Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 65 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Ekonomi Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026

Dunia Nyata - Ekonomi Internasional

Mahasiswa sedang menatap papan tulis mata kuliah Ekonomi Internasional dengan ekspresi bingung melihat grafik dolar, ekspor impor, dan teori ekonomi dunia
Mahasiswa sedang menatap papan tulis mata kuliah Ekonomi Internasional dengan ekspresi bingung melihat grafik dolar, ekspor impor, dan teori ekonomi dunia

Kalau di kelas "Ekonomi Internasional" semuanya terlihat indah.

Dosen berkata:
"Perdagangan internasional menciptakan kesejahteraan global.”

Mahasiswa mengangguk.
Mencatat.
Lalu merasa dunia ekonomi penuh kedamaian.

Namun setelah membuka berita dunia…

baru sadar:
ternyata ekonomi internasional itu kadang lebih mirip drama keluarga besar tingkat global. 

Di teori,
semua negara katanya saling membantu.

Di dunia nyata?

Hari ini:
negara A bilang "kerja sama”.

Besok:
naikkan tarif impor 200%.

Lusa:
blokir ekspor.

Minggu depan:
saling ancam di media sosial. 

Dosen Bilang: "Pasar Bebas”

Mahasiswa membayangkan:
  • perdagangan yang adil,
  • kompetisi sehat,
  • dan semua negara makmur bersama.
Namun dunia nyata berkata:
"Silakan pasar bebas… tapi produkmu kami pajaki.” 

Negara maju sering berkata:
"Kami mendukung perdagangan bebas.”

Lalu setelah itu:
memberi subsidi triliunan kepada industri mereka sendiri.

Mahasiswa langsung:
"Pak… ini bebas tapi dikawal satpam?” 
Baca Juga:
  • Batam, Magnet Baru BRICS di Asia Tenggara dan Jalan Indonesia Menuju Raksasa Perdagangan Dunia

Comparative Advantage Katanya Indah

David Ricardo dulu menjelaskan:
setiap negara harus fokus pada produk terbaiknya.

Teorinya bagus.

Indonesia punya sawit.
Jepang punya teknologi.
Arab punya minyak.

Semua bahagia.

Namun dunia nyata berkata:
"Oke… tapi harga komoditasmu kami tekan.” 

Akhirnya negara berkembang kadang merasa:
"kok saya ekspor terus… tapi tetap belum kaya?” 

Kurs Dolar: Makhluk Paling Sensitif di Dunia

Di kelas:
kurs dijelaskan dengan grafik.

Di dunia nyata?

Dolar bisa naik hanya karena:
  • pidato pejabat
  • perang
  • rumor
  • atau satu tweet 
mahasiswa ekonomi internasional sering mengalami fase:
"Saya masuk kuliah cuma mau belajar ekspor impor… kenapa sekarang harus memikirkan The Fed?” 

Investor Global Itu Misterius

Dosen bilang:
"Investor mencari stabilitas.”

Namun mahasiswa melihat berita:
  • Kemarin investor masuk.
  • Hari ini keluar.
  • Besok masuk lagi.
  • Lusa panik lagi. 
Kadang ekonomi dunia terasa seperti:
grup WhatsApp besar yang semua anggotanya mudah panik.

Yang Paling Menarik: Semua Negara Bilang Ingin Damai

Tetapi tetap:
  • perang dagang
  • rebutan chip AI
  • rebutan nikel
  • rebutan minyak
  • rebutan jalur laut
Karena ternyata…

di balik istilah keren:
"global supply chain”

tetap ada:
kepentingan nasional 

Dan Mahasiswa Pun Mulai Sadar…

Ekonomi internasional bukan sekadar:
  • ekspor
  • impor
  • teori
  • atau rumus kurs
Tetapi tentang:
  • kekuasaan
  • strategi negara
  • politik global
  • psikologi pasar
  • dan bagaimana dunia saling memengaruhi
Kadang satu keputusan di Amerika…
bisa membuat:
  • harga minyak naik,
  • rupiah goyang,
  • emas melonjak,
  • dan mahasiswa Indonesia panik lihat harga iPhone 

Kesimpulan

dunia nyata ekonomi internasional ternyata jauh lebih rumit dibanding slide PowerPoint di kelas.

Karena di dunia nyata:
  • teori bertemu politik
  • pasar bertemu kepentingan
  • dan ekonomi bertemu ego negara
Namun justru di situlah menariknya.

Karena memahami Ekonomi Internasional membuat kita sadar:

dunia ini sebenarnya saling terhubung… bahkan lebih dekat daripada yang kita kira. 




Dunia Nyata - Ekonomi Internasional








NEXT:

Waspada Wabah Virus HMPV


PREV:

WASPADA Ini Tentang NABI PALSU di Akhir Zaman Menurut Alkitab

NEXT:

Waspada Wabah Virus HMPV


PREV:

WASPADA Ini Tentang NABI PALSU di Akhir Zaman Menurut Alkitab

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Ekonomi Indonesia :
  • Batam, Magnet Baru BRICS di Asia Tenggara dan Jalan Indonesia Menuju Raksasa Perdagangan Dunia
  • Di Balik Viral 32 Nama, Ada Pertanyaan Lebih Besar: Siapa Mengendalikan Proyek MBG?
  • Dolar Bakal Anjlok? Ini Tanda-Tanda yang Mulai Terlihat di Dunia
  • Indonesia–Filipina Pilih Barter: Mengurangi Ketergantungan pada Dolar
  • Rupiah Tembus Rp17.967 per Dolar AS: Peran Investor SRBI dalam Mendorong Kenaikan Nilai Tukar
  • Seluruh Transaksi Wajib Pakai Rupiah: Bukan Sekadar Aturan, tetapi Pertaruhan Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • Mengapa Dolar Singapura Sering Muncul dalam Kasus Dugaan Suap Impor di Tanjung Priok?
  • RI STOP IMPOR LPG: Mimpi Besar Kedaulatan Energi atau Taruhan Ekonomi Nasional?
  • Jual Beli Dapur MBG Berujung Bui? Ketika Program untuk Anak Bangsa Tersandera Konflik Kepentingan
  • Mulai Terjadi! CNG Gantikan LPG di Rembang
  • Rupiah Kuat, Indonesia Hebat: Mengapa Target Rp15.000 Layak Diperjuangkan
  • Percepatan 13 Proyek Hilirisasi: Langkah Indonesia Menuju Negara Industri Modern
  • Strategi Kilat Menaikkan Rupiah 15.000 Sebelum Akhir Tahun 2026
  • Prabowo Diam-Diam Siapkan 400 Calon Bos BUMN Masa Depan, Siapa Saja Orangnya?
  • Tata Kelola Ekspor Satu Pintu Mulai 1 Juni 2026, Pemerintah Tegaskan Tidak Ditunda
  • GARA GARA AMERIKA!
  • Prabowo Umumkan Skema Ekspor SDA Satu Pintu melalui BUMN, Ini Detailnya
  • Bagaimana Kalau Akhir Tahun 2026 Rupiah Menguat Menjadi Rp 10.500 per USD?
  • Danantara: Harapan Baru Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • BI Rate Naik Jadi 5,25%. Rupiah Menguat, Investor Mulai Melihat Indonesia Lebih Stabil
  • Kesimpulan Pidato Presiden Prabowo Subianto Hari Ini: Dugaan Permainan Ekspor Mulai Disorot
  • Kurangi Ketergantungan Impor: Saatnya Menyelidiki Dugaan Permainan Impor
  • Prabowo Perkuat Tata Kelola Ekspor Nasional Lewat BUMN
  • Jika Inflasi dan Deflasi Bertemu: Apa Sebenarnya yang Terjadi?
  • Kenaikan Dolar Tidak Mempengaruhi Desa di Indonesia
  • Jika Jembatan Selat Sunda Benar-Benar Dibangun, Dampaknya Bisa Sangat Besar bagi Indonesia
  • Rupiah Melemah, Ekspor Menguat? Memahami Realita Ekonomi Indonesia
  • Faktor Penyebab Rupiah Melemah di Saat Ekonomi Indonesia Melesat Naik
  • Rupiah Tidak Takut 1998---Ia Takut Kita Kehilangan Kepercayaan
  • Peta “Kebocoran Ekonomi” Paling Mahal di Indonesia
  • Harusnya Apa yang Perlu Dilakukan Bank Indonesia?
  • TIDAK ADA ALASAN UNTUK DEMO TURUN KE JALAN MEMPROTES PEMERINTAH
  • Surplus Perdagangan Tinggi, Mengapa Rasa Aman Belum Terbangun?
  • Bukan Soal Chaos—Tapi Soal Siapa yang Tumbang Lebih Dulu
  • Menyibak Visi dan Misi Sang Menkeu: Arah Kebijakan yang Menentukan Akhir Cerita Ekonomi Indonesia
  • Dunia Nyata - Ekonomi Internasional

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan