WA: 0812 8595 8481
⋮
View : 71 kali.
Materi Kuliah Komputer Akuntansi ACCURATE
12.01 Mencatat Harga Pokok Penjualan
Tiga metode utama akuntansi untuk harga pokok penjualan adalah FIFO, LIFO, dan metode biaya rata-rata.
1. FIFO: First In, First Out
Metode first in first out, juga dikenal sebagai FIFO, adalah saat barang paling awal yang dibeli dijual terlebih dahulu.
Karena harga barang dagangan cenderung naik, maka dengan menggunakan metode FIFO, perusahaan akan menjual barang yang paling murah terlebih dahulu.
Ini berarti HPP yang lebih rendah dibandingkan dengan metode LIFO. Dalam hal ini, laba bersih akan meningkat seiring waktu.
Penilaian persediaan FIFO sering digunakan ketika produk memiliki tanggal kedaluwarsa, seperti susu di toko kelontong.
Misalnya, jika bisnis Anda menjual 100 unit suatu barang dan 80 unit awalnya dibeli dengan harga Rp. 15.000, dan 20 unit sisanya dibeli dengan harga Rp. 20.000.
Dengan menggunakan metode FIFO, harga 80 barang awal tetap Rp. 15.000 dan 20 item yang tersisa harus ditetapkan ke harga yang lebih tinggi yaitu Rp. 20.000. Metode FIFO lebih dekat dengan arus fisik barang yang sebenarnya karena perusahaan biasanya menjual barang sesuai urutan pembelian atau produksinya.
2. LIFO: Last In, First Out
Metode last in first out, juga dikenal sebagai LIFO, adalah ketika barang-barang terbaru yang ditambahkan ke persediaan dijual terlebih dahulu.
Jika ada kenaikan harga, perusahaan yang menggunakan metode LIFO pada dasarnya akan menjual barang dengan biaya tertinggi terlebih dahulu.
Hal ini menyebabkan HPP lebih tinggi dibandingkan dengan metode FIFO. Dengan menggunakan metode ini, laba bersih cenderung menurun dari waktu ke waktu.
Asumsikan perusahaan Anda membeli 10 set makeup. 5 set pertama berharga Rp. 50.000 masing-masing dan tiba dua hari yang lalu. 5 set terakhir masing-masing berharga Rp. 100.000 dan tiba satu hari yang lalu.
Berdasarkan metode LIFO, set makeup terakhir adalah yang pertama dijual. Kemudian, jika 7 set terjual, biaya set makeup sama dengan Rp. 100.000 x 5 + Rp. 50.000 x 2 = Rp. 600.000
3. Metode Biaya Rata-rata
Metode biaya rata-rata adalah ketika perusahaan menggunakan harga rata-rata semua barang dalam persediaan untuk menghitung biaya persediaan awal dan akhir.
Ini berarti bahwa akan ada lebih sedikit dampak pada HPP dengan biaya yang lebih tinggi saat membeli persediaan.
Untuk contoh di bagian LIFO,
Biaya satu set riasan = [(5 x Rp. 50.000) + (5 x Rp. 100.000)] / 10 = Rp. 75.000
HPP: Rp. 75.000 x 7 = Rp. 525.000
12.01 Mencatat Harga Pokok Penjualan
Ada berbagai metode akuntansi yang
digunakan untuk mencatat tingkat persediaan selama suatu periode
akuntansi. Metode akuntansi yang dipilih dapat mempengaruhi nilai harga
pokok penjualan.
Tiga metode utama akuntansi untuk harga pokok penjualan adalah FIFO, LIFO, dan metode biaya rata-rata.
1. FIFO: First In, First Out
Metode first in first out, juga dikenal sebagai FIFO, adalah saat barang paling awal yang dibeli dijual terlebih dahulu.
Karena harga barang dagangan cenderung naik, maka dengan menggunakan metode FIFO, perusahaan akan menjual barang yang paling murah terlebih dahulu.
Ini berarti HPP yang lebih rendah dibandingkan dengan metode LIFO. Dalam hal ini, laba bersih akan meningkat seiring waktu.
Penilaian persediaan FIFO sering digunakan ketika produk memiliki tanggal kedaluwarsa, seperti susu di toko kelontong.
Misalnya, jika bisnis Anda menjual 100 unit suatu barang dan 80 unit awalnya dibeli dengan harga Rp. 15.000, dan 20 unit sisanya dibeli dengan harga Rp. 20.000.
Dengan menggunakan metode FIFO, harga 80 barang awal tetap Rp. 15.000 dan 20 item yang tersisa harus ditetapkan ke harga yang lebih tinggi yaitu Rp. 20.000. Metode FIFO lebih dekat dengan arus fisik barang yang sebenarnya karena perusahaan biasanya menjual barang sesuai urutan pembelian atau produksinya.
2. LIFO: Last In, First Out
Metode last in first out, juga dikenal sebagai LIFO, adalah ketika barang-barang terbaru yang ditambahkan ke persediaan dijual terlebih dahulu.
Jika ada kenaikan harga, perusahaan yang menggunakan metode LIFO pada dasarnya akan menjual barang dengan biaya tertinggi terlebih dahulu.
Hal ini menyebabkan HPP lebih tinggi dibandingkan dengan metode FIFO. Dengan menggunakan metode ini, laba bersih cenderung menurun dari waktu ke waktu.
Asumsikan perusahaan Anda membeli 10 set makeup. 5 set pertama berharga Rp. 50.000 masing-masing dan tiba dua hari yang lalu. 5 set terakhir masing-masing berharga Rp. 100.000 dan tiba satu hari yang lalu.
Berdasarkan metode LIFO, set makeup terakhir adalah yang pertama dijual. Kemudian, jika 7 set terjual, biaya set makeup sama dengan Rp. 100.000 x 5 + Rp. 50.000 x 2 = Rp. 600.000
3. Metode Biaya Rata-rata
Metode biaya rata-rata adalah ketika perusahaan menggunakan harga rata-rata semua barang dalam persediaan untuk menghitung biaya persediaan awal dan akhir.
Ini berarti bahwa akan ada lebih sedikit dampak pada HPP dengan biaya yang lebih tinggi saat membeli persediaan.
Untuk contoh di bagian LIFO,
Biaya satu set riasan = [(5 x Rp. 50.000) + (5 x Rp. 100.000)] / 10 = Rp. 75.000
HPP: Rp. 75.000 x 7 = Rp. 525.000
Materi Kuliah:
