Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
  • Home
  • Kuliah
    • Semua Materi Kuliah
  • Publikasi
    • Semua Publikasi
    • SINTA
    • Google Scholar
  • About Me
  • Login
/
Share:
👁 View: 221 kali.
Home > Pokok Bahasan Pengantar Aplikasi Komputer > Week Materi Kuliah Pengantar Aplikasi Komputer

Week 5 - Internet, Web & Search Engine (TU 2)

Tujuan Pembelajaran: Mahasiswa mampu menggunakan internet, web, dan search engine untuk memperoleh informasi relevan serta mengevaluasi sumber informasi (CPMK-5).

Daftar Isi:
1. 
Konsep dasar internet, World Wide Web (WWW), dan cara kerja browser dalam mengakses halaman web.
2. Teknik pencarian informasi efektif menggunakan search engine: kata kunci spesifik, operator pencarian, filter hasil.
3. Kriteria evaluasi kredibilitas sumber informasi: otoritas penulis, objektivitas, keakuratan, dan kemutakhiran (relevansi waktu).
4. Mengenali informasi yang menyesatkan atau tidak kredibel (misinformasi/hoaks) di internet.
5. Etika dalam mengutip dan menggunakan sumber informasi dari internet untuk keperluan akademik.

Aktivitas Pembelajaran: Mahasiswa melakukan praktik pencarian informasi terkait topik bisnis/akuntansi, kemudian mengevaluasi kredibilitas beberapa sumber yang ditemukan.

Indikator Capaian: Mahasiswa mampu menemukan informasi relevan secara efisien dan menilai kredibilitas sumber dengan kriteria yang tepat.


1. Konsep dasar internet, World Wide Web (WWW), dan cara kerja browser dalam mengakses halaman web.   Kembali ke Daftar Isi
1. Konsep Dasar Internet
Internet (Interconnected Network) adalah sebuah jaringan komputer global yang menghubungkan miliaran perangkat digital di seluruh dunia menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP). Internet bertindak sebagai infrastruktur fisik atau "jalan raya" digital yang memungkinkan pertukaran data tanpa batas jarak dan waktu.
  • Fungsi Utama: Menyediakan jalur komunikasi data untuk berbagai layanan seperti surat elektronik (e-mail), transfer berkas (FTP), panggilan suara/video (VoIP), hingga World Wide Web (WWW).
  • Komponen Pembentuk: Terdiri dari jaringan kabel serat optik bawah laut, satelit, pusat data (Data Center), router, dan perangkat pengguna (komputer, smartphone).

2. World Wide Web (WWW)
Banyak orang menyamakan Internet dengan WWW, padahal keduanya berbeda. World Wide Web (WWW) adalah sistem informasi yang berjalan di atas infrastruktur Internet. WWW ditemukan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1989 dan berfungsi sebagai kumpulan dokumen digital (halaman web) yang saling terhubung melalui pranala (hyperlink).
WWW bekerja berdasarkan tiga teknologi utama:
  • HTML (HyperText Markup Language): Bahasa standar untuk membuat dan menyusun struktur halaman web.
  • HTTP/HTTPS (HyperText Transfer Protocol): Protokol komunikasi untuk mengirimkan data halaman web dari server ke browser pengguna.
  • URL (Uniform Resource Locator): Alamat unik global yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menemukan lokasi halaman web tertentu di internet (misalnya, https://google.com).

3. Cara Kerja Browser dalam Mengakses Halaman Web
Web Browser (seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Microsoft Edge) adalah aplikasi perangkat lunak yang berfungsi sebagai penerjemah kode-kode web (HTML, CSS, JavaScript) menjadi tampilan visual yang interaktif bagi pengguna.
Proses saat Anda mengetikkan alamat URL di browser hingga halaman web muncul di layar melibatkan langkah-langkah sistematis berikut:
[Perangkat Pengguna] ---> [Router] ---> [DNS Server (Mencari IP)]
        ^                                        |
        |                                        v
[Tampilan Halaman Web] <--- [Browser Merender] <--- [Web Server]
  1. Permintaan Pengguna (Request): Pengguna mengetikkan URL (misalnya, www.wikipedia.org) di bilah alamat browser.
  2. Resolusi DNS (Domain Name System): Komputer tidak memahami nama teks seperti "wikipedia.org". Browser akan menghubungi DNS Server untuk mengubah domain tersebut menjadi alamat angka unik yang disebut IP Address (misalnya, 198.35.26.96).
  3. Koneksi ke Web Server: Setelah mendapatkan IP Address, browser mengirimkan permintaan HTTP/HTTPS ke Web Server tempat situs tersebut disimpan.
  4. Pengiriman Data (Response): Web server memproses permintaan tersebut dan mengirimkan kembali berkas-berkas yang diperlukan seperti dokumen HTML, lembar gaya CSS, gambar, dan skrip JavaScript ke browser Anda.
  5. Rendering Halaman: Browser menerima kode mentah tersebut, membacanya, lalu menyusunnya menjadi halaman visual utuh yang siap dibaca dan digunakan oleh manusia.
Berikut adalah diagram visual terintegrasi yang menunjukkan alur komunikasi data dari perangkat pengguna, melalui router, DNS, hingga server web:

Rangkuman Perbedaan Komponen
KomponenDefinisi & KarakteristikContoh / Wujud Fisik
InternetInfrastruktur fisik jaringan global yang menghubungkan perangkat keras.Kabel serat optik, Router, Server, Protokol TCP/IP.
World Wide Web (WWW)Sistem informasi atau kumpulan dokumen digital yang berjalan di atas Internet.Website, Halaman HTML, Protokol HTTP/HTTPS, URL.
Web BrowserAplikasi perangkat lunak untuk mengakses, mengambil, dan menampilkan konten WWW.Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Microsoft Edge.


2. Teknik pencarian informasi efektif menggunakan search engine: kata kunci spesifik, operator pencarian, filter hasil.   Kembali ke Daftar Isi
1. Perumusan Kata Kunci Spesifik (Specific Keywords)
Mesin pencari (seperti Google) bekerja dengan mencocokkan kata yang Anda ketikkan dengan indeks miliaran halaman web mereka. Kesalahan utama pengguna adalah memasukkan kalimat tanya yang terlalu panjang atau kata kunci yang terlalu umum (broad keywords).
  • Hindari Kata Kunci Abstrak / Bertele-tele: Jangan mengetik "Bagaimana caranya agar saya bisa membuat program komputer sederhana bagi pemula di laptop".
  • Gunakan Kata Kunci Spesifik (Specific Keywords): Fokus pada konsep inti digital. Ubah kalimat di atas menjadi "tutorial Python pemula" atau "dasar pemrograman Java dasar".
  • Strategi Pemilihan Kata:
    • Gunakan istilah teknis atau akademis jika mencari jurnal/materi kuliah (misal: "dampak inflasi" lebih baik daripada "efek uang tidak ada nilainya").
    • Hilangkan kata hubung yang tidak perlu seperti dan, yang, di, ke, atau karena mesin pencari secara otomatis memprioritaskan kata benda dan kata kerja utama.

2. Operator Pencarian (Search Operators)
Operator pencarian adalah simbol atau kata perintah khusus yang ditambahkan ke dalam kueri pencarian guna mempersempit dan mengarahkan hasil agar lebih spesifik. Pemanfaatan operator ini membedakan pencarian kasual dengan pencarian profesional/akademis.
A. Operator Dasar & Boolean
  • Tanda Kutip Double ("...") — Exact Match: Mencari frasa spesifik yang urutan katanya harus persis sama.
    • Contoh: "Pengantar Aplikasi Komputer" hanya akan menampilkan halaman yang memuat frasa utuh tersebut secara berurutan.
  • Operator OR — Alternatif: Menampilkan hasil yang mengandung salah satu atau kedua kata kunci.
    • Contoh: kuliah online OR daring
  • Simbol Minus (-) — Eksklusi: Menghilangkan kata tertentu yang tidak diinginkan dari hasil pencarian.
    • Contoh: piramida -mesir (mencari informasi piramida selain yang ada di Mesir, misalnya piramida suku Maya atau konsep piramida makanan).
B. Operator Lanjutan (Advanced Operators)
  • filetype: Membatasi hasil pencarian hanya pada format berkas tertentu (seperti PDF, PPTX, XLSX, DOCX). Sangat berguna untuk mencari e-book, jurnal ilmiah, materi presentasi, atau modul kuliah.
    • Contoh: jurnal sistem informasi filetype:pdf
  • site: Membatasi pencarian hanya pada satu situs web atau domain spesifik (misalnya situs pemerintah .go.id atau kampus .ac.id).
    • Contoh: beasiswa site:kemdikbud.go.id atau kurikulum site:ui.ac.id
  • intitle: Memaksa mesin pencari hanya menampilkan halaman yang judul utamanya (title tag) mengandung kata kunci tersebut.
    • Contoh: intitle:"kecerdasan buatan"
Di bawah ini adalah infografis panduan cepat (cheat sheet) penggunaan berbagai operator pencarian tingkat lanjut untuk mengoptimalkan penelusuran informasi digital Anda:
Google <b>Search</b> Cheat Sheet : r/coolguides
<b>Google Search Operators Cheat Sheet</b> A smart search guide ...
Five golden rings--5 tips for teachers and librarians - SearchReSearch

3. Filter Hasil Pencarian (Search Result Filters)
Setelah hasil pencarian muncul di halaman SERP (Search Engine Result Page), Anda dapat memanfaatkan fitur penyaring bawaan mesin pencari untuk memotong informasi yang tidak relevan.
  • Filter Kategori Konten: Memilah hasil berdasarkan bentuk informasi yang dibutuhkan:
    • All / Semua: Tampilan standar berupa artikel web teks campur.
    • Images / Gambar: Hanya menampilkan visual/infografis (berguna mencari aset media).
    • News / Berita: Menampilkan artikel dari portal berita resmi (untuk melacak peristiwa terkini).
    • Tools / Alat Tambahan:
      • Any Time / Sembarang Waktu: Dapat diubah menjadi Past 24 hours, Past week, atau Custom range (misal: membatasi artikel ilmiah terbitan tahun 2024–2026 saja agar data tetap mutakhir).

Rangkuman Panduan Teknik Pencarian Efektif
Teknik PencarianMekanisme KerjaTujuan UtamaContoh Penerapan
Kata Kunci SpesifikMemangkas kalimat panjang menjadi istilah/konsep inti.Mengurangi hasil sampah (noise) yang tidak relevan.tutorial python dasar
Operator Frasa (" ")Mengunci urutan kata agar dicari persis sama.Menghindari pemisahan kata kunci secara acak."kecerdasan buatan di indonesia"
Operator Jenis Berkas (filetype:)Menyaring ekstensi dokumen digital khusus.Menemukan dokumen akademis, data tabular, atau presentasi.materi internet filetype:pptx
Operator Domain (site:)Mengunci pencarian pada klaster server web tertentu.Memastikan validitas sumber (misal dari institusi resmi).pendaftaran maba site:ui.ac.id
Filter Waktu (Time Tools)Membatasi indeks berdasarkan tanggal rilis data.Mendapatkan informasi terkini dan menghindari data kedaluwarsa.Mengatur filter ke kurun waktu 2024 - 2026

3. Kriteria evaluasi kredibilitas sumber informasi: otoritas penulis, objektivitas, keakuratan, dan kemutakhiran (relevansi waktu).   Kembali ke Daftar Isi
1. Otoritas Penulis (Authority)
Pilar ini menjawab pertanyaan: "Siapa yang membuat informasi ini, dan apakah mereka memiliki hak atau keahlian untuk membicarakannya?"
  • Identitas Penulis/Penerbit: Periksa apakah artikel mencantumkan nama penulis yang jelas, institusi yang menaungi (misalnya universitas atau lembaga riset), atau reputasi penerbit/situs web.
  • Kualifikasi & Rekam Jejak: Lakukan pengecekan apakah penulis memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan, atau sertifikasi yang relevan dengan topik yang ditulis.
  • Indikator URL: Ekstensi domain pada alamat situs web sering kali mencerminkan otoritas lembaga di baliknya:

    .edu
    atauunset
    .ac.id
    : Institusi pendidikan/akademis tinggi (Sangat Tepercaya).
    *   "'unset
    .gov
    "' atau "'unset
    .go.id
    "': Situs resmi lembaga pemerintah (Sangat Tepercaya).
    *   "'unset
    .org
    "' atau "'unset
    .or.id
    "': Organisasi nonprofit (Umumnya tepercaya, namun perlu diperiksa tujuannya).
    *   "'unset
    .com
    "', "'unset
    .net
    "', "'unset
    .id
    "': Domain komersial atau umum (Harus dievaluasi lebih ketat karena siapa saja bisa membelinya).
    
    
    Gunakan kode dengan hati-hati.
2. Objektivitas (Objectivity / Purpose)
Pilar ini menganalisis alasan informasi tersebut dibuat dan apakah ada bias tertentu di dalamnya.
  • Tujuan Informasi: Apakah artikel dibuat untuk mengedukasi (ilmiah), menginformasikan (berita), menjual produk (iklan/pemasaran), atau menghibur (opini/satir)?
  • Netralitas Bahasa: Informasi yang kredibel menggunakan bahasa yang objektif, faktual, dan tidak emosional. Hindari artikel yang menggunakan kalimat provokatif atau clickbait.
  • Sudut Pandang Seimbang: Penulis yang objektif akan memaparkan fakta dari berbagai sudut pandang ilmiah, bukan hanya memaksakan satu opini pribadi tanpa bukti pendukung.
3. Keakuratan (Accuracy)
Pilar ini berfokus pada kebenaran isi dari informasi yang disajikan.
  • Sumber Referensi (Citations): Artikel yang valid selalu mencantumkan daftar pustaka, catatan kaki, atau tautan (hyperlink) ke studi asli atau data mentah pendukung.
  • Verifikasi Silang (Cross-Referencing): Periksa apakah informasi atau klaim yang sama diakui dan ditulis oleh sumber-sumber independen lain yang tepercaya. Jika sebuah klaim hanya ada di satu blog pribadi, tingkat keakuratannya sangat diragukan.
  • Kualitas Penyuntingan: Artikel yang penuh dengan salah ketik (typo), tata bahasa yang berantakan, atau tautan rusak (broken link) biasanya menandakan tidak adanya proses penyuntingan profesional.
4. Kemutakhiran / Relevansi Waktu (Currency)
Pilar ini menilai ketepatan waktu informasi, mengingat teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat.
  • Tanggal Publikasi & Pembaruan: Selalu periksa kapan informasi tersebut diterbitkan (published) atau kapan terakhir kali diperbarui (updated).
  • Konteks Dinamis: Untuk topik-topik komputer, kesehatan, dan hukum, informasi berusia lebih dari 3–5 tahun berisiko tinggi telah kedaluwarsa. Sebaliknya, informasi sejarah mungkin tidak membutuhkan pembaruan yang sering.
  • Tautan yang Masih Aktif: Pastikan infografis atau data yang dirujuk tidak mengarah ke situs mati yang menandakan materi tersebut sudah ditinggalkan penanggung jawabnya.

Berikut adalah diagram alur praktis (metode CRAAP) yang dapat digunakan mahasiswa sebagai panduan cepat saat memilah sumber referensi digital untuk tugas kuliah maupun riset:

Tabel Rangkuman Evaluasi Kredibilitas Konten Digital
Kriteria EvaluasiPertanyaan Kunci PeriksaCiri Sumber Kredibel (Valid)Ciri Sumber Meragukan (Bias/Hoaks)
Otoritas (Authority)Siapa penulis atau lembaga yang menerbitkannya?Penulis ahli, profesor, lembaga pemerintah (unset .gov ), kampus (unset .edu ).Anonim, blog pribadi gratisan, tidak ada kontak lembaga jelas.
Objektivitas (Objectivity)Apa tujuan penulisan? Apakah ada bias tersembunyi?Bahasa netral, menyajikan fakta dari berbagai sudut riset, berbasis data.Bahasa provokatif, emosional, terlalu memuji atau menjatuhkan suatu pihak secara subjektif.
Keakuratan (Accuracy)Dari mana data berasal? Bisakah dibuktikan secara silang?Mencantumkan daftar pustaka ilmiah, grafik data valid, lolos proses peer-review.Tanpa referensi, tidak bisa diverifikasi oleh situs lain, banyak kesalahan ketik (typo).
Kemutakhiran (Currency)Kapan informasi ditulis atau diperbarui?Mencantumkan tanggal rilis terkini (terutama di bawah 5 tahun terakhir untuk bidang IT).Tidak ada tanggal publikasi, data statistik sudah lama, tautan pendukung sudah mati.

4. Mengenali informasi yang menyesatkan atau tidak kredibel (misinformasi/hoaks) di internet.   Kembali ke Daftar Isi
1. Memahami Perbedaan Misinformasi, Disinformasi, dan Malinformasi
Tidak semua informasi palsu diciptakan dengan alasan yang sama. Untuk menganalisisnya secara ilmiah, kita harus membaginya ke dalam tiga kategori berdasarkan niat (intent) pembuatnya:
  • Misinformasi (Misinformation): Informasi yang salah atau keliru, namun orang yang menyebarkannya tidak berniat untuk menipu atau merugikan orang lain. Biasanya terjadi karena salah paham atau kurangnya verifikasi sebelum membagikan kembali.
  • Disinformasi (Disinformation): Informasi yang salah dan sengaja diciptakan serta disebarkan untuk menipu, memanipulasi, atau menimbulkan kerugian (misalnya demi keuntungan politik, finansial, atau adu domba). Inilah yang sering disebut masyarakat sebagai Hoaks.
  • Malinformasi (Malinformation): Informasi yang berdasarkan fakta dan realitas, tetapi digunakan dan dikontekstualisasikan sedemikian rupa untuk menimbulkan kerugian atau menyerang seseorang/lembaga (misalnya kebocoran data pribadi atau perundungan siber).

2. Karakteristik dan Ciri-Ciri Umum Berita Hoaks
Informasi yang tidak kredibel atau hoaks umumnya memiliki pola dan karakteristik psikologis tertentu yang sengaja dirancang untuk memancing reaksi cepat pengguna internet. Ciri-ciri utamanya antara lain:
  1. Judul yang Provokatif dan Clickbait: Menggunakan judul bombastis yang mengeksploitasi emosi pembaca (marah, takut, atau terlalu gembira). Judul sering kali tidak sinkron dengan isi artikel yang sebenarnya.
  2. Meminta untuk Disebarkan secara Masif: Sering mengandung kalimat perintah yang mendesak, seperti "Sebarkan! Jangan berhenti di Anda", "Viral! Tolong bagikan sebelum dihapus".
  3. Sumber Anonim atau Tidak Jelas: Tidak mencantumkan nama penulis, mencatut nama tokoh terkenal tanpa bukti rekaman/tulisan asli, atau menggunakan nama situs media tiruan (misalnya meniru logo media resmi namun menggunakan domain blog gratisan).
  4. Manipulasi Visual: Menggunakan foto atau video lama yang konteksnya diubah total, atau saat ini menggunakan kecerdasan buatan (Deepfake) untuk membuat visual palsu yang tampak nyata.
  5. Ketiadaan Tanggal atau Waktu: Sengaja mengaburkan elemen waktu agar berita lama atau isu usang bisa digoreng kembali sewaktu-waktu sebagai peristiwa baru.

3. Langkah Praktis dan Strategi Menangkal Hoaks (Fact-Checking)
Sebagai civitas akademika, mahasiswa harus menerapkan prinsip "Saring sebelum Sharing". Berikut adalah langkah-langkah praktis penelusuran fakta (fact-checking) yang bisa dilakukan:
  • Cek Alamat URL Situs: Pastikan situs berita atau informasi tersebut berasal dari lembaga pers resmi yang terverifikasi (misalnya terdaftar di Dewan Pers untuk konteks Indonesia). Waspadai domain tiruan yang sengaja menyamai media besar.
  • Gunakan Pencarian Gambar Terbalik (Reverse Image Search): Jika mendapati foto yang mencurigakan, unggah foto tersebut ke Google Images, Yandex, atau TinEye untuk melacak dari mana asal asli foto tersebut dan kapan pertama kali diunggah ke internet.
  • Verifikasi Melalui Situs Penguji Fakta Resmi: Manfaatkan situs-situs kredibel penumpas hoaks independen maupun pemerintah, seperti:
    • TurnBackHoax.id (MAFINDO)
    • CekFakta.com (Kolaborasi media nasional)
    • Kemenkominfo (Kanal khusus aduan konten hoaks)
Berikut adalah infografis yang memaparkan langkah-langkah berpikir kritis dan taktik mendeteksi berita bohong secara cepat sebelum menyebarkannya di jejaring sosial:

Rangkuman Panduan Identifikasi Gangguan Informasi
Aspek EvaluasiMisinformasiDisinformasi (Hoaks)Malinformasi
Akurasi DataSalah / KeliruSalah / DimanipulasiBenar / Faktual
Niat PembuatTidak bermaksud merugikan orang lainSengaja untuk menipu & merugikanSengaja untuk menyerang/merusak
Contoh KasusMembagikan tips kesehatan kuno yang ternyata salah karena peduli pada keluarga.Membuat artikel fiktif tentang bencana alam demi mendapatkan iklan klik (adsense).Menyebarkan riwayat medis pribadi seseorang ke publik untuk menjatuhkan reputasinya.
Solusi CepatEdukasi dan koreksi data ilmiah secara santun.Laporkan konten (report), periksa ke situs CekFakta.Jaga privasi data, lakukan tindakan hukum terkait pelanggaran privasi siber.

5. Etika dalam mengutip dan menggunakan sumber informasi dari internet untuk keperluan akademik.   Kembali ke Daftar Isi
1. Memahami Plagiarisme di Dunia Digital
Plagiarisme adalah tindakan mengambil karangan, pendapat, atau karya orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri tanpa memberikan kredit kepada pemilik asli. Di era internet, plagiarisme digital sangat mudah terjadi melalui tindakan copy-paste ilegal.
  • Jenis Plagiarisme Umum:
    • Plagiarisme Total: Menyalin seluruh dokumen digital dan mengeklaim sebagai miliknya.
    • Plagiarisme Parsial: Mengambil sebagian kalimat atau paragraf dari internet tanpa mencantumkan sumber.
    • Auto-plagiarisme (Self-plagiarisme): Menggunakan kembali karya ilmiah sendiri yang sudah diterbitkan sebelumnya untuk tugas baru tanpa sitasi.
  • Dampak Akademik: Sanksi ketat mulai dari pembatalan nilai tugas, tidak lulus mata kuliah, hingga skorsing dari institusi kampus.

2. Teknik Menghindari Plagiarisme: Kutipan Langsung vs. Parafrase
Untuk menggunakan ide orang lain dari internet secara sah, mahasiswa wajib menguasai dua teknik penulisan berikut:
A. Kutipan Langsung (Direct Citation)
Menuliskan kembali kata demi kata dari sumber asli tanpa mengubahnya sama sekali.
  • Aturan: Harus diletakkan di antara tanda petik ("...") jika pendek, atau dibuat menonjol dalam paragraf tersendiri jika panjang, serta wajib mencantumkan nama penulis, tahun, dan halaman/URL.
B. Parafrase (Paraphrasing)
Mengungkapkan kembali ide atau informasi dari internet menggunakan bahasa dan struktur kalimat sendiri tanpa mengubah makna aslinya. Parafrase adalah cara terbaik dalam penulisan ilmiah.
  • Cara Melakukan: Baca teks asli hingga paham, tutup teks tersebut, lalu tulis kembali dengan gaya bahasa Anda sendiri. Periksa kembali untuk memastikan tidak ada frasa unik yang meniru persis sumber asli.

3. Standar Gaya Sitasi Akademik (Citation Styles)
Setiap kutipan dan parafrase yang diambil dari halaman web, jurnal online, atau e-book harus dicatat dalam Daftar Pustaka (Bibliography). Gaya sitasi bervariasi tergantung pada rumpun ilmu yang dipelajari:
  • APA Style (American Psychological Association): Umumnya digunakan untuk bidang sosial, psikologi, dan bisnis.
    • Format: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul Halaman/Artikel. Nama Situs. URL
  • IEEE Style (Institute of Electrical and Electronics Engineers): Menggunakan sistem penomoran angka di dalam kurung siku [1]. Sangat umum digunakan di bidang Teknik Informatika, Ilmu Komputer, dan Sistem Informasi.
    • Format: Inisial. Nama Belakang, "Judul Artikel," Nama Situs, Tahun Publikasi. [Online]. Available: URL
Berikut adalah infografis panduan visual cara melakukan parafrase yang benar guna menghindari plagiarisme akademik secara efektif:

4. Hak Cipta Digital dan Lisensi Creative Commons (CC)
Tidak semua hal di internet boleh diunduh dan digunakan secara bebas, terutama aset visual seperti gambar, ikon, atau diagram untuk tugas kuliah. Mahasiswa perlu memahami Creative Commons (CC), yaitu sistem lisensi yang memberikan izin kepada publik untuk menggunakan karya berhak cipta di bawah kondisi tertentu.
  • CC BY (Attribution): Boleh disebarkan dan dimodifikasi, asalkan mencantumkan nama pencipta asli.
  • CC NC (Non-Commercial): Boleh digunakan dan dimodifikasi hanya untuk keperluan non-komersial (seperti tugas kuliah/pendidikan).
  • CC ND (No Derivatives): Boleh disebarkan dalam bentuk asli, tetapi tidak boleh diubah atau dimodifikasi.

Tabel Rangkuman Praktik Etika Akademik
Aspek KegiatanPraktik yang Salah (Melanggar Etika)Praktik yang Benar (Etis & Akademis)
Mengambil Teks dari Blog/WebsiteMenyalin langsung teks ke dalam makalah tanpa tanda petik dan tanpa sumber.Melakukan parafrase dengan kalimat sendiri dan mencantumkan sumber sitasi (misal: [1] atau APA).
Menggunakan Gambar dari GoogleMengunduh gambar acak lalu ditempel ke presentasi kuliah tanpa kredit/keterangan.Menggunakan gambar berlisensi bebas (Creative Commons) dan menuliskan sumber URL di bawah gambar.
Menyusun Daftar PustakaHanya menempelkan tautan pendek (misal: ://google.com) sebagai sumber acuan.Menuliskan entitas lengkap sesuai standar (Penulis, Tahun, Judul Artikel, Nama Situs, URL Lengkap, Tanggal Akses).

 


TUGAS UTAMA 2

INTERNET, SEARCH & DOKUMEN DIGITAL

Mata Kuliah: Pengantar Aplikasi Komputer
Week: 5-6
Bobot: 3%
Bentuk: Praktik Individu

A. Tujuan Tugas

Mahasiswa mampu menggunakan internet dan search engine untuk memperoleh informasi yang relevan, mengevaluasi kredibilitas sumber, serta menyajikan hasil pencarian dalam dokumen digital yang terstruktur.

B. Skenario

Anda bekerja sebagai staf administrasi pada sebuah perusahaan. Pimpinan meminta Anda mencari informasi mengenai:

"Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis."

Gunakan internet untuk memperoleh informasi dari beberapa sumber yang dapat dipercaya.

C. Petunjuk Pengerjaan

  1. Lakukan pencarian menggunakan Google atau search engine lainnya.
  2. Temukan minimal 3 sumber informasi yang relevan.
  3. Sumber harus berasal dari website yang dapat dipercaya, seperti:
    • website pemerintah;
    • perguruan tinggi;
    • organisasi resmi;
    • perusahaan/industri;
    • jurnal atau media terpercaya.
  4. Catat untuk setiap sumber:
    • judul informasi;
    • nama website/organisasi;
    • tanggal publikasi jika tersedia;
    • URL sumber;
    • alasan mengapa sumber tersebut dianggap dapat dipercaya.
  5. Pilih informasi yang paling relevan dengan dunia bisnis.
  6. Buat dokumen menggunakan Microsoft Word atau Google Docs.
  7. Susun hasilnya dengan struktur:
    • Judul;
    • Pendahuluan singkat;
    • Hasil pencarian;
    • Perbandingan ketiga sumber;
    • Manfaat teknologi digital bagi perusahaan;
    • Kesimpulan;
    • Daftar sumber.
  8. Gunakan heading, tabel, bullet/numbering, dan format dokumen yang rapi.
  9. Sertakan screenshot proses pencarian minimal 2 buah.
  10. Jangan sekadar menyalin informasi dari internet. Gunakan bahasa sendiri.

D. Pertanyaan Analisis

Jawab pertanyaan berikut dalam dokumen:

  1. Apa informasi utama yang Anda peroleh dari ketiga sumber?
  2. Apakah ketiga sumber memberikan informasi yang sama? Jelaskan perbedaannya.
  3. Bagaimana cara Anda menentukan bahwa suatu website dapat dipercaya?
  4. Mengapa mahasiswa perlu memeriksa sumber sebelum menggunakan informasi dari internet?
  5. Berikan minimal 3 contoh pemanfaatan teknologi digital yang dapat meningkatkan efisiensi perusahaan.

E. Produk yang Dikumpulkan

1 file PDF atau DOCX, dengan nama:

Tugas_02_Internet_Search_Nama_NIM.docx

Panjang dokumen 3-4 halaman, tidak termasuk daftar sumber.

F. Kriteria Penilaian

KomponenBobot
Kemampuan mencari informasi yang relevan25%
Evaluasi kredibilitas sumber25%
Analisis dan penggunaan bahasa sendiri25%
Keterampilan membuat dokumen digital15%
Kerapian dan kelengkapan10%
Total100%







Week 5 - Internet, Web & Search Engine (TU 2)








NEXT:

___06 Week 6 - Microsoft Word / Google Docs


PREV:

___04 Week 4 - Sistem Operasi & Manajemen File

NEXT:

___06 Week 6 - Microsoft Word / Google Docs


PREV:

___04 Week 4 - Sistem Operasi & Manajemen File



(c) 2010 www.murdansianturi.com | Privacy Policy | About Me | Kirim Email | Login