View : 724 kali.
Home >
Opinion
Kategori: Waspada
Rabu, 28 Juli 2021

tentang para penyesat ini,
* Kepura-puraan yang mereka perankan. Iblis yang tampil sebagai malaikat terang sangatlah berbahaya: kebaikan yang berlebihan sering menjadi penutup kejahatan terbesar.
[1] Akan ada nabi- nabi palsu (ay. 11-24). Para penyesat akan berpura-pura telah menerima penyataan ilahi, memiliki tugas yang mendesak dan roh untuk bernubuat, padahal semuanya dusta belaka. Pekerjaan semacam itu sudah pernah mereka lakukan sebelumnya (Yer. 23:16; Yeh. 13:6), seperti yang telah dinubuatkan sebelumnya (Ul. 13:3). Sebagian orang menganggap bahwa para penyesat di sini menunjuk kepada guru-guru yang sudah mapan di dalam jemaat dan mendapat nama baik dalam jabatan mereka karenanya, tetapi kemudian mereka mengkhianati kebenaran yang telah mereka ajarkan itu dan berbalik melakukan kesalahan. Guru-guru semacam ini sangat berbahaya, karena jarang dicurigai. Salah seorang pengkhianat palsu dalam pasukan akan lebih berbahaya daripada seribu musuh yang nyata di luar pasukan. [BAGIAN INI SUDAH TERJADI SEKARANG INI]
[2] Akan ada Mesias-mesias palsu, datang dengan memakai nama Kristus (Mat 24 ay. 5). Mereka menganggap bahwa merekalah yang secara khusus dimaksud dengan nama itu, dengan berkata-kata, "Akulah Mesias" (ay. 24), tetapi mereka adalah mesias-mesias palsu. Pada saat itu, kemunculan Mesias menjadi harapan umum, orang-orang berbicara tentang Dia, bahwa Ia harus datang. Tetapi ketika Ia benar-benar datang, bangsa itu malah menolak-Nya. Orang-orang yang berkeinginan besar untuk mencari nama bagi diri sendiri berusaha mengambil keuntungan dari keadaan itu, dan mulai mereka-reka tentang Mesias. Yosefus, sejarawan Yahudi yang hidup pada abad pertama, bertutur tentang beberapa penipu demikian yang muncul pada waktu itu sampai pada masa penghancuran Yerusalem. Seorang di antaranya adalah Teudas yang digagalkan oleh wali negeri Cospius Fadus. Masih ada beberapa lagi yang digagalkan oleh wali negeri Felix dan juga wali negeri Festus. Dosetheus mengaku bahwa dialah Mesias yang dinubuatkan Musa (Origen adversus Celsum) (Kis. 5:36-37). Simon, si tukang sihir, berpura-pura menjadi kuasa Allah yang besar (Kis. 8:10). Pada abad-abad berikutnya muncul juga banyak penyesat semacam itu. Seratus tahun setelah Kristus, ada orang yang menyebut dirinya Bar-cochobas -- putra kartika (bintang), tetapi ternyata dia adalah Barcosba -- putra kebohongan. Sekitar lima puluh tahun sebelum buku tafsiran ini ditulis, Sabbati-Levi mengaku sebagai seorang mesias di wilayah kesultanan Turki, dan ia sangat dikasihi orang Yahudi. Tetapi, dalam waktu singkat kebodohannya mulai terungkap. (Lihat buku History tulisan Sir Paul Rycaut.) Ada juga pemimpin jemaat yang mengaku sebagai wakil-Nya, tetapi melanggar dan merebut semua jabatan-Nya. Dengan demikian ia menjadi lawan Kristus, seperti seorang musuh bagi-Nya, seorang penyesat, dan seorang antikristus.
[3] Mesias-mesias palsu dan nabi- nabi palsu ini memerintahkan para pengantara dan utusan mereka untuk bekerja keras di mana-mana guna menarik orang-orang mendatangi mereka (Mat 24 ay. 23). Kemudian, ketika kekacauan dalam masyarakat menjadi semakin besar dan mengancam, orang-orang akan menangkap apa saja yang tampaknya bisa memberi kelepasan bagi mereka, dan pada saat itulah Iblis akan mengambil keuntungan untuk menyesatkan mereka. Orang akan berkata, "Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana." Tetapi jangan kamu percaya, karena Mesias sejati tidak akan mendesak-desak, juga tidak akan berseru-seru, dan orang tidak akan dapat mengatakan apa-apa tentang Dia, Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! (Luk. 17:21). Oleh karena itu, jika ada yang berkata begitu tentang Dia, anggaplah itu sebagai sebuah pencobaan. Para petapa yang menjalani hidup membiara di padang gurun akan berkata, "Lihat, Ia ada di padang gurun." Ada juga para imam yang berkata menganggap roti itu sebagai tubuh Kristus sendiri. Jadi, ada orang-orang yang mengklaim pihak atau kepercayaan mereka memiliki hadirat Kristus secara rohani dan orang lain tidak, seolah-olah mereka memiliki hak monopoli atas Kristus dan Kekristenan. Seakan-akan Kerajaan Kristus hanya bisa tegak dan jatuh, hidup dan mati bersama mereka yang berkata, "Lihatlah, Ia berada di dalam gereja ini, atau di dalam majelis itu," padahal Kristus adalah semua di dalam semua, bukan di sini atau di sana, dan Ia akan menjumpai umat-Nya di dalam berkat di semua tempat di mana Ia menaruh nama-Nya.
WASPADA Ini Tentang NABI PALSU di Akhir Zaman Menurut Alkitab
Rabu, 28 Juli 2021
WASPADA Ini Tentang NABI PALSU di Akhir Zaman Menurut Alkitab
Keyword: nabi palsu, akhir zaman, , ,
WASPADA Ini Tentang Akhir Zaman Menurut Alkitab
Matius 24:11
"Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang."
Matius 24:11
"Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang."
tentang para penyesat ini,
* Kepura-puraan yang mereka perankan. Iblis yang tampil sebagai malaikat terang sangatlah berbahaya: kebaikan yang berlebihan sering menjadi penutup kejahatan terbesar.
[1] Akan ada nabi- nabi palsu (ay. 11-24). Para penyesat akan berpura-pura telah menerima penyataan ilahi, memiliki tugas yang mendesak dan roh untuk bernubuat, padahal semuanya dusta belaka. Pekerjaan semacam itu sudah pernah mereka lakukan sebelumnya (Yer. 23:16; Yeh. 13:6), seperti yang telah dinubuatkan sebelumnya (Ul. 13:3). Sebagian orang menganggap bahwa para penyesat di sini menunjuk kepada guru-guru yang sudah mapan di dalam jemaat dan mendapat nama baik dalam jabatan mereka karenanya, tetapi kemudian mereka mengkhianati kebenaran yang telah mereka ajarkan itu dan berbalik melakukan kesalahan. Guru-guru semacam ini sangat berbahaya, karena jarang dicurigai. Salah seorang pengkhianat palsu dalam pasukan akan lebih berbahaya daripada seribu musuh yang nyata di luar pasukan. [BAGIAN INI SUDAH TERJADI SEKARANG INI]
[2] Akan ada Mesias-mesias palsu, datang dengan memakai nama Kristus (Mat 24 ay. 5). Mereka menganggap bahwa merekalah yang secara khusus dimaksud dengan nama itu, dengan berkata-kata, "Akulah Mesias" (ay. 24), tetapi mereka adalah mesias-mesias palsu. Pada saat itu, kemunculan Mesias menjadi harapan umum, orang-orang berbicara tentang Dia, bahwa Ia harus datang. Tetapi ketika Ia benar-benar datang, bangsa itu malah menolak-Nya. Orang-orang yang berkeinginan besar untuk mencari nama bagi diri sendiri berusaha mengambil keuntungan dari keadaan itu, dan mulai mereka-reka tentang Mesias. Yosefus, sejarawan Yahudi yang hidup pada abad pertama, bertutur tentang beberapa penipu demikian yang muncul pada waktu itu sampai pada masa penghancuran Yerusalem. Seorang di antaranya adalah Teudas yang digagalkan oleh wali negeri Cospius Fadus. Masih ada beberapa lagi yang digagalkan oleh wali negeri Felix dan juga wali negeri Festus. Dosetheus mengaku bahwa dialah Mesias yang dinubuatkan Musa (Origen adversus Celsum) (Kis. 5:36-37). Simon, si tukang sihir, berpura-pura menjadi kuasa Allah yang besar (Kis. 8:10). Pada abad-abad berikutnya muncul juga banyak penyesat semacam itu. Seratus tahun setelah Kristus, ada orang yang menyebut dirinya Bar-cochobas -- putra kartika (bintang), tetapi ternyata dia adalah Barcosba -- putra kebohongan. Sekitar lima puluh tahun sebelum buku tafsiran ini ditulis, Sabbati-Levi mengaku sebagai seorang mesias di wilayah kesultanan Turki, dan ia sangat dikasihi orang Yahudi. Tetapi, dalam waktu singkat kebodohannya mulai terungkap. (Lihat buku History tulisan Sir Paul Rycaut.) Ada juga pemimpin jemaat yang mengaku sebagai wakil-Nya, tetapi melanggar dan merebut semua jabatan-Nya. Dengan demikian ia menjadi lawan Kristus, seperti seorang musuh bagi-Nya, seorang penyesat, dan seorang antikristus.
[3] Mesias-mesias palsu dan nabi- nabi palsu ini memerintahkan para pengantara dan utusan mereka untuk bekerja keras di mana-mana guna menarik orang-orang mendatangi mereka (Mat 24 ay. 23). Kemudian, ketika kekacauan dalam masyarakat menjadi semakin besar dan mengancam, orang-orang akan menangkap apa saja yang tampaknya bisa memberi kelepasan bagi mereka, dan pada saat itulah Iblis akan mengambil keuntungan untuk menyesatkan mereka. Orang akan berkata, "Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana." Tetapi jangan kamu percaya, karena Mesias sejati tidak akan mendesak-desak, juga tidak akan berseru-seru, dan orang tidak akan dapat mengatakan apa-apa tentang Dia, Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! (Luk. 17:21). Oleh karena itu, jika ada yang berkata begitu tentang Dia, anggaplah itu sebagai sebuah pencobaan. Para petapa yang menjalani hidup membiara di padang gurun akan berkata, "Lihat, Ia ada di padang gurun." Ada juga para imam yang berkata menganggap roti itu sebagai tubuh Kristus sendiri. Jadi, ada orang-orang yang mengklaim pihak atau kepercayaan mereka memiliki hadirat Kristus secara rohani dan orang lain tidak, seolah-olah mereka memiliki hak monopoli atas Kristus dan Kekristenan. Seakan-akan Kerajaan Kristus hanya bisa tegak dan jatuh, hidup dan mati bersama mereka yang berkata, "Lihatlah, Ia berada di dalam gereja ini, atau di dalam majelis itu," padahal Kristus adalah semua di dalam semua, bukan di sini atau di sana, dan Ia akan menjumpai umat-Nya di dalam berkat di semua tempat di mana Ia menaruh nama-Nya.
WASPADA Ini Tentang NABI PALSU di Akhir Zaman Menurut Alkitab
NEXT:
Dunia Nyata - Ekonomi Internasional
PREV:
