View : 136 kali.
Home >
Opinion
Kategori: Iman dan Spiritualitas
Senin, 01 Juni 2026

9:1-12
1Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut. 2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. 3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi. 4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. 5Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia. 6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.
Pendahuluan
Shalom, remaja dan pemuda yang dikasihi Tuhan!
Coba jujur.
Apa yang pertama kali kalian pegang saat bangun tidur?
Banyak orang zaman sekarang bangun tidur langsung membuka media sosial. Belum berdoa, belum baca firman, tetapi sudah scrolling.
Lima menit kemudian:
Dalam Wahyu pasal 9, ketika sangkakala kelima dibunyikan, jurang maut dibuka dan asap memenuhi dunia.
Asap itu membuat orang tidak melihat dengan jelas.
Dan itulah yang sedang terjadi hari ini!
Banyak orang masih punya mata, tetapi kehilangan penglihatan rohani.
Masih bisa melihat layar, tetapi tidak lagi melihat Tuhan.
1. ASAP DUNIA MEMBUAT ORANG KEHILANGAN ARAH
Wahyu 9:2 berkata:
"Maka dibukanyalah lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu."
Mereka kehilangan Tuhan karena distraksi.
Setan tidak selalu membuat orang menyembah berhala.
Kadang ia hanya membuat orang terlalu sibuk.
2. DOSA SELALU DATANG DENGAN KATA "CUMA SEKALI"
Belalang dalam Wahyu tidak langsung membunuh.
Mereka menyiksa.
Itulah cara dosa bekerja.
Dosa jarang datang dengan tulisan:
"Halo, saya mau menghancurkan hidupmu."
Tidak.
Dosa datang dengan senyum.
Dosa datang dengan kata-kata:
Setan selalu berkata:
"Coba saja."
Tetapi tidak pernah berkata:
"Nanti kau akan sulit keluar."
Karena itu jangan bermain-main dengan dosa.
Api kecil saja bisa membakar satu rumah.
Dosa kecil saja bisa menghancurkan masa depan.
3. TUHAN TAHU SIAPA MILIK-NYA
Wahyu 9:4 berkata:
"Mereka diperintahkan supaya jangan merusakkan orang-orang yang pada dahinya ada meterai Allah."
Ini kabar baiknya.
Di tengah dunia yang gelap, Tuhan mengenal anak-anak-Nya.
Mungkin hari ini ada yang merasa sendirian.
Mungkin ada yang sedang berjuang melawan dosa.
Mungkin ada yang sedang patah hati.
Mungkin ada yang sedang kehilangan semangat.
Dengarkan baik-baik:
Tuhan tidak lupa namamu.
Tuhan tidak kehilangan alamatmu.
Tuhan tidak pernah berkata:
"Maaf, Aku sibuk."
Tidak!
Dia mengenalmu.
Dia memperhatikanmu.
Dia mengasihimu.
Dia sanggup memulihkanmu.
Ketika semua orang meninggalkanmu, Tuhan tetap ada.
Ketika dunia menolakmu, Tuhan tetap menerima kamu.
Ketika kamu jatuh, Tuhan masih sanggup mengangkatmu.
4. JADILAH TERANG, JANGAN IKUT GELAP
Banyak orang sibuk bertanya:
"Apakah akhir zaman sudah dekat?"
Tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah:
Kalau Yesus datang malam ini, apakah aku siap?
Kalau Yesus datang hari ini, apakah hidupku berkenan kepada-Nya?
Karena mengetahui nubuatan tidak sama dengan mengenal Tuhan.
Ada orang hafal kitab Wahyu.
Tetapi masih suka membenci.
Masih suka iri.
Masih suka memfitnah.
Masih hidup dalam dosa.
Tuhan tidak mencari orang yang hanya tahu tentang akhir zaman.
Tuhan mencari orang yang hidup benar di akhir zaman.
Hari ini Tuhan memanggil generasi muda menjadi terang.
Di sekolah jadilah terang.
Di kampus jadilah terang.
Di media sosial jadilah terang.
Di rumah jadilah terang.
Jangan ikut arus.
Jangan ikut gelap.
Jangan ikut dunia.
Jadilah generasi yang berani berdiri bagi Kristus.
Penutup
Remaja dan pemuda yang dikasihi Tuhan,
Dunia sedang dipenuhi asap.
Ketika dunia menjadi semakin gelap, terang sekecil apa pun akan terlihat semakin jelas.
Karena itu jangan malu menjadi orang Kristen.
Karena dunia tidak membutuhkan lebih banyak influencer.
Dunia membutuhkan lebih banyak anak-anak Tuhan yang hidup sebagai terang kristus.
Jangan terjebak dalam asap dunia. Hiduplah dalam terang kristus sampai Tuhan datang.
Amin.
KHOTBAH SANGKAKALA KE-5 (Untuk Remaja): Jangan Terjebak Dalam Asap Dunia
Senin, 01 Juni 2026
KHOTBAH SANGKAKALA KE-5 (Untuk Remaja): Jangan Terjebak Dalam Asap Dunia

Ilustrasi sangkakala ke-5 dalam kitab Wahyu dengan suasana gelap, asap dari jurang maut, dan pesan rohani tentang perlindungan Allah bagi umat-Nya di tengah dunia yang penuh kegelapan.
oleh Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
Dosen | Penulis | Pelayan Firman
Bacaan: Wahyu 9:1-12
Sangkakala yang kelima9:1-12
1Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut. 2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. 3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi. 4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. 5Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia. 6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.
7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, 8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, 9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan. 10Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya. 11Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. 12Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.
Shalom, remaja dan pemuda yang dikasihi Tuhan!
Coba jujur.
Apa yang pertama kali kalian pegang saat bangun tidur?
- Alkitab?
- Atau HP?
Banyak orang zaman sekarang bangun tidur langsung membuka media sosial. Belum berdoa, belum baca firman, tetapi sudah scrolling.
Lima menit kemudian:
- Ada berita perang.
- Ada berita perselingkuhan artis.
- Ada video yang membuat iri.
- Ada komentar yang membuat marah.
- Ada konten yang membuat hati kotor.
- Belum mandi, tetapi pikiran sudah kotor.
- Belum sekolah, tetapi emosi sudah rusak.
Dalam Wahyu pasal 9, ketika sangkakala kelima dibunyikan, jurang maut dibuka dan asap memenuhi dunia.
Asap itu membuat orang tidak melihat dengan jelas.
Dan itulah yang sedang terjadi hari ini!
Banyak orang masih punya mata, tetapi kehilangan penglihatan rohani.
Masih bisa melihat layar, tetapi tidak lagi melihat Tuhan.
1. ASAP DUNIA MEMBUAT ORANG KEHILANGAN ARAH
Wahyu 9:2 berkata:
"Maka dibukanyalah lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu."
- Asap membuat orang bingung.
- Asap membuat orang kehilangan arah.
- Asap membuat orang sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
- Asap pornografi.
- Asap judi online.
- Asap narkoba.
- Asap pergaulan bebas.
- Asap kebencian.
- Asap media sosial yang membuat orang merasa hidupnya selalu kurang.
Mereka kehilangan Tuhan karena distraksi.
Setan tidak selalu membuat orang menyembah berhala.
Kadang ia hanya membuat orang terlalu sibuk.
- Terlalu sibuk scrolling.
- Terlalu sibuk bermain game.
- Terlalu sibuk mengejar popularitas.
- Terlalu sibuk mencari validasi manusia.
2. DOSA SELALU DATANG DENGAN KATA "CUMA SEKALI"
Belalang dalam Wahyu tidak langsung membunuh.
Mereka menyiksa.
Itulah cara dosa bekerja.
Dosa jarang datang dengan tulisan:
"Halo, saya mau menghancurkan hidupmu."
Tidak.
Dosa datang dengan senyum.
Dosa datang dengan kata-kata:
- "Cuma sekali."
- "Cuma coba-coba."
- "Cuma lihat sebentar."
- "Cuma bohong kecil."
- "Cuma satu game lagi."
- "Cuma satu taruhan lagi."
- "Cuma satu chat lagi."
Setan selalu berkata:
"Coba saja."
Tetapi tidak pernah berkata:
"Nanti kau akan sulit keluar."
Karena itu jangan bermain-main dengan dosa.
Api kecil saja bisa membakar satu rumah.
Dosa kecil saja bisa menghancurkan masa depan.
3. TUHAN TAHU SIAPA MILIK-NYA
Wahyu 9:4 berkata:
"Mereka diperintahkan supaya jangan merusakkan orang-orang yang pada dahinya ada meterai Allah."
Ini kabar baiknya.
Di tengah dunia yang gelap, Tuhan mengenal anak-anak-Nya.
Mungkin hari ini ada yang merasa sendirian.
Mungkin ada yang sedang berjuang melawan dosa.
Mungkin ada yang sedang patah hati.
Mungkin ada yang sedang kehilangan semangat.
Dengarkan baik-baik:
Tuhan tidak lupa namamu.
Tuhan tidak kehilangan alamatmu.
Tuhan tidak pernah berkata:
"Maaf, Aku sibuk."
Tidak!
Dia mengenalmu.
Dia memperhatikanmu.
Dia mengasihimu.
Dia sanggup memulihkanmu.
Ketika semua orang meninggalkanmu, Tuhan tetap ada.
Ketika dunia menolakmu, Tuhan tetap menerima kamu.
Ketika kamu jatuh, Tuhan masih sanggup mengangkatmu.
4. JADILAH TERANG, JANGAN IKUT GELAP
Banyak orang sibuk bertanya:
"Apakah akhir zaman sudah dekat?"
Tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah:
Kalau Yesus datang malam ini, apakah aku siap?
Kalau Yesus datang hari ini, apakah hidupku berkenan kepada-Nya?
Karena mengetahui nubuatan tidak sama dengan mengenal Tuhan.
Ada orang hafal kitab Wahyu.
Tetapi masih suka membenci.
Masih suka iri.
Masih suka memfitnah.
Masih hidup dalam dosa.
Tuhan tidak mencari orang yang hanya tahu tentang akhir zaman.
Tuhan mencari orang yang hidup benar di akhir zaman.
Hari ini Tuhan memanggil generasi muda menjadi terang.
Di sekolah jadilah terang.
Di kampus jadilah terang.
Di media sosial jadilah terang.
Di rumah jadilah terang.
Jangan ikut arus.
Jangan ikut gelap.
Jangan ikut dunia.
Jadilah generasi yang berani berdiri bagi Kristus.
Penutup
Remaja dan pemuda yang dikasihi Tuhan,
Dunia sedang dipenuhi asap.
- Banyak orang kehilangan arah.
- Banyak orang kehilangan iman.
- Banyak orang kehilangan pengharapan.
Ketika dunia menjadi semakin gelap, terang sekecil apa pun akan terlihat semakin jelas.
Karena itu jangan malu menjadi orang Kristen.
- Jangan malu berdoa.
- Jangan malu membaca Alkitab.
- Jangan malu hidup kudus.
- Jangan malu mengikut Yesus.
Karena dunia tidak membutuhkan lebih banyak influencer.
Dunia membutuhkan lebih banyak anak-anak Tuhan yang hidup sebagai terang kristus.
Jangan terjebak dalam asap dunia. Hiduplah dalam terang kristus sampai Tuhan datang.
Amin.
KHOTBAH SANGKAKALA KE-5 (Untuk Remaja): Jangan Terjebak Dalam Asap Dunia
NEXT:
Semburan Api Misterius di Sleman
PREV:
