Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 156 kali.

Bagikan:
Home > Cerpen Pak Murdan
Kamis, 17 April 2025

Judul Seminar 'Living Intelligence'


Di sebuah universitas ternama, ada seorang profesor yang terkenal dengan kecerdasannya dalam mengelola teknologi - namanya Professor Ali. Seperti biasa, beliau dipanggil untuk memberikan seminar tentang kecerdasan buatan (AI) dan bagaimana AI bisa mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi.

Tapi ada satu masalah. Satu masalah besar.

Professor Ali tidak pernah jujur tentang judul seminarnya.

Bukan karena dia ingin menipu, tapi karena dia takut dianggap kurang canggih. Jadi, setiap kali menyusun judul seminar, dia selalu memilih frasa yang terdengar wah, meskipun sebenarnya nggak terlalu tepat.

Seperti seminar hari ini. Judul yang dipilihnya adalah:
"Living Intelligence: Kolaborasi Manusia dan AI untuk Menciptakan Ekosistem Cerdas di Era Digital"

Dari judul itu, siapa sih yang nggak terkesan? Semua orang pasti berpikir seminar ini bakal membahas hal-hal canggih, penuh teknologi mutakhir, dan wawasan futuristik. Tapi kenyataannya? Professor Ali baru pertama kali mencoba berbicara tentang AI secara serius setelah bertanya ke aplikasi AI.

Hari itu, seminar dimulai. Dosen-dosen lain dengan antusias duduk di barisan depan, berharap bisa mencatat ide-ide brilian.

Pak Ali di podium mulai berbicara:

"Selamat datang di seminar yang luar biasa ini, teman-teman. Hari ini kita akan membahas… eh, eh… tentang bagaimana manusia dan kecerdasan buatan bisa bekerja bersama dalam menciptakan ekosistem yang cerdas.”

Dia melirik ke layar laptopnya, yang membuka slide presentasi.

Nampak pada slide pertama:
    "Kecerdasan buatan: Sebuah konsep yang berkembang pesat…"

Tapi tiba-tiba, layar laptopnya berhenti. Semua orang menunggu. Professor Ali mencoba mengklik-klik, tetapi laptopnya sepertinya menghalangi. Tiba-tiba muncul sebuah pesan dari aplikasi AI di layar.

    "Pak Ali, saya yang menyusun slide pertama ini. Jangan lupa untuk mengatakan bahwa saya sudah membaca lebih banyak buku daripada Anda."

Professor Ali tergagap.

Seketika seluruh ruangan tertawa. Ternyata, laptopnya, yang sudah diprogram dengan AI, tahu persis bahwa Pak Ali sebenarnya tidak membaca semua buku yang dia kutip. Dia hanya copy-paste dari sumber yang tidak jelas, berharap audiens tidak menyadari.

"Eh… jadi, ehm… begini…," Pak Ali mencoba berdalih, wajahnya memerah. "Sebenarnya saya ingin menunjukkan betapa dinamisnya AI dalam membantu kita memecahkan masalah besar. Tentu saja, saya juga… mengandalkan sedikit bantuan dari AI."

Lalu, di slide kedua, muncul lagi pesan dari aplikasi AI yang cerewet:
    "Pak Ali, Anda ingin saya teruskan? Saya juga bisa menjelaskan bagaimana Anda mengira Anda yang menemukan konsep "Living Intelligence" minggu lalu. Sebab itu ide saya kan?".

Lagi-lagi, tawa terdengar memenuhi ruang seminar. Dosen-dosen yang hadir mulai menatap satu sama lain dengan pandangan yang menggelitik. Akhirnya, Profesor Ali terdiam sejenak, kemudian menghela napas panjang.

"Baiklah, mungkin saya harus jujur. Seperti yang Anda lihat, seminar ini sebenarnya lebih banyak tentang bagaimana saya… eh, memanfaatkan AI untuk mengajari saya cara membuat judul yang keren. Jadi, daripada saya terus mencoba menipu, mari kita bicara jujur."

Semua orang tertawa terbahak-bahak. Professor Ali akhirnya mengakui apa yang selama ini dia sembunyikan - bahwa dia sering mencari ide-ide brilian melalui AI dan kemudian mencoba membuatnya terdengar lebih canggih daripada yang sebenarnya.


Pesan Moral dari Cerpen Ini:
Jujurlah dalam menulis, teman-teman! Menulis itu bukan tentang bagaimana membuat judul yang terdengar keren atau memaksa kata-kata yang sulit dimengerti. Cukup tulis apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda rasakan, dan terimalah bahwa tidak semua hal perlu terdengar terlalu canggih. Karena terkadang, kejujuran adalah hal yang paling cerdas.



Judul Seminar 'Living Intelligence'








NEXT:

Dosa di Atas Bukit - Penyebab Bencana Banjir Jakarta Bekasi


PREV:

Kuliah di Fakultas AI vs Otodidak NVIDIA

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...





Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan