Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 189 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Teknologi dan Pendidikan
Selasa, 21 Oktober 2025

AI Tak Butuh Programmer, Tapi Butuh Datamu — How Many Entities Do You Have?

ilustrasi AI dan struktur entity data dalam sistem digital
ilustrasi AI dan struktur entity data dalam sistem digital

Di era artificial intelligence (AI) saat ini, kita sering berpikir bahwa hanya programmer super jenius yang bisa membangun sistem canggih.
Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu.

Lho, kok bisa? 

Karena AI tidak bekerja lewat baris-baris kode seperti manusia mengetik program.
Yang paling dibutuhkan AI bukan programmer hebat, tapi dua hal sederhana yang sangat menentukan hasilnya:

1. Data yang lengkap dan terstruktur.

2. Pemahaman konsep dasar cara kerja AI.

Kalau dua hal ini terpenuhi, AI bisa bekerja dengan sangat cepat, akurat, dan bahkan melampaui ekspektasi kita. 🚀


Data Adalah Raja

Bayangkan data seperti lembaran Excel:
Ada kolom (sebagai atribut atau field), dan ada baris (yang disebut record).
Satu kumpulan data disebut tabel, dan dalam dunia sistem, tabel ini dikenal dengan istilah entitas (entity).

Contohnya begini:
Perusahaan A punya 3 sistem.
Setiap sistem berisi 100 tabel data.
Berarti totalnya ada 300 tabel data, alias 300 entitas.

Nah, AI bisa memahami semua struktur itu dengan sangat baik.
Ia tahu mana data pelanggan, mana transaksi, mana stok barang, bahkan bisa mengaitkannya antar sistem, seperti menyusun puzzle raksasa menjadi satu gambar utuh.


AI Paham Sistem, Lebih dari yang Kita Bayangkan

Canggihnya AI bukan hanya pada kecepatannya membaca data, tapi pada kemampuannya memahami makna di balik data.
Ketika kamu mengajukan pertanyaan, AI langsung menganalisis ratusan entitas dalam hitungan detik  dan memberikan jawaban yang terukur serta kontekstual.


Contohnya:

"Tolong buatkan laporan laba rugi perusahaan A selama tiga periode akuntansi berturut-turut.”
→ Set... set... Laporan langsung jadi!

"Tampilkan daftar customer yang belum bayar lebih dari 10 hari setelah pembelian.”
→ Set... set... Daftar nama-nama pelanggan langsung muncul!

 "Dari antara perusahaan saya " A, B, dan C " mana yang paling unggul dan kenapa?”
→ Set... set... AI langsung tampilkan analisis perbandingan lengkap dengan alasannya.


Kesimpulan

AI hari ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan rekan kerja cerdas yang memahami sistem dan data kita secara menyeluruh.

Ia tidak butuh kita menulis ribuan baris kode, tapi ia butuh kita menyiapkan data yang lengkap, bersih, dan saling terhubung.

Maka pertanyaannya sekarang bukan lagi:

"Seberapa banyak sistem yang kamu punya?”

Tetapi:

"How many entities do you have dan seberapa siap datamu untuk dipelajari oleh AI?”


***


AI Tak Butuh Programmer, Tapi Butuh Datamu — How Many Entities Do You Have?








NEXT:

Ketika AI Mulai Menilai Dosen: Refleksi dari Jurnal Mike Thelwall tentang Kualitas Riset di Era ChatGPT


PREV:

Pajak Informal dan Tantangan Ekonomi Publik: Mengapa Mahasiswa Perlu Memahaminya

NEXT:

Ketika AI Mulai Menilai Dosen: Refleksi dari Jurnal Mike Thelwall tentang Kualitas Riset di Era ChatGPT


PREV:

Pajak Informal dan Tantangan Ekonomi Publik: Mengapa Mahasiswa Perlu Memahaminya

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Teknologi dan Pendidikan :
  • Immersive Experiences – “Tenggelam“ ke Dalam Dunia Digital
  • AI Tak Butuh Programmer, Tapi Butuh Datamu — How Many Entities Do You Have?
  • Ketika AI Mulai Menilai Dosen: Refleksi dari Jurnal Mike Thelwall tentang Kualitas Riset di Era ChatGPT
  • AI Mengancam atau Menolong Dunia Pendidikan?
  • Gambar Jaringan Network LAN di Gedung 5 Lantai
  • Controversies of AI. Student Have To Know

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan