View : 178 kali.
Home >
Opinion
Kategori: Ekonomi Indonesia
Rabu, 27 Mei 2026

Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis industri dan nilai tambah sumber daya alam. Program ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun yang mencakup sektor energi, mineral, material konstruksi, dan agroindustri.
Tujuan utama hilirisasi adalah mengurangi ekspor bahan mentah, memperkuat industri nasional, meningkatkan lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi, dan menjadikan Indonesia pemain penting dalam rantai pasok industri global, termasuk kendaraan listrik, AI, dan semikonduktor.
Daftar 13 proyek hilirisasi Nasional Tahap II
1. Kilang Gasoline Dumai -- Riau
Pengembangan kapasitas kilang gasoline untuk mengurangi impor BBM nasional.
2. Kilang Gasoline Cilacap -- Jawa Tengah
Modernisasi kilang dan peningkatan produksi bahan bakar domestik.
3. Tangki Operasional BBM Palaran -- Kalimantan Timur
Penguatan distribusi dan cadangan energi nasional.
4. Tangki Operasional BBM Biak -- Papua
Mendukung ketahanan energi Indonesia Timur.
5. Tangki Operasional BBM Maumere -- Nusa Tenggara Timur
Menjaga stabilitas pasokan BBM wilayah kepulauan.
6. Fasilitas DME Tanjung Enim -- Sumatera Selatan
Produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti LPG impor berbasis gasifikasi batu bara.
7. Industri Baja Nirkarat Berbasis Nikel -- Morowali
Pengembangan stainless steel berbasis nikel untuk kendaraan listrik dan industri modern.
8. Produksi Slab Baja Karbon -- Cilegon
Pemanfaatan bijih besi lokal untuk memperkuat industri baja nasional.
9. Ekosistem Aspal Buton -- Karawang
Pengembangan industri aspal nasional berbasis sumber daya alam Pulau Buton.
10. Hilirisasi Tembaga dan Emas -- Gresik
Pengolahan mineral menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.
11. Oleofood dan Biodiesel Sawit -- Sei Mangkei
Pengembangan produk turunan sawit untuk pangan dan energi terbarukan.
12. Pengolahan Pala menjadi Oleoresin -- Maluku Tengah
Meningkatkan nilai tambah rempah-rempah Indonesia.
13. Industri Kelapa Terpadu -- Maluku Tengah
Produksi MCT, coconut flour, dan activated carbon berbasis kelapa.
Dampak Strategis Hilirisasi
Program hilirisasi dipandang sebagai langkah strategis untuk:
Referensi
Percepatan 13 Proyek Hilirisasi: Langkah Indonesia Menuju Negara Industri Modern
Rabu, 27 Mei 2026
Percepatan 13 Proyek Hilirisasi: Langkah Indonesia Menuju Negara Industri Modern

Ilustrasi proyek hilirisasi sumber daya alam Indonesia dengan smelter, industri nikel, kilang energi, kendaraan listrik, dan pembangunan industri modern nasional.
Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis industri dan nilai tambah sumber daya alam. Program ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun yang mencakup sektor energi, mineral, material konstruksi, dan agroindustri.
Tujuan utama hilirisasi adalah mengurangi ekspor bahan mentah, memperkuat industri nasional, meningkatkan lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi, dan menjadikan Indonesia pemain penting dalam rantai pasok industri global, termasuk kendaraan listrik, AI, dan semikonduktor.
Daftar 13 proyek hilirisasi Nasional Tahap II
Sektor Energi
Pengembangan kapasitas kilang gasoline untuk mengurangi impor BBM nasional.
2. Kilang Gasoline Cilacap -- Jawa Tengah
Modernisasi kilang dan peningkatan produksi bahan bakar domestik.
3. Tangki Operasional BBM Palaran -- Kalimantan Timur
Penguatan distribusi dan cadangan energi nasional.
4. Tangki Operasional BBM Biak -- Papua
Mendukung ketahanan energi Indonesia Timur.
5. Tangki Operasional BBM Maumere -- Nusa Tenggara Timur
Menjaga stabilitas pasokan BBM wilayah kepulauan.
6. Fasilitas DME Tanjung Enim -- Sumatera Selatan
Produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti LPG impor berbasis gasifikasi batu bara.
Sektor Mineral dan Material Industri
Pengembangan stainless steel berbasis nikel untuk kendaraan listrik dan industri modern.
8. Produksi Slab Baja Karbon -- Cilegon
Pemanfaatan bijih besi lokal untuk memperkuat industri baja nasional.
9. Ekosistem Aspal Buton -- Karawang
Pengembangan industri aspal nasional berbasis sumber daya alam Pulau Buton.
10. Hilirisasi Tembaga dan Emas -- Gresik
Pengolahan mineral menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.
Sektor Pertanian dan Agroindustri
Pengembangan produk turunan sawit untuk pangan dan energi terbarukan.
12. Pengolahan Pala menjadi Oleoresin -- Maluku Tengah
Meningkatkan nilai tambah rempah-rempah Indonesia.
13. Industri Kelapa Terpadu -- Maluku Tengah
Produksi MCT, coconut flour, dan activated carbon berbasis kelapa.
Program hilirisasi dipandang sebagai langkah strategis untuk:
- Mengurangi ketergantungan impor
- Meningkatkan nilai tambah sumber daya alam
- Membuka lapangan kerja baru
- Meningkatkan investasi industri
- Mendukung industri kendaraan listrik
- Memperkuat industri AI dan semikonduktor
- Menjadikan Indonesia negara industri modern
- URL: https://kilasbumn.kompas.com/pertamina/read/2026/04/30/12580071/prabowo-lakukan-groundbreaking-13-proyek-hilirisasi-nasional-tahap-ii
- URL: https://investindonesia.go.id/index.php/id/info/siaran-pers/kementerian-investasi-dan-hilirisasi-dukung-percepatan-13-proyek-hilirisasi-strategis-tahap-ii
- URL: https://www.balipost.com/news/2026/04/29/546828/Prabowo-Groundbreaking-13-Proyek-Hilirisasi...html
- URL: https://www.pasardana.id/news/2026/4/29/presiden-resmikan-13-proyek-hilirisasi-nasional-fase-ii-nilai-investasinya-capai-rp116-triliun
- URL: https://www.idntimes.com/business/economy/daftar-13-proyek-hilirisasi-yang-diresmikan-prabowo-senilai-rp116-t-00-bvq5c-3yrk4n
- URL: https://www.liputan6.com/news/read/6326014/presiden-prabowo-resmikan-13-proyek-hilirisasi-rp116-triliun-dorong-industri-nasional
- URL: https://www.jpnn.com/news/daftar-13-proyek-hilirisasi-nasional-fase-ii-dengan-nilai-rp-116-triliun
Percepatan 13 Proyek Hilirisasi: Langkah Indonesia Menuju Negara Industri Modern
NEXT:
BlueMoon, Tak Sebiru Cintaku
PREV:
