WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 69 kali.
Home >
Opinion
Kategori: Riset & Akademik
Selasa, 03 Februari 2026
* Apa Itu Resource-Based View (RBV)?
RBV adalah cara berpikir yang melihat perusahaan seperti kotak alat.
Isinya bisa berupa:
- uang
- teknologi
- merek
- keahlian karyawan
- sistem kerja
- reputasi
Gagasan ini diperkenalkan oleh Birger Wernerfelt dan dipopulerkan oleh Jay Barney.
RBV menjawab pertanyaan sederhana:
"Apa yang perusahaan miliki, sehingga bisa lebih unggul dari pesaing?”
* Sumber Daya yang Bikin Perusahaan Unggul (VRIN)
Menurut RBV, tidak semua sumber daya itu istimewa.
Yang benar-benar bikin unggul harus memenuhi 4 syarat (VRIN):
- Valuable : ada manfaatnya
- Rare : tidak dimiliki semua perusahaan
- Inimitable : sulit ditiru
- Non-substitutable : tidak mudah diganti
Kalau sebuah perusahaan punya sumber daya seperti ini, dia bisa unggul dalam jangka panjang.
* Kelemahan RBV
RBV bagus, tapi ada masalah besar:
- RBV terlalu fokus pada "apa yang dimiliki”
- Seolah-olah lingkungan bisnis tidak banyak berubah
Padahal dunia nyata:
- teknologi cepat berubah
- selera pasar bergeser
- pesaing datang tiba-tiba
RBV jadi kurang menjelaskan bagaimana perusahaan bertahan saat dunia berubah cepat.
* Apa Itu Dynamic Capabilities?
Karena RBV dianggap "kurang lincah”, maka muncullah konsep Dynamic Capabilities, diperkenalkan oleh David J. Teece dan koleganya.
Kalau RBV bertanya:
"Apa yang perusahaan punya?”
Dynamic Capabilities bertanya:
"Apa yang bisa perusahaan lakukan ketika keadaan berubah?”
Penjelasan Paling Sederhana
Dynamic Capabilities itu kemampuan perusahaan untuk:
- membaca perubahan
- menyesuaikan diri
- mengatur ulang sumber dayanya
Bukan soal punya apa, tapi bisa ngapain.
Tiga Kemampuan Utama Dynamic Capabilities
Biasanya dijelaskan lewat 3 langkah:
1. Sensing :
peka melihat peluang & ancaman
(misalnya sadar tren pasar berubah)
2. Seizing :
cepat mengambil peluang
(misalnya meluncurkan produk baru)
3. Transforming:
berani mengubah cara kerja
(misalnya restrukturisasi, digitalisasi)
RBV vs Dynamic Capabilities
Bukan Musuhan, Tapi Lanjutan
Ini poin penting,
Dynamic Capabilities bukan lawan RBV.
RBV itu fondasi,
Dynamic Capabilities itu pengembangannya.
RBV Dynamic Capabilities
-----------------------------------------------------------------------
Fokus pada apa yang dimiliki Fokus pada apa yang bisa dilakukan
Cenderung statis Sangat dinamis
Cocok untuk lingkungan stabil Cocok untuk lingkungan berubah cepat
"What the firm has” "What the firm can do”
Jadi:
Dynamic Capabilities berdiri di atas RBV, bukan menggantikannya
Kenapa Istilah "Dynamic Capability View (DCV)” Bermasalah?
Nah, ini sumber kebingungan yang sering terjadi.
Di buku dan jurnal internasional:
- RBV : istilah baku
- Dynamic Capabilities : istilah baku
- Dynamic Capability View (DCV) → tidak baku
Istilah DCV biasanya:
- dibuat sendiri oleh penulis
- dipaksakan supaya sejajar dengan RBV
- tidak dipakai oleh Teece dkk
Akibatnya:
- seolah-olah RBV dan DCV itu dua "view” yang setara
- padahal secara sejarah dan konsep tidak begitu
Kategori: Riset & Akademik
Selasa, 03 Februari 2026
RBV dan Dynamic Capabilities: Meluruskan Istilah yang Sering Disalahpahami dalam Manajemen Strategik
* Pendahuluan
Dalam ilmu Manajemen Strategik, istilah itu penting. Bukan cuma soal "nama keren”, tapi karena istilah menentukan cara kita berpikir.
Masalahnya, banyak mahasiswa mencampuradukkan istilah:
- Resource-Based View (RBV)
- Dynamic Capabilities
- bahkan ada yang menyebut Dynamic Capability View (DCV)
Padahal, kalau istilahnya keliru, cara berpikirnya ikut melenceng.
Tulisan ini bertujuan meluruskan pemahaman, supaya kita tidak salah konsep sejak awal.
Dalam ilmu Manajemen Strategik, istilah itu penting. Bukan cuma soal "nama keren”, tapi karena istilah menentukan cara kita berpikir.
Masalahnya, banyak mahasiswa mencampuradukkan istilah:
- Resource-Based View (RBV)
- Dynamic Capabilities
- bahkan ada yang menyebut Dynamic Capability View (DCV)
Padahal, kalau istilahnya keliru, cara berpikirnya ikut melenceng.
Tulisan ini bertujuan meluruskan pemahaman, supaya kita tidak salah konsep sejak awal.
* Apa Itu Resource-Based View (RBV)?
RBV adalah cara berpikir yang melihat perusahaan seperti kotak alat.
Isinya bisa berupa:
- uang
- teknologi
- merek
- keahlian karyawan
- sistem kerja
- reputasi
Gagasan ini diperkenalkan oleh Birger Wernerfelt dan dipopulerkan oleh Jay Barney.
RBV menjawab pertanyaan sederhana:
"Apa yang perusahaan miliki, sehingga bisa lebih unggul dari pesaing?”
* Sumber Daya yang Bikin Perusahaan Unggul (VRIN)
Menurut RBV, tidak semua sumber daya itu istimewa.
Yang benar-benar bikin unggul harus memenuhi 4 syarat (VRIN):
- Valuable : ada manfaatnya
- Rare : tidak dimiliki semua perusahaan
- Inimitable : sulit ditiru
- Non-substitutable : tidak mudah diganti
Kalau sebuah perusahaan punya sumber daya seperti ini, dia bisa unggul dalam jangka panjang.
* Kelemahan RBV
RBV bagus, tapi ada masalah besar:
- RBV terlalu fokus pada "apa yang dimiliki”
- Seolah-olah lingkungan bisnis tidak banyak berubah
Padahal dunia nyata:
- teknologi cepat berubah
- selera pasar bergeser
- pesaing datang tiba-tiba
RBV jadi kurang menjelaskan bagaimana perusahaan bertahan saat dunia berubah cepat.
* Apa Itu Dynamic Capabilities?
Karena RBV dianggap "kurang lincah”, maka muncullah konsep Dynamic Capabilities, diperkenalkan oleh David J. Teece dan koleganya.
Kalau RBV bertanya:
"Apa yang perusahaan punya?”
Dynamic Capabilities bertanya:
"Apa yang bisa perusahaan lakukan ketika keadaan berubah?”
Penjelasan Paling Sederhana
Dynamic Capabilities itu kemampuan perusahaan untuk:
- membaca perubahan
- menyesuaikan diri
- mengatur ulang sumber dayanya
Bukan soal punya apa, tapi bisa ngapain.
Tiga Kemampuan Utama Dynamic Capabilities
Biasanya dijelaskan lewat 3 langkah:
1. Sensing :
peka melihat peluang & ancaman
(misalnya sadar tren pasar berubah)
2. Seizing :
cepat mengambil peluang
(misalnya meluncurkan produk baru)
3. Transforming:
berani mengubah cara kerja
(misalnya restrukturisasi, digitalisasi)
RBV vs Dynamic Capabilities
Bukan Musuhan, Tapi Lanjutan
Ini poin penting,
Dynamic Capabilities bukan lawan RBV.
RBV itu fondasi,
Dynamic Capabilities itu pengembangannya.
RBV Dynamic Capabilities
-----------------------------------------------------------------------
Fokus pada apa yang dimiliki Fokus pada apa yang bisa dilakukan
Cenderung statis Sangat dinamis
Cocok untuk lingkungan stabil Cocok untuk lingkungan berubah cepat
"What the firm has” "What the firm can do”
Jadi:
Dynamic Capabilities berdiri di atas RBV, bukan menggantikannya
Kenapa Istilah "Dynamic Capability View (DCV)” Bermasalah?
Nah, ini sumber kebingungan yang sering terjadi.
Di buku dan jurnal internasional:
- RBV : istilah baku
- Dynamic Capabilities : istilah baku
- Dynamic Capability View (DCV) → tidak baku
Istilah DCV biasanya:
- dibuat sendiri oleh penulis
- dipaksakan supaya sejajar dengan RBV
- tidak dipakai oleh Teece dkk
Akibatnya:
- seolah-olah RBV dan DCV itu dua "view” yang setara
- padahal secara sejarah dan konsep tidak begitu
Materi Kuliah:
