan yang relevan:

  1. Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Pasal 11

    • Menyatakan bahwa penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam usaha atau untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

  2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 96/PMK.03/2009

    • Mengatur tentang kelompok harta berwujud dan masa manfaat serta tarif penyusutan untuk tujuan perpajakan.

    • Harta berwujud dikelompokkan menjadi 4 kelompok dengan masa manfaat dan tarif penyusutan sebagai berikut:

      • Kelompok 1: Masa manfaat 4 tahun, tarif penyusutan 25%

      • Kelompok 2: Masa manfaat 8 tahun, tarif penyusutan 12.5%

      • Kelompok 3: Masa manfaat 16 tahun, tarif penyusutan 6.25%

      • Kelompok 4: Masa manfaat 20 tahun, tarif penyusutan 5%

Contoh:

  • Jika mesin termasuk dalam Kelompok 2 dengan masa manfaat 8 tahun, maka tarif penyusutan adalah 12.5% per tahun.

Kesimpulan

Menghitung penyusutan aktiva tetap melibatkan penentuan biaya perolehan, nilai residu, masa manfaat, dan metode penyusutan yang sesuai. Peraturan perpajakan di Indonesia juga memberikan pedoman mengenai masa manfaat dan tarif penyusutan yang harus diikuti untuk tujuan pelaporan pajak. Dengan memahami konsep dan peraturan ini, mahasiswa dapat menghitung penyusutan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



Masa Manfaat:

- Masa manfaat bangunan non-residensial (seperti ruko) selama 20 tahun menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

- Komputer termasuk harta berwujud bukan bangunan (Kelompok I), memiliki masa manfaatnya 4 tahun dengan tarif penyusutan 25%

- AC kantor merupakan harta berwujud bukan bangunan yang termasuk dalam kelompok II sesuai Lampiran I PMK 96/2009, sehingga mempunyai masa manfaat selama 8 tahun dengan tarif penyusutan 12,5%


Perbedaan antara peralatan dan perlengkapan kantor adalah:

- Peralatan Kantor: Barang-barang yang memiliki nilai lebih tinggi, masa pakai lebih lama, dan biasanya digunakan untuk mendukung operasional kantor. Contohnya: komputer, printer, meja kantor, kursi, lemari arsip, dan mesin fotokopi.

- Perlengkapan Kantor: Barang-barang yang memiliki nilai lebih rendah, masa pakai lebih pendek, dan biasanya habis pakai atau sering diganti. Contohnya: kertas, pulpen, staples, klip kertas, dan tinta printer.

Jadi, meja kantor dan komputer termasuk dalam peralatan kantor karena memiliki nilai lebih tinggi dan masa pakai yang lebih lama.









99.90 Cara Menghitung Penyusutan








NEXT:

99.91 Langkah langkah melakukan Jurnal Penyesuaian Pembayaran Dimuka per 31/12/2024 di software Accurate?


PREV:

99.60 Cara Mengerjakan Soal Accurate

NEXT:

99.91 Langkah langkah melakukan Jurnal Penyesuaian Pembayaran Dimuka per 31/12/2024 di software Accurate?


PREV:

99.60 Cara Mengerjakan Soal Accurate



(c) 2010 www.murdansianturi.com | Privacy Policy | About Me | Kirim Email | Login