View : 144 kali.
Home >
Cerpen Pak Murdan
Selasa, 25 Februari 2025

Pinjol, Doa, dan Mie Instan Ajaib
Selasa, 25 Februari 2025
Pinjol, Doa, dan Mie Instan Ajaib

Adi, mahasiswa semester akhir, sedang duduk di depan laptopnya dengan wajah muram. Tumpukan tugas kuliah, skripsi yang tak kunjung selesai, dan dompet yang semakin menipis membuatnya frustasi. "Kenapa jadi mahasiswa itu harus susah banget, sih?" gumamnya sambil menggaruk kepala yang sudah tiga hari tidak keramas.
Suatu hari, Adi tergoda oleh iklan pinjaman online (pinjol) yang menjanjikan uang cepat tanpa ribet. "Cuma KTP, langsung cair!" kata iklannya. Adi, yang sedang terdesak, langsung mengisi formulir tanpa pikir panjang. "Ah, paling cuma pinjem sedikit, nanti juga bisa balikin," pikirnya.
Tapi, seperti kata pepatah, "pinjol itu seperti pacar toxic: awalnya manis, akhirnya bikin pusing." Dalam sebulan, utang Adi sudah menumpuk karena bunga yang mencekik. Setiap hari, teleponnya berdering dengan nomor-nomor tidak dikenal yang menagih utang. "Mas, kapan bayarnya? Ini sudah lewat jatuh tempo," kata suara di telepon yang membuat Adi semakin stres.
Hingga suatu malam, Adi duduk di lantai kosannya, dikelilingi oleh bungkus mie instan dan botol air mineral bekas. "Tuhan, aku sudah tidak kuat lagi. Tolonglah aku," doanya sambil menangis. Tiba-tiba, lampu kamarnya berkedip-kedip, dan suara gemuruh terdengar dari langit-langit. Adi kaget, tapi kemudian dia mendengar suara yang lembut, "Nak, Aku dengar doamu."
Adi terkejut. "Tuhan, apa ini benar?" tanyanya ragu.
"Ya, Nak. Aku punya solusi untukmu," jawab suara itu. "Coba lihat di bawah tempat tidurmu."
Adi merangkak ke bawah tempat tidur dan menemukan sebuah kotak misterius. Dengan penasaran, dia membukanya dan... ternyata isinya adalah mie instan! Tapi bukan mie instan biasa, melainkan "Mie Instan Ajaib" dengan tulisan: "Makan satu bungkus, utangmu lunas!"
Adi skeptis, tapi karena sudah tidak punya pilihan, dia memasak mie itu. Begitu mie itu masuk ke mulutnya, tiba-tiba teleponnya berdering. "Mas Adi, kami dari pinjol. Maaf, ternyata ada kesalahan sistem. utang Anda sudah lunas semua. Terima kasih!"
Adi hampir tersedak mie. "Apa? Serius?!" tanyanya tak percaya.
"Serius, Mas. Maaf atas ketidaknyamanannya."
Adi menutup telepon dan memandang mie instan di tangannya. "Ternyata Tuhan punya selera humor juga," gumamnya sambil tertawa.
Sejak saat itu, Adi belajar untuk tidak mudah tergoda oleh pinjol dan lebih bijak mengatur keuangannya. Skripsinya pun akhirnya selesai, dan dia lulus dengan predikat cumlaude. Oh ya, kotak mie instan ajaib itu hilang begitu saja, seolah-olah tidak pernah ada.
Moral cerita: Jangan pernah putus asa, karena Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk menolong kita. Tapi, jangan juga terlalu bergantung pada mie instan ajaib, ya!
****
Suatu hari, Adi tergoda oleh iklan pinjaman online (pinjol) yang menjanjikan uang cepat tanpa ribet. "Cuma KTP, langsung cair!" kata iklannya. Adi, yang sedang terdesak, langsung mengisi formulir tanpa pikir panjang. "Ah, paling cuma pinjem sedikit, nanti juga bisa balikin," pikirnya.
Tapi, seperti kata pepatah, "pinjol itu seperti pacar toxic: awalnya manis, akhirnya bikin pusing." Dalam sebulan, utang Adi sudah menumpuk karena bunga yang mencekik. Setiap hari, teleponnya berdering dengan nomor-nomor tidak dikenal yang menagih utang. "Mas, kapan bayarnya? Ini sudah lewat jatuh tempo," kata suara di telepon yang membuat Adi semakin stres.
Hingga suatu malam, Adi duduk di lantai kosannya, dikelilingi oleh bungkus mie instan dan botol air mineral bekas. "Tuhan, aku sudah tidak kuat lagi. Tolonglah aku," doanya sambil menangis. Tiba-tiba, lampu kamarnya berkedip-kedip, dan suara gemuruh terdengar dari langit-langit. Adi kaget, tapi kemudian dia mendengar suara yang lembut, "Nak, Aku dengar doamu."
Adi terkejut. "Tuhan, apa ini benar?" tanyanya ragu.
"Ya, Nak. Aku punya solusi untukmu," jawab suara itu. "Coba lihat di bawah tempat tidurmu."
Adi merangkak ke bawah tempat tidur dan menemukan sebuah kotak misterius. Dengan penasaran, dia membukanya dan... ternyata isinya adalah mie instan! Tapi bukan mie instan biasa, melainkan "Mie Instan Ajaib" dengan tulisan: "Makan satu bungkus, utangmu lunas!"
Adi skeptis, tapi karena sudah tidak punya pilihan, dia memasak mie itu. Begitu mie itu masuk ke mulutnya, tiba-tiba teleponnya berdering. "Mas Adi, kami dari pinjol. Maaf, ternyata ada kesalahan sistem. utang Anda sudah lunas semua. Terima kasih!"
Adi hampir tersedak mie. "Apa? Serius?!" tanyanya tak percaya.
"Serius, Mas. Maaf atas ketidaknyamanannya."
Adi menutup telepon dan memandang mie instan di tangannya. "Ternyata Tuhan punya selera humor juga," gumamnya sambil tertawa.
Sejak saat itu, Adi belajar untuk tidak mudah tergoda oleh pinjol dan lebih bijak mengatur keuangannya. Skripsinya pun akhirnya selesai, dan dia lulus dengan predikat cumlaude. Oh ya, kotak mie instan ajaib itu hilang begitu saja, seolah-olah tidak pernah ada.
Moral cerita: Jangan pernah putus asa, karena Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk menolong kita. Tapi, jangan juga terlalu bergantung pada mie instan ajaib, ya!
****
Pinjol, Doa, dan Mie Instan Ajaib
NEXT:
