WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 847 kali.
Materi Kuliah Filsafat Dan Pengetahuan Modern
03.06 Penalaran Deduktif VS Induktif
# Premis , observasi, pengukuran, dan eksperimen
------------------
Penalaran deduktif merupakan pengambilan kesimpulan secara logis berdasarkan premis-premis yang ada.
Premis di sini merupakan asumsi, pemikiran, dan landasan kesimpulan yang dianggap benar. Berikut ini contoh pengambilan kesimpulan dari premis-premis secara deduktif.
Menurut penalaran deduktif, jika premis-premis yang disediakan benar, maka kesimpulannya pasti benar atau valid.
Jadi, kalo ternyata kesimpulannya gak benar atau gak valid, berarti ada yang salah sama premis-premisnya.
Premis 1: Setiap hewan adalah makhluk hidup.
Premis 2: Anjing adalah hewan.
Maka, anjing adalah makhluk hidup.
Setiap hewan (A) adalah makhluk hidup (B). --> A=B
Setiap anjing (C) adalah hewan (A). --> C=A
Maka, anjing adalah makhluk hidup. --> Maka, C=B
Filsuf Yunani ini tercatat banyak mendokumentasi penalaran deduktif di abad ke-4 sebelum masehi.
Nah, Aristoteles dikenal sebagai Bapak Penalaran Deduktif (bahasa Inggris: Father of Deductive Reasoning), karena ia orang pertama yang mengembangkan sistem formal penalaran tersebut.
Ia mengamati bahwa sebenarnya validitas deduktif bisa dilihat dari struktur yang tadi kita sudah bahas. Berikut ini contoh paling klasik yang dibuat Aristoteles.
Premis 1: All men are mortal. (Semua manusia bisa mati)
Premis 2: Socrates is a man. (Socrates adalah manusia)
Therefore, Socrates is mortal. (Maka, Socrates bisa mati)
Sebagai catatan, mortal memiliki arti fana, gak abadi, dan bisa mati.
Penalaran Induktif
------------------
Francis Bacon merupakan filsuf asal Inggris yang juga dikenal sebagai Bapak Empirisme berkat karyanya dalam mengembangkan metode ilmiah.
Ia mengemukakan bahwa dengan melakukan penalaran induktif dan mengobservasi alam dengan hati-hati, kita bisa memahami berbagai kemungkinan pengetahuan ilmiah.
Menurutnya, kita bisa menguji dan memperkuat hipotesis dengan melakukan observasi, pengukuran, dan eksperimen.
Itulah pembahasan singkat mengenai penalaran induktif.
Perbedaan Penalasran Deduktif dan Penalaran Induktif
-----------------------------------------------------
Secara singkat, bisa dibilang kalo deduktif itu berangkat dari premis umum ke kesimpulan yang spesifik, sedangkan induktif mulai dari premis spesifik ke kesimpulan umum (generalisasi).
03.06 Penalaran Deduktif VS Induktif
# Premis , observasi, pengukuran, dan eksperimen
Penalaran Deduktif
------------------
Penalaran deduktif merupakan pengambilan kesimpulan secara logis berdasarkan premis-premis yang ada.
Premis di sini merupakan asumsi, pemikiran, dan landasan kesimpulan yang dianggap benar. Berikut ini contoh pengambilan kesimpulan dari premis-premis secara deduktif.
Menurut penalaran deduktif, jika premis-premis yang disediakan benar, maka kesimpulannya pasti benar atau valid.
Jadi, kalo ternyata kesimpulannya gak benar atau gak valid, berarti ada yang salah sama premis-premisnya.
Premis 1: Setiap hewan adalah makhluk hidup.
Premis 2: Anjing adalah hewan.
Maka, anjing adalah makhluk hidup.
Setiap hewan (A) adalah makhluk hidup (B). --> A=B
Setiap anjing (C) adalah hewan (A). --> C=A
Maka, anjing adalah makhluk hidup. --> Maka, C=B
Filsuf Yunani ini tercatat banyak mendokumentasi penalaran deduktif di abad ke-4 sebelum masehi.
Nah, Aristoteles dikenal sebagai Bapak Penalaran Deduktif (bahasa Inggris: Father of Deductive Reasoning), karena ia orang pertama yang mengembangkan sistem formal penalaran tersebut.
Ia mengamati bahwa sebenarnya validitas deduktif bisa dilihat dari struktur yang tadi kita sudah bahas. Berikut ini contoh paling klasik yang dibuat Aristoteles.
Premis 1: All men are mortal. (Semua manusia bisa mati)
Premis 2: Socrates is a man. (Socrates adalah manusia)
Therefore, Socrates is mortal. (Maka, Socrates bisa mati)
Sebagai catatan, mortal memiliki arti fana, gak abadi, dan bisa mati.
Penalaran Induktif
------------------
Francis Bacon merupakan filsuf asal Inggris yang juga dikenal sebagai Bapak Empirisme berkat karyanya dalam mengembangkan metode ilmiah.
Ia mengemukakan bahwa dengan melakukan penalaran induktif dan mengobservasi alam dengan hati-hati, kita bisa memahami berbagai kemungkinan pengetahuan ilmiah.
Menurutnya, kita bisa menguji dan memperkuat hipotesis dengan melakukan observasi, pengukuran, dan eksperimen.
Itulah pembahasan singkat mengenai penalaran induktif.
Perbedaan Penalasran Deduktif dan Penalaran Induktif
-----------------------------------------------------
Secara singkat, bisa dibilang kalo deduktif itu berangkat dari premis umum ke kesimpulan yang spesifik, sedangkan induktif mulai dari premis spesifik ke kesimpulan umum (generalisasi).
Selain itu, kesimpulan dari deduktif haruslah valid atau benar. Sedangkan, kesimpulan dari induktif memiliki kemungkinan benar karena sains bisa berubah dan terus berkembang.
Materi Kuliah:
