WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 110 kali.
Home >
Opinion
Kategori: Riset & Akademik
Senin, 16 Februari 2026
Kategori: Riset & Akademik
Senin, 16 Februari 2026
Penjelasan Jurnal PENGARUH BIG DATA ANALYTICS, DATA GOVERNANCE, DAN ANALYTICAL CAPABILITY TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP DETEKSI FRAUD PADA BANK X DI INDONESIA
Jurnal Murdan Sianturi
PENGARUH BIG DATA ANALYTICS, DATA GOVERNANCE, DAN ANALYTICAL CAPABILITY TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP DETEKSI FRAUD PADA BANK X DI INDONESIA
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9346
Penjelasan:
-------------------------
Penelitian ini mau menjawab satu pertanyaan sederhana:
"Kenapa bank masih bisa kecolongan fraud (kecurangan), padahal datanya banyak dan teknologinya canggih?”
Jawabannya ternyata bukan cuma soal teknologi, tapi juga:
- cara data diatur,
- dan kemampuan orang yang mengolah datanya.
1. Masalah yang Dibahas?
- Sekarang bank hidup di era digital:
- Transaksi jutaan per hari
- Data nasabah sangat besar
- Risiko fraud (penipuan, manipulasi, kecurangan) makin canggih
Jadi kalau data tidak diolah dengan benar, fraud bisa:
- lolos dari pengawasan
- baru ketahuan setelah kerugian besar
Makanya bank butuh sistem yang bisa mendeteksi fraud sejak dini.
2. Tiga Hal Utama yang Diteliti
Penelitian ini fokus ke 3 faktor penting:
* 1. Big Data Analytics
Kemampuan sistem komputer bank untuk mengolah data yang sangat besar dan rumit
Contoh:
- Mendeteksi pola transaksi aneh
- Melihat perilaku nasabah yang tidak biasa
- Menghubungkan data dari banyak sumber
Semakin canggih analitiknya, semakin cepat kecurangan terdeteksi
* 2. Data Governance
Ini soal aturan main data.
Bahasa sederhananya:
"Data di bank itu diatur nggak? Rapi nggak? Siapa yang bertanggung jawab?”
Contoh:
- Siapa yang boleh input data
- Siapa yang boleh ubah data
- Standar keakuratan data
Jadi data yang rapi dan terkontrol = informasi lebih bisa dipercaya
* 3. Analytical Capability (Kemampuan SDM)
Ini bukan soal komputer, tapi orangnya.
Artinya:
Seberapa pintar karyawan bank membaca, memahami, dan menganalisis data
Contoh:
- Bisa membaca laporan analitik
- Bisa menarik kesimpulan dari angka
- Bisa curiga kalau ada pola aneh
Jadi teknologi canggih percuma kalau orangnya nggak paham
Tujuan Penelitian Ini Apa?
--------------------------
Penelitian ini mau melihat:
Apakah:
- Big Data Analytics
- Data Governance
- Analytical Capability
membuat informasi akuntansi jadi lebih berkualitas?
Apakah informasi akuntansi yang berkualitas:
dapat benar-benar membantu mendeteksi fraud?
Metode Penelitiannya
--------------------------
1. Responden: karyawan bank (unit terkait)
2. Alat: kuesioner
3. Analisis: SEM-PLS
Peneliti pakai metode statistik untuk melihat hubungan sebab-akibat antar variabel
Hasil Penelitian
--------------------------
a. Pengaruh ke Kualitas Informasi Akuntansi
Ketiga faktor ini terbukti berpengaruh positif dan signifikan:
Big Data Analytics : 0,45
Data Governance : 0,42
Analytical Capability : 0,40
Artinya:
Kalau ketiganya meningkat, kualitas informasi akuntansi juga naik
Dan angka R-Square 0,65 berarti:
65% kualitas informasi akuntansi dijelaskan oleh tiga faktor ini
Sisanya dipengaruhi faktor lain.
b. Pengaruh ke Deteksi Fraud
Kualitas Informasi Akuntansi terhadap Deteksi Fraud (0,50)
Artinya:
Informasi akuntansi yang akurat, tepat waktu, dan relevan sangat membantu mendeteksi fraud
Bahkan:
Informasi akuntansi ini menjadi jembatan (mediator)
Total kontribusi model mencapai 60%
Kesimpulan
--------------------------
Jika disederhanakan, isi penelitian ini adalah:
- Bank tidak cukup hanya punya teknologi canggih.
- Bank harus punya data yang rapi dan orang yang pintar mengolah data.
- Kalau tiga ini jalan bareng, fraud lebih cepat terdeteksi.
Atau versi singkatnya:
Teknologi + Tata Kelola Data + SDM Pintar
= Informasi Akuntansi Berkualitas
= Fraud Lebih Mudah Dideteksi
"Jadi, Penelitian ini membuktikan bahwa untuk mencegah kecurangan di bank, tidak cukup hanya mengandalkan komputer canggih. Data harus dikelola dengan aturan yang jelas dan karyawannya harus mampu membaca serta menganalisis data. Jika informasi akuntansi sudah akurat dan terpercaya, maka kecurangan bisa lebih cepat diketahui.”
