Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 208 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Sosial dan Kebangsaan
Selasa, 28 Oktober 2025

Refleksi 97 Tahun Sumpah Pemuda

Semangat Sumpah Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda

Perjuangan Pemuda dan Negara Melawan mafia korupsi 

Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tahun ini kita memasuki 97 tahun momentum bersejarah tersebut, ketika para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang bersatu menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.

Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa seremoni. Ia adalah manifesto keberanian, tekad persatuan, dan perlawanan terhadap penjajahan. Namun hari ini, jenis penjajahan yang kita hadapi sudah berbeda bentuk: bukan lagi kolonialisme fisik, melainkan penjajahan dari dalam yang bernama korupsi dan mafia.

Korupsi, Musuh Besar Kemajuan Bangsa


Korupsi bukan sekadar tindakan melanggar hukum, ia menghancurkan masa depan bangsa:
  • Menguras anggaran pendidikan
  • Menghambat pembangunan
  • Membunuh kesempatan generasi muda untuk maju
  • Membentuk budaya ketidakpercayaan pada negara

Saat pemuda dulu bertarung melawan penjajah, kini kita bertarung melawan para mafia yang mempertahankan kekayaan dan kekuasaan dengan cara gelap. Mereka ada di banyak sektor: hukum, ekonomi, proyek negara, hingga perdagangan gelap.

Perang ini jauh lebih berat karena musuhnya bukan terlihat jelas di depan mata, mereka bersembunyi di balik jabatan, koneksi, dan topeng kepahlawanan palsu.


Pemerintah dan Tantangan Berat Memberantas Mafia

Upaya pemerintah saat ini untuk menindak korupsi harus diapresiasi. Tetapi kita tidak bisa menutup mata: ini perjuangan yang sangat berisiko. Siapa pun yang berani menyentuh kepentingan mafia, akan menghadapi:
  • Ancaman fisik dan keluarga
  • Tekanan politik
  • Serangan balik yang terstruktur dan masif
  • Fitnah serta upaya pembunuhan karakter
Bagi para pemimpin yang jujur dan berintegritas, ini perjuangan hidup mati.

Pemerintah lewat Purbaya Sadewa mengambil langkah berani untuk menghadapi tekanan dari kelompok yang selama ini menikmati status quo. Langkah ini tidak hanya sebatas penegakan aturan, tetapi juga bertujuan memutus kekuatan kriminal yang telah lama bercokol dalam sistem.

Pemerintah tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian.


Kini Giliran Pemuda Menjawab Panggilan


Sumpah Pemuda mengajarkan pada kita tiga kata kunci: Berani. Bersatu. Berkorban.

Pemuda hari ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki generasi sebelumnya:

... Melek teknologi
... Akses informasi luas
... Kemampuan bersuara melalui media digital
... Semangat kritis dan inovatif

Tapi itu belum cukup bila tidak disertai:
  • Integritas
  • Kepedulian
  • Keberanian melawan kejahatan

Karena masa depan Indonesia ada di tangan generasi yang berani berkata TIDAK pada korupsi.

Penutup: Meneruskan Api Sumpah Pemuda

Refleksi 97 Tahun Sumpah Pemuda mengajak kita bertanya:

Sudahkah kita, para pemuda, meneruskan perjuangan mereka?
Atau justru kita membiarkan bangsa ini dirusak oleh mafia dan koruptor?

Hari ini, perjuangan belum usai.

Jika dulu musuh pemuda adalah penjajah yang bersenjata, maka sekarang musuhnya adalah koruptor yang tersenyum.

Mari jadikan momentum Sumpah Pemuda bukan hanya nostalgia sejarah, tetapi komitmen nyata untuk:
  • Menolak korupsi dalam bentuk apa pun
  • Mendukung pemimpin yang berintegritas
  • Mengawal penegakan hukum tanpa pandang bulu
  • Menjadi generasi bersih yang membangun masa depan

Karena Indonesia yang bersatu, bersih, dan bermartabat adalah amanah para pendiri bangsa, dan tugas kita menjaga serta mewujudkannya.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97!
Mari bersatu memerangi mafia demi Indonesia yang lebih adil dan maju.


Refleksi 97 Tahun Sumpah Pemuda








NEXT:

Menyusun Tesis Berbasis Evidence-Based


PREV:

Ilmu Ekonomi Itu Akan Bermuara ke Mana Nanti?

NEXT:

Menyusun Tesis Berbasis Evidence-Based


PREV:

Ilmu Ekonomi Itu Akan Bermuara ke Mana Nanti?

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Sosial dan Kebangsaan :
  • Reses DPR: Ritual Demokrasi yang Kehilangan Nyali. Ketika Wakil Rakyat Takut pada Partai, Bukan pada Rakyat
  • Refleksi 97 Tahun Sumpah Pemuda

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan