Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
  • Home
  • Kuliah
    • Semua Materi Kuliah
  • Publikasi
    • Semua Publikasi
    • SINTA
    • Google Scholar
  • About Me
  • Login
/
Share:
👁 View: 48 kali.
Home > Pokok Bahasan Bisnis Digital > Week Materi Kuliah Bisnis Digital
Senin, 17 Agustus 2026

13.02 Clarity, Consistency, Connection bisa digunakan untuk menentukan niche, positioning, jenis konten

Kerangka 3C - Clarity, Consistency, Connection bisa digunakan untuk menentukan niche, positioning, jenis konten, dan platform media social pada profil Kampus.

1. CLARITY - Kampus harus jelas "siapa dan untuk siapa”

Jangan membuat positioning terlalu umum seperti:

"Kampus terbaik dan berkualitas.”

Hampir semua kampus bisa mengatakan hal yang sama.

Lebih baik kampus menentukan target utama dan keunggulan yang ingin ditanamkan di benak audiens.

Contoh target audiens

Primary audience:

Siswa SMA/SMK kelas XII
Usia sekitar 17-20 tahun
Sedang mencari perguruan tinggi
Aktif menggunakan media sosial
Mempertimbangkan biaya, prospek kerja, fasilitas, lokasi, dan kualitas pembelajaran

Secondary audience:

Orang tua calon mahasiswa
Alumni
Karyawan yang ingin kuliah
Masyarakat umum
Contoh niche

"Kampus yang mempersiapkan generasi muda menjadi tenaga profesional yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi dunia kerja.”

Niche tersebut kemudian bisa dipersempit lagi, misalnya:

Education + Career + Digital Skills + Student Life

Artinya, konten kampus tidak hanya berbicara tentang PMB, tetapi juga:

dunia kuliah,
teknologi,
karier,
keterampilan,
bisnis,
kehidupan mahasiswa,
prestasi,
alumni.
2. CONSISTENCY- Pesan harus konsisten

Setelah positioning ditentukan, seluruh konten harus membawa pesan yang sama.

Misalnya positioning kampus:

"Kampus yang mempersiapkan mahasiswa untuk sukses di dunia kerja dan era digital.”

Maka kontennya harus mendukung positioning tersebut.

Pilar Konten    Contoh
Education    Tips kuliah, akuntansi, bisnis, teknologi
Career    Prospek kerja dan tips memasuki dunia kerja
Digital    AI, digital business, digital marketing
Student Life    Kegiatan mahasiswa
Achievement    Prestasi mahasiswa dan alumni
Academic    Dosen, pembelajaran, laboratorium
Promotion    PMB, beasiswa, biaya dan program studi

Dengan demikian, ketika seseorang melihat akun kampus berkali-kali, mereka mendapatkan kesan yang sama.

"Oh, kampus ini memang fokus pada pendidikan, teknologi, karier, dan kesuksesan mahasiswa.”

Itulah brand consistency.

3. CONNECTION - Bangun hubungan, bukan sekadar beriklan

Ini bagian yang sering dilupakan kampus.

Media sosial jangan hanya menjadi papan pengumuman digital.

Kampus harus berbicara dengan audiens.

Contohnya:

Konten interaktif

"Kalau kamu kuliah, lebih memilih kelas pagi atau malam?”

"Jurusan apa yang paling kamu minati?”

"Apa yang paling kamu takutkan ketika masuk kuliah?”

Kemudian kampus membalas komentar dan membuat konten berdasarkan pertanyaan audiens.

Gunakan manusia sebagai wajah kampus

Misalnya:

mahasiswa,
dosen,
alumni,
kepala program studi,
pimpinan kampus.

Konten:

"Sehari bersama mahasiswa Akuntansi.”

"Dosen menjawab: Apakah kuliah Akuntansi sulit?”

"Alumni kami sekarang bekerja sebagai apa?”

Ini jauh lebih mudah membangun connection daripada hanya menampilkan gedung kampus.

4. Positioning yang Saya Rekomendasikan

Untuk profil kampus, saya menyarankan positioning seperti:

"Kampus untuk membangun kompetensi, karier, dan masa depan di era digital.”

Kemudian dibuat menjadi pesan komunikasi:

LEARN → GROW → CAREER → SUCCESS

atau dalam bahasa Indonesia:

Belajar → Berkembang → Berkarier → Sukses

Ini bisa menjadi payung seluruh konten kampus.

5. Pilihan Platform: Instagram + TikTok

Untuk target utama calon mahasiswa muda, saya memilih:

1. Instagram - Platform utama

Instagram sangat cocok untuk membangun brand kampus secara visual.

Data 2026 menunjukkan Instagram memiliki sekitar 124 juta pengguna di Indonesia pada Juni 2026, dengan kelompok usia terbesar 25-34 tahun; kelompok 18-24 juga sangat besar.

Untuk kampus, gunakan:

Reels → video pendek
Carousel → edukasi
Stories → aktivitas harian
Live → Q&A mahasiswa
Highlights → PMB, Prodi, Beasiswa, Fasilitas, Alumni

Fungsi Instagram:

Branding + Trust + Information + Community

2. TikTok - Platform untuk mendapatkan perhatian

TikTok sangat cocok untuk TOFU, yaitu menjangkau calon mahasiswa yang belum mengenal kampus.

Formatnya bisa lebih santai:

"3 alasan jangan salah pilih jurusan.”

"POV: Hari pertama jadi mahasiswa.”

"Dosen ketika mahasiswa bilang: Pak, tugasnya belum selesai 

"Kuliah Akuntansi ternyata begini…”

"Berapa sih biaya kuliah sebenarnya?”

Konten seperti ini bisa dibuat edukatif sekaligus menghibur.

Fokusnya:

Reach → Attention → Engagement → Profile Visit

Setelah calon mahasiswa tertarik, arahkan mereka ke Instagram/website kampus untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

6. Strategi Kedua Platform

Saya akan membagi fungsinya seperti ini:

    Instagram    TikTok
Fungsi utama    Branding    Awareness
Target    Calon mahasiswa + orang tua    Calon mahasiswa
Gaya    Profesional + humanis    Santai + kreatif
Konten    Edukasi, kegiatan, prestasi    Edukasi + hiburan
Reels    �...    �...
Testimoni    �...    �...
PMB    �...    �...
Story    �...    —
Live    �...    �...
CTA    Website/WhatsApp    Follow/Instagram/Website

7. Hasil Akhir Kerangka 3C

Kalau diringkas:

CLARITY

Siapa kita?
Kampus yang mempersiapkan mahasiswa untuk kompetensi, karier, dan era digital.

CONSISTENCY

Apa yang selalu kita komunikasikan?
Pendidikan + teknologi + karier + kehidupan mahasiswa + kesuksesan alumni.

CONNECTION

Bagaimana kita berhubungan dengan audiens?
Humanis, interaktif, menggunakan mahasiswa/dosen/alumni sebagai storyteller, bukan hanya iklan.

Platform:

Instagram = rumah utama brand kampus

TikTok = mesin awareness dan engagement

Dan bila digabungkan dengan pembahasan sebelumnya, strateginya menjadi sangat kuat:

80% konten bernilai + 20% promosi

TOFU → MOFU → BOFU

TikTok + Instagram

Awareness → Trust → Interest → Pendaftaran

Jadi, akun kampus jangan diposisikan sebagai akun yang selalu berkata "AYO DAFTAR KULIAH!”  Lebih efektif jika audiens terlebih dahulu berpikir:

"Saya suka konten kampus ini.”

lalu:

"Saya percaya kampus ini.”

dan akhirnya:

"Saya ingin kuliah di sini.”

Itulah perjalanan Content Marketing → Brand → Trust → Enrollment.




13.02 Clarity, Consistency, Connection bisa digunakan untuk menentukan niche, positioning, jenis konten








NEXT:

___14 Week 14 - E-Commerce


PREV:

13.01 Contoh penerapan rumus 80/20 dan Content Marketing Funnel TOFU–MOFU–BOFU

NEXT:

___14 Week 14 - E-Commerce


PREV:

13.01 Contoh penerapan rumus 80/20 dan Content Marketing Funnel TOFU–MOFU–BOFU



(c) 2010 www.murdansianturi.com | Privacy Policy | About Me | Kirim Email | Login