PENGARUH BIG DATA ANALYTICS, DATA GOVERNANCE, DAN ANALYTICAL CAPABILITY TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP DETEKSI FRAUD PADA BANK X DI INDONESIA
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9346
Penjelasan:
-------------------------
Penelitian ini mau menjawab satu pertanyaan sederhana:
"Kenapa bank masih bisa kecolongan fraud (kecurangan), padahal datanya banyak dan teknologinya canggih?”
Jawabannya ternyata bukan cuma soal teknologi, tapi juga:
- cara data diatur,
- dan kemampuan orang yang mengolah datanya.
1. Masalah yang Dibahas?
- Sekarang bank hidup di era digital:
- Transaksi jutaan per hari
- Data nasabah sangat besar
- Risiko fraud (penipuan, manipulasi, kecurangan) makin canggih
Jadi kalau data tidak diolah dengan benar, fraud bisa:
- lolos dari pengawasan
- baru ketahuan setelah kerugian besar
Makanya bank butuh sistem yang bisa mendeteksi fraud sejak dini.
2. Tiga Hal Utama yang Diteliti
Penelitian ini fokus ke 3 faktor penting:
* 1. Big Data Analytics
Kemampuan sistem komputer bank untuk mengolah data yang sangat besar dan rumit
Contoh:
- Mendeteksi pola transaksi aneh
- Melihat perilaku nasabah yang tidak biasa
- Menghubungkan data dari banyak sumber
Semakin canggih analitiknya, semakin cepat kecurangan terdeteksi
* 2. Data Governance
Ini soal aturan main data.
Bahasa sederhananya:
"Data di bank itu diatur nggak? Rapi nggak? Siapa yang bertanggung jawab?”
Contoh:
- Siapa yang boleh input data
- Siapa yang boleh ubah data
- Standar keakuratan data
Jadi data yang rapi dan terkontrol = informasi lebih bisa dipercaya
* 3. Analytical Capability (Kemampuan SDM)
Ini bukan soal komputer, tapi orangnya.
Artinya:
Seberapa pintar karyawan bank membaca, memahami, dan menganalisis data
Contoh:
- Bisa membaca laporan analitik
- Bisa menarik kesimpulan dari angka
- Bisa curiga kalau ada pola aneh
Jadi teknologi canggih percuma kalau orangnya nggak paham
Tujuan Penelitian Ini Apa?
--------------------------
Penelitian ini mau melihat:
Apakah:
- Big Data Analytics
- Data Governance
- Analytical Capability
membuat informasi akuntansi jadi lebih berkualitas?
Apakah informasi akuntansi yang berkualitas:
dapat benar-benar membantu mendeteksi fraud?
Metode Penelitiannya
--------------------------
1. Responden: karyawan bank (unit terkait)
2. Alat: kuesioner
3. Analisis: SEM-PLS
Peneliti pakai metode statistik untuk melihat hubungan sebab-akibat antar variabel
Hasil Penelitian
--------------------------
a. Pengaruh ke Kualitas Informasi Akuntansi
Ketiga faktor ini terbukti berpengaruh positif dan signifikan:
Big Data Analytics : 0,45
Data Governance : 0,42
Analytical Capability : 0,40
Artinya:
Kalau ketiganya meningkat, kualitas informasi akuntansi juga naik
Dan angka R-Square 0,65 berarti:
65% kualitas informasi akuntansi dijelaskan oleh tiga faktor ini
Sisanya dipengaruhi faktor lain.
b. Pengaruh ke Deteksi Fraud
Kualitas Informasi Akuntansi terhadap Deteksi Fraud (0,50)
Artinya:
Informasi akuntansi yang akurat, tepat waktu, dan relevan sangat membantu mendeteksi fraud
Bahkan:
Informasi akuntansi ini menjadi jembatan (mediator)
Total kontribusi model mencapai 60%
Kesimpulan
--------------------------
Jika disederhanakan, isi penelitian ini adalah:
- Bank tidak cukup hanya punya teknologi canggih.
- Bank harus punya data yang rapi dan orang yang pintar mengolah data.
- Kalau tiga ini jalan bareng, fraud lebih cepat terdeteksi.
Atau versi singkatnya:
Teknologi + Tata Kelola Data + SDM Pintar
= Informasi Akuntansi Berkualitas
= Fraud Lebih Mudah Dideteksi
"Jadi, Penelitian ini membuktikan bahwa untuk mencegah kecurangan di bank, tidak cukup hanya mengandalkan komputer canggih. Data harus dikelola dengan aturan yang jelas dan karyawannya harus mampu membaca serta menganalisis data. Jika informasi akuntansi sudah akurat dan terpercaya, maka kecurangan bisa lebih cepat diketahui.”
Materi Kuliah:
