View : 135 kali.
Home >
Cerpen Pak Murdan
Rabu, 26 Februari 2025

****
Minyak, Beruang, dan Rambut Emas
Rabu, 26 Februari 2025
Minyak, Beruang, dan Rambut Emas

Di sebuah ruang oval yang megah, Donald trump duduk di belakang meja kerjanya, memutar-mutar pulpen emasnya sambil memandang layar televisi yang menayangkan berita tentang konflik di Ukraina. "Ini harus dihentikan," gumamnya. "Tapi bagaimana caranya?"
Tiba-tiba, matanya berbinar. "Aha! minyak! Itu kuncinya!"
Dengan cepat, trump menelepon Putra Mahkota arab saudi, Mohammed bin Salman. "MBS, ini trump. Turunkan harga minyak. Sekarang."
MBS, yang sudah terbiasa dengan gaya komunikasi trump, hanya menghela napas. "Tapi, Presiden trump, ini akan mempengaruhi ekonomi kami"
trump memotong, "Jangan khawatir, kamu akan terlihat keren di Twitter. Deal?"
MBS terdiam sejenak, lalu mengangguk meski trump tidak bisa melihatnya. "Baik, Presiden trump. Akan kami turunkan."
Beberapa hari kemudian, harga minyak dunia anjlok. Di Moskow, Vladimir putin sedang duduk di ruangannya, memandang laporan ekonomi dengan wajah pucat. "Ini bencana," bisiknya. "Bagaimana ini bisa terjadi?"
Tiba-tiba, teleponnya berdering. Lagi-lagi, suara trump yang khas terdengar. "Vladimir, ini trump. Bagaimana perasaanmu tentang harga minyak yang baru?"
putin mencoba tetap tenang. "Apa yang kamu inginkan, Donald?"
trump tersenyum lebar. "Saya ingin perang di Ukraina berhenti. Kamu tahu, saya bisa membuat harga minyak turun lebih jauh. Atau, saya bisa membanjiri pasar dengan minyak shale Amerika. Pilihannya ada padamu."
putin menghela napas dalam-dalam. Dia tahu trump tidak sedang bercanda. "Baik, Donald. Tapi apa yang saya dapatkan?"
trump berpura-pura berpikir sejenak. "Hmm... bagaimana kalau saya beri kamu satu set burger spesial dari trump Tower? Dan, saya akan berhenti menyebutmu "Vlad the Impaler" di Twitter."
putin, yang sudah kehilangan kesabaran, akhirnya menyerah. "Baik, Donald. Perang akan dihentikan. Tapi tolong, jangan kirimi saya burger."
trump tertawa. "Deal! Oh, satu lagi, Vlad. Saya dengar kamu punya beruang peliharaan. Boleh saya pinjam untuk foto di Mar-a-Lago?"
putin menggelengkan kepala. "Tidak, Donald. Beruang itu simbol nasional kami."
trump menghela napas dramatis. "Baiklah, tapi kamu harus datang ke acara golf saya. Deal?"
putin, yang sudah lelah berdebat, akhirnya mengangguk. "Deal."
Beberapa hari kemudian, dunia dikejutkan oleh pengumuman gencatan senjata di Ukraina. trump dengan bangga mencuit, "Saya yang terbaik! Perang berakhir berkat saya! #PresidenTerhebat."
putin, yang melihat cuitan itu, hanya bisa menggelengkan kepala sambil berkata, "Mungkin lebih baik aku tunduk saja. Setidaknya, dia tidak meminta aku untuk menari TikTok."
Dan begitulah, dunia menyaksikan "tunduknya" sang Beruang Moskow pada Si Rambut Emas dari Amerika. Semua berakhir dengan tawa, kecuali mungkin bagi putin, yang masih harus menjelaskan pada rakyatnya mengapa dia harus bermain golf dengan trump.
Tiba-tiba, matanya berbinar. "Aha! minyak! Itu kuncinya!"
Dengan cepat, trump menelepon Putra Mahkota arab saudi, Mohammed bin Salman. "MBS, ini trump. Turunkan harga minyak. Sekarang."
MBS, yang sudah terbiasa dengan gaya komunikasi trump, hanya menghela napas. "Tapi, Presiden trump, ini akan mempengaruhi ekonomi kami"
trump memotong, "Jangan khawatir, kamu akan terlihat keren di Twitter. Deal?"
MBS terdiam sejenak, lalu mengangguk meski trump tidak bisa melihatnya. "Baik, Presiden trump. Akan kami turunkan."
Beberapa hari kemudian, harga minyak dunia anjlok. Di Moskow, Vladimir putin sedang duduk di ruangannya, memandang laporan ekonomi dengan wajah pucat. "Ini bencana," bisiknya. "Bagaimana ini bisa terjadi?"
Tiba-tiba, teleponnya berdering. Lagi-lagi, suara trump yang khas terdengar. "Vladimir, ini trump. Bagaimana perasaanmu tentang harga minyak yang baru?"
putin mencoba tetap tenang. "Apa yang kamu inginkan, Donald?"
trump tersenyum lebar. "Saya ingin perang di Ukraina berhenti. Kamu tahu, saya bisa membuat harga minyak turun lebih jauh. Atau, saya bisa membanjiri pasar dengan minyak shale Amerika. Pilihannya ada padamu."
putin menghela napas dalam-dalam. Dia tahu trump tidak sedang bercanda. "Baik, Donald. Tapi apa yang saya dapatkan?"
trump berpura-pura berpikir sejenak. "Hmm... bagaimana kalau saya beri kamu satu set burger spesial dari trump Tower? Dan, saya akan berhenti menyebutmu "Vlad the Impaler" di Twitter."
putin, yang sudah kehilangan kesabaran, akhirnya menyerah. "Baik, Donald. Perang akan dihentikan. Tapi tolong, jangan kirimi saya burger."
trump tertawa. "Deal! Oh, satu lagi, Vlad. Saya dengar kamu punya beruang peliharaan. Boleh saya pinjam untuk foto di Mar-a-Lago?"
putin menggelengkan kepala. "Tidak, Donald. Beruang itu simbol nasional kami."
trump menghela napas dramatis. "Baiklah, tapi kamu harus datang ke acara golf saya. Deal?"
putin, yang sudah lelah berdebat, akhirnya mengangguk. "Deal."
Beberapa hari kemudian, dunia dikejutkan oleh pengumuman gencatan senjata di Ukraina. trump dengan bangga mencuit, "Saya yang terbaik! Perang berakhir berkat saya! #PresidenTerhebat."
putin, yang melihat cuitan itu, hanya bisa menggelengkan kepala sambil berkata, "Mungkin lebih baik aku tunduk saja. Setidaknya, dia tidak meminta aku untuk menari TikTok."
Dan begitulah, dunia menyaksikan "tunduknya" sang Beruang Moskow pada Si Rambut Emas dari Amerika. Semua berakhir dengan tawa, kecuali mungkin bagi putin, yang masih harus menjelaskan pada rakyatnya mengapa dia harus bermain golf dengan trump.
****
Minyak, Beruang, dan Rambut Emas
NEXT:
Blending BBM, Bisnis Tak Punya Hati
PREV:
