Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 103 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Ekonomi Indonesia
Selasa, 02 Juni 2026

Mulai Terjadi! CNG Gantikan LPG di Rembang

CNG mulai digunakan di dapur program MBG Rembang sebagai alternatif pengganti LPG dengan efisiensi biaya energi
CNG mulai digunakan di dapur program MBG Rembang sebagai alternatif pengganti LPG dengan efisiensi biaya energi

Penulis: Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom

Perubahan besar dalam sektor energi Indonesia mulai terlihat dari daerah. Di Rembang, Jawa Tengah, muncul langkah awal penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti lpg di dapur operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini sontak menarik perhatian publik karena selama ini LPG dianggap sebagai "energi utama” rumah tangga Indonesia. Kini, muncul pertanyaan besar: apakah ini awal dari pergeseran besar energi nasional?

CNG Mulai Dipakai di Rembang

Berdasarkan laporan di Rembang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dorokandang, Lasem mulai beralih dari LPG ke CNG untuk kebutuhan operasional dapur.

Alasan utama peralihan ini adalah:
  • biaya operasional lebih hemat
  • pasokan lebih stabil
  • efisiensi penggunaan energi
Bahkan dalam uji coba awal, penggunaan CNG disebut dapat menghemat biaya hingga 25—30% dibanding LPG.

Kenapa CNG Jadi Sorotan?

CNG bukan hal baru dalam dunia energi. Banyak negara sudah menggunakannya sebagai bahan bakar alternatif untuk transportasi dan industri.

Keunggulan CNG antara lain:
  • emisi lebih rendah dibanding bahan bakar fosil lain
  • potensi besar dari gas alam domestik Indonesia
  • biaya lebih efisien dalam skala tertentu
Namun, yang membuat kasus Rembang menarik adalah:
CNG mulai masuk ke sektor dapur operasional, bukan hanya industri atau transportasi.

Apakah Ini Berarti LPG Akan Digantikan?

Meski terlihat "besar”, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ini masih tahap awal.

Yang perlu dipahami:
  • penggunaan masih terbatas (pilot project)
  • belum masuk rumah tangga umum
  • infrastruktur masih bersifat lokal
Artinya, LPG belum benar-benar tergantikan. Namun, posisi LPG mulai mendapat "uji tekanan” dari alternatif baru.

Dampak Strategis bagi Indonesia

Jika tren ini berkembang, ada beberapa dampak besar yang mungkin terjadi:

1. Pengurangan impor LPG

Indonesia masih sangat bergantung pada LPG impor. CNG bisa menjadi solusi untuk mengurangi beban ini.

2. Efisiensi subsidi energi

Jika CNG lebih hemat, subsidi energi bisa ditekan dalam jangka panjang.

3. Perubahan peta energi nasional

Indonesia bisa bergerak ke sistem energi campuran:
  • LPG (sementara)
  • CNG (transisi)
  • listrik (masa depan)

Tantangan Besar Jika CNG Diperluas

Meski menjanjikan, implementasi CNG secara nasional tidak mudah.

Beberapa tantangan utama:
  • infrastruktur distribusi belum merata
  • kebutuhan tabung dan sistem tekanan tinggi
  • biaya transisi yang besar
  • adaptasi masyarakat terhadap teknologi baru

Kesimpulan

Kasus Rembang menunjukkan bahwa CNG bukan lagi sekadar wacana. Ia sudah mulai diuji dalam praktik nyata.

Namun, kesimpulan realistisnya adalah:

CNG belum menggantikan LPG secara nasional, tetapi sudah mulai masuk sebagai alternatif serius dalam tahap transisi energi indonesia.

Perubahan ini kemungkinan besar akan berlangsung bertahap, bukan revolusi instan.


Penutup

Peralihan energi selalu membutuhkan waktu, infrastruktur, dan kesiapan masyarakat. Kasus Rembang bisa menjadi "pintu awal” menuju transformasi energi Indonesia yang lebih efisien dan mandiri.

Namun satu hal jelas: era dominasi LPG mulai mendapat pesaing nyata.


REFERENSI 
Berita Jateng (Rembang - CNG mulai digunakan di SPPG)
https://beritajateng.id/rembang/sppg-di-rembang-mulai-beralih-dari-lpg-ke-cng-dinilai-lebih-hemat/

Pemprov Jawa Tengah - CNG lebih hemat di dapur SPPG
https://jatengprov.go.id/beritadaerah/lebih-hemat-dapur-sppg-di-rembang-mulai-manfaatkan-cng/

RRI Semarang - CNG di dapur MBG Rembang
https://rri.co.id/semarang/berita-video/44282/sppg-di-rembang-mulai-gunakan-compressed-natural-gas-lebih-hemat-dari-lpg

Harian Muria - efisiensi hingga 30%
https://harianmuria.com/rembang/dapur-mbg-di-rembang-mulai-pakai-cng-hemat-biaya-bahan-bakar-hingga-30-persen/

Radar Kudus (Jawa Pos) - RME pasok CNG ke MBG
https://radarkudus.jawapos.com/amp/rembang/2606010059/comeback-pt-rme-pasok-cng-ke-dapur-mbg-incar-setor-dividen-pad-rembang-2027


Mulai Terjadi! CNG Gantikan LPG di Rembang








NEXT:

Jual Beli Dapur MBG Berujung Bui? Ketika Program untuk Anak Bangsa Tersandera Konflik Kepentingan


PREV:

Saranjana Bukan Kota Quantum: Membantah Narasi Para Penghayal

NEXT:

Jual Beli Dapur MBG Berujung Bui? Ketika Program untuk Anak Bangsa Tersandera Konflik Kepentingan


PREV:

Saranjana Bukan Kota Quantum: Membantah Narasi Para Penghayal

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Ekonomi Indonesia :
  • Batam, Magnet Baru BRICS di Asia Tenggara dan Jalan Indonesia Menuju Raksasa Perdagangan Dunia
  • Di Balik Viral 32 Nama, Ada Pertanyaan Lebih Besar: Siapa Mengendalikan Proyek MBG?
  • Dolar Bakal Anjlok? Ini Tanda-Tanda yang Mulai Terlihat di Dunia
  • Indonesia–Filipina Pilih Barter: Mengurangi Ketergantungan pada Dolar
  • Rupiah Tembus Rp17.967 per Dolar AS: Peran Investor SRBI dalam Mendorong Kenaikan Nilai Tukar
  • Seluruh Transaksi Wajib Pakai Rupiah: Bukan Sekadar Aturan, tetapi Pertaruhan Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • Mengapa Dolar Singapura Sering Muncul dalam Kasus Dugaan Suap Impor di Tanjung Priok?
  • RI STOP IMPOR LPG: Mimpi Besar Kedaulatan Energi atau Taruhan Ekonomi Nasional?
  • Jual Beli Dapur MBG Berujung Bui? Ketika Program untuk Anak Bangsa Tersandera Konflik Kepentingan
  • Mulai Terjadi! CNG Gantikan LPG di Rembang
  • Rupiah Kuat, Indonesia Hebat: Mengapa Target Rp15.000 Layak Diperjuangkan
  • Percepatan 13 Proyek Hilirisasi: Langkah Indonesia Menuju Negara Industri Modern
  • Strategi Kilat Menaikkan Rupiah 15.000 Sebelum Akhir Tahun 2026
  • Prabowo Diam-Diam Siapkan 400 Calon Bos BUMN Masa Depan, Siapa Saja Orangnya?
  • Tata Kelola Ekspor Satu Pintu Mulai 1 Juni 2026, Pemerintah Tegaskan Tidak Ditunda
  • GARA GARA AMERIKA!
  • Prabowo Umumkan Skema Ekspor SDA Satu Pintu melalui BUMN, Ini Detailnya
  • Bagaimana Kalau Akhir Tahun 2026 Rupiah Menguat Menjadi Rp 10.500 per USD?
  • Danantara: Harapan Baru Kedaulatan Ekonomi Indonesia
  • BI Rate Naik Jadi 5,25%. Rupiah Menguat, Investor Mulai Melihat Indonesia Lebih Stabil
  • Kesimpulan Pidato Presiden Prabowo Subianto Hari Ini: Dugaan Permainan Ekspor Mulai Disorot
  • Kurangi Ketergantungan Impor: Saatnya Menyelidiki Dugaan Permainan Impor
  • Prabowo Perkuat Tata Kelola Ekspor Nasional Lewat BUMN
  • Jika Inflasi dan Deflasi Bertemu: Apa Sebenarnya yang Terjadi?
  • Kenaikan Dolar Tidak Mempengaruhi Desa di Indonesia
  • Jika Jembatan Selat Sunda Benar-Benar Dibangun, Dampaknya Bisa Sangat Besar bagi Indonesia
  • Rupiah Melemah, Ekspor Menguat? Memahami Realita Ekonomi Indonesia
  • Faktor Penyebab Rupiah Melemah di Saat Ekonomi Indonesia Melesat Naik
  • Rupiah Tidak Takut 1998---Ia Takut Kita Kehilangan Kepercayaan
  • Peta “Kebocoran Ekonomi” Paling Mahal di Indonesia
  • Harusnya Apa yang Perlu Dilakukan Bank Indonesia?
  • TIDAK ADA ALASAN UNTUK DEMO TURUN KE JALAN MEMPROTES PEMERINTAH
  • Surplus Perdagangan Tinggi, Mengapa Rasa Aman Belum Terbangun?
  • Bukan Soal Chaos—Tapi Soal Siapa yang Tumbang Lebih Dulu
  • Menyibak Visi dan Misi Sang Menkeu: Arah Kebijakan yang Menentukan Akhir Cerita Ekonomi Indonesia
  • Dunia Nyata - Ekonomi Internasional

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan