Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 191 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Ekonomi Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026

Kesimpulan Pidato Presiden Prabowo Subianto Hari Ini: Dugaan Permainan Ekspor Mulai Disorot

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato ekonomi nasional tentang dugaan permainan ekspor dan penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato ekonomi nasional tentang dugaan permainan ekspor dan penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia

Opini oleh Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
Bagaimana jika selama ini kekayaan alam Indonesia sebenarnya dijual jauh lebih mahal di luar negeri, tetapi dilaporkan murah di dalam negeri? Jika itu benar terjadi, maka negara bisa kehilangan triliunan rupiah setiap tahun. Pidato Presiden Prabowo hari ini memberi sinyal bahwa dugaan permainan ekspor mulai masuk radar pemerintah.

Pidato Presiden Prabowo hari ini menegaskan arah besar ekonomi indonesia ke depan: negara harus lebih berdaulat atas sumber daya alam, memperkuat ekonomi nasional, dan menghentikan kebocoran kekayaan negara melalui praktik ekspor-impor yang merugikan Indonesia.

Presiden ingin Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah murah bagi dunia, tetapi menjadi negara yang mampu mengendalikan nilai tambah, harga, dan manfaat ekonomi untuk rakyat sendiri.

Penjabaran Isi Pidato

1. Negara Harus Menguasai Kekayaan Alamnya

Presiden menyoroti bahwa Indonesia adalah negara kaya:
  • nikel,
  • batu bara,
  • sawit,
  • gas,
  • hasil laut,
  • dan berbagai komoditas strategis lainnya.
Namun selama bertahun-tahun, Indonesia dinilai belum menikmati hasil maksimal karena:
  • ekspor bahan mentah,
  • lemahnya pengawasan,
  • dugaan permainan harga,
  • serta kebocoran devisa.
Pesan besarnya:
"Kekayaan Indonesia jangan sampai hanya membuat negara lain kaya.”

2. dugaan permainan ekspor Mulai Disorot


Pidato hari ini memberi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai serius menyelidiki praktik:
  • under invoicing,
  • manipulasi harga ekspor,
  • transfer pricing,
  • dan potensi permainan perdagangan internasional.
Artinya, pemerintah menduga ada kemungkinan:
  • barang Indonesia dijual lebih mahal di luar negeri,
  • tetapi dilaporkan murah di dalam dokumen ekspor.
Jika ini terjadi, negara bisa kehilangan:
  • pajak,
  • devisa,
  • royalti,
  • dan penerimaan negara lainnya.
Karena itu pemerintah ingin memperketat:
  • pengawasan eksportir,
  • tata niaga komoditas,
  • dan sistem ekspor nasional.
  • 3. Hilirisasi Tetap Jadi Senjata Utama
Presiden kembali menekankan pentingnya:
  • hilirisasi,
  • industrialisasi,
  • dan pembangunan industri dalam negeri.
Tujuannya agar Indonesia:
tidak hanya menjual bahan mentah,
tetapi menjual barang jadi bernilai tinggi.

Contohnya:
  • nikel → baterai kendaraan listrik,
  • sawit → produk turunan industri,
  • mineral → produk manufaktur.
Ini dianggap penting untuk:
  • membuka lapangan kerja,
  • memperkuat rupiah,
  • meningkatkan ekspor bernilai tinggi,
  • dan memperbesar kelas menengah Indonesia.

4. Indonesia Harus Lebih Mandiri

Pidato hari ini juga memperlihatkan arah:
  • nasionalisme ekonomi,
  • pengurangan ketergantungan impor,
  • serta penguatan produksi dalam negeri.
Presiden ingin Indonesia:
  • lebih tahan krisis global,
  • tidak mudah terguncang dolar,
  • dan memiliki fondasi ekonomi domestik yang kuat.
5. Disiplin Fiskal Tetap Dijaga

Walaupun ingin agresif membangun ekonomi, pemerintah tetap menekankan:
  • APBN harus sehat,
  • defisit dijaga,
  • inflasi dikendalikan,
  • dan pertumbuhan ekonomi ditingkatkan secara stabil.
Ini memberi sinyal kepada investor bahwa pemerintah tetap ingin menjaga stabilitas ekonomi nasional.


Inti Besar Pidato Hari Ini

Jika diringkas dalam satu kalimat:
"Indonesia harus berhenti menjadi penonton atas kekayaan alamnya sendiri dan mulai menjadi pengendali utama ekonomi nasional.”


Pidato ini juga bisa dibaca sebagai:
  • pesan kepada eksportir besar,
  • peringatan terhadap praktik ekonomi yang merugikan negara,
  • sekaligus ajakan membangun ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkeadilan.




Kesimpulan Pidato Presiden Prabowo Subianto Hari Ini: Dugaan Permainan Ekspor Mulai Disorot








NEXT:

BI Rate Naik Jadi 5,25%. Rupiah Menguat, Investor Mulai Melihat Indonesia Lebih Stabil


PREV:

Kurangi Ketergantungan Impor: Saatnya Menyelidiki Dugaan Permainan Impor

NEXT:

BI Rate Naik Jadi 5,25%. Rupiah Menguat, Investor Mulai Melihat Indonesia Lebih Stabil


PREV:

Kurangi Ketergantungan Impor: Saatnya Menyelidiki Dugaan Permainan Impor

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Ekonomi Indonesia :
  • Batam, Magnet Baru BRICS di Asia Tenggara dan Jalan Indonesia Menuju Raksasa Perdagangan Dunia
  • Di Balik Viral 32 Nama, Ada Pertanyaan Lebih Besar: Siapa Mengendalikan Proyek MBG?
  • Dolar Bakal Anjlok? Ini Tanda-Tanda yang Mulai Terlihat di Dunia
  • Indonesia–Filipina Pilih Barter: Mengurangi Ketergantungan pada Dolar
  • Rupiah Tembus Rp17.967 per Dolar AS: Peran Investor SRBI dalam Mendorong Kenaikan Nilai Tukar
  • Seluruh Transaksi Wajib Pakai Rupiah: Bukan Sekadar Aturan, tetapi Pertaruhan Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • Mengapa Dolar Singapura Sering Muncul dalam Kasus Dugaan Suap Impor di Tanjung Priok?
  • RI STOP IMPOR LPG: Mimpi Besar Kedaulatan Energi atau Taruhan Ekonomi Nasional?
  • Jual Beli Dapur MBG Berujung Bui? Ketika Program untuk Anak Bangsa Tersandera Konflik Kepentingan
  • Mulai Terjadi! CNG Gantikan LPG di Rembang
  • Rupiah Kuat, Indonesia Hebat: Mengapa Target Rp15.000 Layak Diperjuangkan
  • Percepatan 13 Proyek Hilirisasi: Langkah Indonesia Menuju Negara Industri Modern
  • Strategi Kilat Menaikkan Rupiah 15.000 Sebelum Akhir Tahun 2026
  • Prabowo Diam-Diam Siapkan 400 Calon Bos BUMN Masa Depan, Siapa Saja Orangnya?
  • Tata Kelola Ekspor Satu Pintu Mulai 1 Juni 2026, Pemerintah Tegaskan Tidak Ditunda
  • GARA GARA AMERIKA!
  • Prabowo Umumkan Skema Ekspor SDA Satu Pintu melalui BUMN, Ini Detailnya
  • Bagaimana Kalau Akhir Tahun 2026 Rupiah Menguat Menjadi Rp 10.500 per USD?
  • Danantara: Harapan Baru Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • BI Rate Naik Jadi 5,25%. Rupiah Menguat, Investor Mulai Melihat Indonesia Lebih Stabil
  • Kesimpulan Pidato Presiden Prabowo Subianto Hari Ini: Dugaan Permainan Ekspor Mulai Disorot
  • Kurangi Ketergantungan Impor: Saatnya Menyelidiki Dugaan Permainan Impor
  • Prabowo Perkuat Tata Kelola Ekspor Nasional Lewat BUMN
  • Jika Inflasi dan Deflasi Bertemu: Apa Sebenarnya yang Terjadi?
  • Kenaikan Dolar Tidak Mempengaruhi Desa di Indonesia
  • Jika Jembatan Selat Sunda Benar-Benar Dibangun, Dampaknya Bisa Sangat Besar bagi Indonesia
  • Rupiah Melemah, Ekspor Menguat? Memahami Realita Ekonomi Indonesia
  • Faktor Penyebab Rupiah Melemah di Saat Ekonomi Indonesia Melesat Naik
  • Rupiah Tidak Takut 1998---Ia Takut Kita Kehilangan Kepercayaan
  • Peta “Kebocoran Ekonomi” Paling Mahal di Indonesia
  • Harusnya Apa yang Perlu Dilakukan Bank Indonesia?
  • TIDAK ADA ALASAN UNTUK DEMO TURUN KE JALAN MEMPROTES PEMERINTAH
  • Surplus Perdagangan Tinggi, Mengapa Rasa Aman Belum Terbangun?
  • Bukan Soal Chaos—Tapi Soal Siapa yang Tumbang Lebih Dulu
  • Menyibak Visi dan Misi Sang Menkeu: Arah Kebijakan yang Menentukan Akhir Cerita Ekonomi Indonesia
  • Dunia Nyata - Ekonomi Internasional

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan