Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 113 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Ilmu dan Akademik
Selasa, 03 Februari 2026

RBV dan Dynamic Capabilities: Meluruskan Istilah yang Sering Disalahpahami dalam Manajemen Strategik

Pendahuluan

Dalam ilmu manajemen strategik, istilah itu penting. Bukan cuma soal "nama keren”, tapi karena istilah menentukan cara kita berpikir.

Masalahnya, banyak mahasiswa mencampuradukkan istilah:
- Resource-Based View (RBV)
- dynamic capabilities
- bahkan ada yang menyebut Dynamic Capability View (DCV)

Padahal, kalau istilahnya keliru, cara berpikirnya ikut melenceng.
Tulisan ini bertujuan meluruskan pemahaman, supaya kita tidak salah konsep sejak awal.


Apa Itu Resource-Based View (RBV)?

RBV adalah cara berpikir yang melihat perusahaan seperti kotak alat.

Isinya bisa berupa:
- uang
- teknologi
- merek
- keahlian karyawan
- sistem kerja
- reputasi

Gagasan ini diperkenalkan oleh Birger Wernerfelt dan dipopulerkan oleh Jay Barney.

RBV menjawab pertanyaan sederhana:
"Apa yang perusahaan miliki, sehingga bisa lebih unggul dari pesaing?”


Sumber Daya yang Bikin Perusahaan Unggul (VRIN)

Menurut RBV, tidak semua sumber daya itu istimewa.

Yang benar-benar bikin unggul harus memenuhi 4 syarat (VRIN):
- Valuable          : ada manfaatnya
- Rare              : tidak dimiliki semua perusahaan
- Inimitable        : sulit ditiru
- Non-substitutable : tidak mudah diganti

Kalau sebuah perusahaan punya sumber daya seperti ini, dia bisa unggul dalam jangka panjang.


Kelemahan RBV


RBV bagus, tapi ada masalah besar:
- RBV terlalu fokus pada "apa yang dimiliki”
- Seolah-olah lingkungan bisnis tidak banyak berubah

Padahal dunia nyata:
- teknologi cepat berubah
- selera pasar bergeser
- pesaing datang tiba-tiba

RBV jadi kurang menjelaskan bagaimana perusahaan bertahan saat dunia berubah cepat.


Apa Itu dynamic capabilities?


Karena RBV dianggap "kurang lincah”, maka muncullah konsep dynamic capabilities, diperkenalkan oleh David J. Teece dan koleganya.

Kalau RBV bertanya:
"Apa yang perusahaan punya?”

dynamic capabilities bertanya:
"Apa yang bisa perusahaan lakukan ketika keadaan berubah?”


Penjelasan Paling Sederhana

dynamic capabilities itu kemampuan perusahaan untuk:
- membaca perubahan
- menyesuaikan diri
- mengatur ulang sumber dayanya

Bukan soal punya apa, tapi bisa ngapain.


Tiga Kemampuan Utama dynamic capabilities

Biasanya dijelaskan lewat 3 langkah:
1. Sensing :
  peka melihat peluang & ancaman
(misalnya sadar tren pasar berubah)

2. Seizing :
 cepat mengambil peluang
(misalnya meluncurkan produk baru)

3. Transforming:
  berani mengubah cara kerja
(misalnya restrukturisasi, digitalisasi)

RBV vs dynamic capabilities
Bukan Musuhan, Tapi Lanjutan

Ini poin penting, 
dynamic capabilities bukan lawan RBV.

RBV itu fondasi,
dynamic capabilities itu pengembangannya.
  
RBV             dynamic capabilities
  • Fokus pada apa yang dimiliki     Fokus pada apa yang bisa dilakukan
  • Cenderung statis                        Sangat dinamis
  • Cocok untuk lingkungan stabil    Cocok untuk lingkungan berubah cepat
  • "What the firm has”                    "What the firm can do”

Jadi:
dynamic capabilities berdiri di atas RBV, bukan menggantikannya

Kenapa Istilah "Dynamic Capability View (DCV)” Bermasalah?

Nah, ini sumber kebingungan yang sering terjadi.

Di buku dan jurnal internasional:
- RBV : istilah baku
- dynamic capabilities : istilah baku
- Dynamic Capability View (DCV) → tidak baku

Istilah DCV biasanya:
- dibuat sendiri oleh penulis
- dipaksakan supaya sejajar dengan RBV
- tidak dipakai oleh Teece dkk

Akibatnya:
- seolah-olah RBV dan DCV itu dua "view” yang setara
- padahal secara sejarah dan konsep tidak begitu



RBV dan Dynamic Capabilities: Meluruskan Istilah yang Sering Disalahpahami dalam Manajemen Strategik








NEXT:

Apa Itu S-4 (Site Four)? Fakta, Teori, dan Misteri di Balik Area 51


PREV:

Rumus Pendapatan Nasional (Tidak ada variabel s (saving) pada Rumus Pendapatan Nasional)

NEXT:

Apa Itu S-4 (Site Four)? Fakta, Teori, dan Misteri di Balik Area 51


PREV:

Rumus Pendapatan Nasional (Tidak ada variabel s (saving) pada Rumus Pendapatan Nasional)

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Ilmu dan Akademik :
  • RBV dan Dynamic Capabilities: Meluruskan Istilah yang Sering Disalahpahami dalam Manajemen Strategik

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan