Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 197 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Geopolitik Dunia
Senin, 30 Maret 2026

Perang Panjang Ekonomi Global: Saat Yuan Mulai Menantang Dolar

Perang Tanpa Peluru Dimulai
Perang Tanpa Peluru Dimulai

Penulis:  Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom

Dunia mungkin tidak sadar, tapi perang besar sedang berlangsung, bukan dengan peluru, melainkan dengan mata uang.

Di tengah konflik dan ketegangan global, Iran mulai memainkan kartu berani di selat hormuz, sementara China diam-diam mendorong Yuan naik ke panggung dunia.

Pertanyaannya:
Apakah ini awal dari akhir dominasi dolar?



Dolar: Raja Lama yang Masih Kuat

Selama puluhan tahun, dunia hidup dalam satu sistem: dolar adalah segalanya.

  • Perdagangan minyak pakai dolar
  • Cadangan devisa pakai dolar
  • Bahkan krisis global pun "diatur” lewat dolar

Inilah yang dikenal sebagai petrodollar system.

Dan selama sistem ini berdiri, satu negara punya kekuatan luar biasa:
Amerika Serikat.


Perubahan Mulai Terlihat

Namun sekarang, retakan mulai muncul.

Beberapa negara mulai berpikir:

"Kenapa kita harus selalu bergantung pada dolar?”

Di sinilah peran China jadi penting.

China adalah pembeli energi terbesar dunia
China punya kekuatan ekonomi besar
Dan yang paling penting: China punya ambisi

Ambisi itu sederhana:
membuat Yuan jadi mata uang global


Iran dan selat hormuz: Kartu Strategis

Masuk ke pemain yang sering diremehkan: Iran.

Walaupun ditekan sanksi, Iran punya satu keunggulan:
posisi geografis di selat hormuz

Fakta penting:
  • Sekitar 20% minyak dunia lewat sini
  • Gangguan kecil saja → harga minyak dunia bisa naik

Sekarang bayangkan jika Iran berkata:
"Silakan lewat… tapi ikut aturan saya.”

Dan aturan itu mulai berubah:
  • transaksi tidak lagi harus pakai dolar
  • Yuan mulai masuk permainan


Yuan Naik, Tapi Pelan


Perlu jujur:
Yuan belum menggantikan dolar.

Kenapa?

Sistem keuangan dolar masih sangat kuat
Banyak negara masih bergantung pada dolar
Yuan belum sepenuhnya bebas (masih dikontrol pemerintah China)

Namun…
Arah angin mulai berubah

Perdagangan non-dolar meningkat
Negara-negara mulai diversifikasi mata uang
Kepercayaan pada sistem tunggal mulai berkurang


Amerika Tidak Akan Diam

Kalau ada yang berpikir perubahan ini akan berjalan mulus, itu terlalu naif.

Amerika Serikat punya:
  • kekuatan militer global
  • pengaruh politik
  • kontrol sistem keuangan internasional

Jika dominasi dolar benar-benar terancam:
  • tekanan akan datang
  • konflik bisa meningkat
  • sanksi bisa diperluas

Inilah kenapa kita sebut ini:

perang panjang, bukan perubahan cepat




Dunia Baru: Bukan Lagi Satu Raja

Kita mungkin sedang masuk era baru:

Dulu:
Dolar = satu-satunya raja

Sekarang:
-️ Dolar masih kuat, tapi tidak sendirian

Yuan mulai naik
Negara lain mulai ikut bermain
Sistem global mulai bergeser


Dampaknya ke Kita (Indonesia)

Mungkin kita berpikir:
"Ini urusan negara besar, tidak ada hubungannya dengan kita.”

Padahal dampaknya nyata:
  • Harga minyak bisa naik/turun drastis
  • Nilai tukar rupiah bisa terpengaruh
  • Inflasi bisa ikut bergerak
  • Bahkan harga BBM dan kebutuhan sehari-hari bisa berubah

Artinya:
perang ini jauh, tapi efeknya dekat


Penutup

Perang zaman sekarang tidak selalu terdengar dentuman senjata.
Kadang, ia hadir dalam bentuk angka, transaksi, dan mata uang.

Yuan mungkin belum menggantikan dolar hari ini.

Namun satu hal pasti:
Dunia tidak lagi sepenuhnya percaya pada satu sistem.

Dan ketika kepercayaan mulai bergeser,
itulah awal dari perubahan besar.



Dunia boleh berubah, kekuatan boleh bergeser.
Tapi Firman Tuhan mengingatkan:

"Ia mengubah waktu dan masa; Ia memecat raja dan mengangkat raja.”
(Daniel 2:21)

***


Perang Panjang Ekonomi Global: Saat Yuan Mulai Menantang Dolar








NEXT:

RUU MIGAS: MENUNGGU DI TENGAH KETIDAKPASTIAN ENERGI NASIONAL


PREV:

Ketika Negara Jual Emas: Tanda Krisis atau Strategi?

NEXT:

RUU MIGAS: MENUNGGU DI TENGAH KETIDAKPASTIAN ENERGI NASIONAL


PREV:

Ketika Negara Jual Emas: Tanda Krisis atau Strategi?

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Geopolitik Dunia :
  • Perdamaian AS-Iran: Damai di Atas Kertas, Perang di Dalam Pikiran
  • Rencana Damai Amerika-Iran: Perdamaian Sejati
  • Taiwan sebagai Warisan Politik Besar Xi
  • 2026-2028: Dunia Sedang Berubah Arah
  • Eropa Mulai Panas: Jerman Bangun Otot, atau Dunia Mulai Masuk Fase Early Pre-war Economic Behavior
  • Drone Rp5 Juta Hancurkan Tank Rp50 Miliar: Inilah Wajah Perang Baru
  • Blokade Selat Hormuz. Ini Bukan Sekadar Perang. Tetapi Perebutan Kendali atas Jalur Energi Global
  • Perang Panjang Ekonomi Global: Saat Yuan Mulai Menantang Dolar
  • Jika Perang Berlarut, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?
  • Kenapa Suku Bunga Belum Turun? Jawabannya Ada di Iran
  • SELAT HORMUZ: BOM WAKTU DUNIA ATAU SEKADAR DRAMA GEOPOLITIK?
  • Israel Kembali Berdiri Setelah 2.000 Tahun: Kebetulan Sejarah atau Nubuat yang Tergenapi?
  • Hoax Besar! Benarkah Indonesia Dipaksa Gabung Israel oleh Trump? Ini Faktanya
  • Elam Akan Dipulihkan: Harapan Tuhan Bagi Bangsa-Bangsa
  • Elam, Iran, dan Cara Membaca Gejolak Dunia
  • Dunia Lelah Berperang, Tapi Tak Berhenti Bertikai
  • Penutupan Selat Hormuz: Skenenario Terburuk vs Skenario Realistis
  • The latest news updates from the United States as of January 31, 2025
  • The latest news updates from the United States as of January 29, 2025
  • Trump Asks OPEC to Lower Oil Prices. Will it be approved by OPEC?
  • Donald Trump Tells Saudi Arabia to drop oil prices to end Russia-Ukraine War
  • What did Trump seek to annex Greenland?

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan