Murdan Sianturi, S.Kom, M.Kom
☰
  • Home
  • Opini
  • Kuliah ▼
  • Publikasi ▼
  • SINTA
  • Scholar
  • About Me
  • Labuhan Batu
  • Login

View : 117 kali.

Bagikan:
Home > Opinion   Kategori: Cerpen
Rabu, 12 Maret 2025

Ketika Dunia Butuh Liburan

Di suatu pagi yang cerah, di Alun-Alun Gadobangkong, Sukabumi, Pak Jono, seorang seniman jalanan, baru saja menyelesaikan mahakaryanya: Patung Penyu yang tampak gagah dan megah. Namun, ada satu masalah: anggaran terbatas, jadi dia menggunakan kardus, cat tembok, dan sedikit doa agar patungnya awet. Sayangnya, malam harinya hujan deras mengguyur, dan besok paginya patung itu berubah menjadi bubur. Warga pun heboh!

"Ini seni abstrak!" bela Pak Jono dengan penuh percaya diri saat warga menatap patungnya yang ambruk.

Di tengah kehebohan itu, datanglah seorang pria berbadan besar, mengenakan jaket kulit hitam. Ia menghampiri pedagang kopi pinggir jalan dan berkata, "Saya mau kopi gratis!" Si pedagang bingung, lalu mencium bau aneh dari pria itu.

"Pak, maaf, tapi... bapak mabuk ya?" tanya pedagang.

Pria itu tiba-tiba memasang ekspresi serius dan berkata, "Saya polisi! Harusnya saya yang tanya begitu!" Sayangnya, momen dramatis itu tertangkap kamera warga, dan dalam hitungan menit, videonya sudah viral dengan judul: Polisi Haus dan Nyari Sponsor Minuman Gratis!

Tak jauh dari situ, Ibu Walikota Bekasi sedang duduk di lobi hotel berbintang, menyeruput teh sambil melihat berita. Ia merasa lega karena bisa mengungsi dari banjir yang melanda kotanya.

"Bu, ada yang viral lagi, bu," kata asistennya sambil menunjukkan berita bahwa dirinya dikritik karena memilih mengungsi ke hotel, bukan membantu warga.

"Astaga! Apa mereka pikir aku bisa tidur di atas perahu karet?!" ujar Ibu Walikota kesal. Namun, demi meredakan amarah netizen, ia pun turun ke lokasi banjir, memberikan bantuan, dan mencoba tidur di tenda pengungsian—walau akhirnya tetap balik ke hotel diam-diam.

Sementara itu, di jalan tol dekat Tangerang, seorang pengemudi Mitsubishi Pajero yang diduga mantan tentara, baru saja mengalami tabrakan ringan dengan sebuah mobil angkot. Alih-alih berdamai, ia malah turun dari mobil, membuka jaketnya, dan mengeluarkan pistol mainan!

"Siapa yang berani lawan saya?" katanya dengan gaya sok gagah.

Namun, belum sempat ia beraksi, datang seorang pria yang mobilnya mogok di tengah jalan. Dengan emosi, pria itu melihat seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas dan... PLAK! Dipukulnya polisi itu karena mengira polisinya tak membantu!

"Saya stres, Pak! Mobil saya mogok, istri saya ngamuk, dan sekarang saya lihat orang pamer pistol!" teriaknya. Polisi yang kena tampar hanya bisa menghela napas.

Di saat yang sama, di perempatan jalan, sebuah Porsche melaju kencang dan... BRAK! menabrak sebuah Honda HR-V yang sedang berhenti di lampu merah. Pemilik HR-V turun dengan wajah panik, sementara pemilik Porsche malah santai, memotret mobilnya dengan caption Instagram: Uji coba rem gagal!

Namun, ada sisi positif dari semua kejadian ini.

  1. Pak Jono kini terkenal sebagai seniman avant-garde dan diundang ke acara seni nasional.

  2. Si pedagang kopi viral dan dagangannya laris manis.

  3. Ibu Walikota belajar pentingnya empati dan akhirnya benar-benar turun tangan membantu warga.

  4. Si pria mogok sadar bahwa marah-marah nggak menyelesaikan masalah, dan mulai belajar meditasi.

  5. Si pengemudi Porsche akhirnya sadar bahwa pajak mobilnya lebih mahal dari biaya perbaikan Honda HR-V.

Dan dunia pun terus berputar, dengan kehebohan-kehebohan lainnya yang siap viral kapan saja!



Ketika Dunia Butuh Liburan








NEXT:

Koruptor di Ujung Tiang


PREV:

Hukuman Langit untuk Kaum Fitnah

NEXT:

Koruptor di Ujung Tiang


PREV:

Hukuman Langit untuk Kaum Fitnah

Murdan Sianturi, S.Kom., M.Kom., adalah dosen dan penulis opini yang mengajar Bisnis Digital dan Akuntansi di STIE Mulia Pratama Bekasi. Ia aktif menulis tentang teknologi, perubahan sosial, geopolitik, dan refleksi iman di tengah dinamika dunia modern.
About me selengkapnya...




Cerpen :
  • ENGLISH ONLY! Ketika Kuliah Bahasa Inggris Membuat Mahasiswa Lupa Bahasa Indonesia
  • Harta yang Tak Lagi Bisa Bersembunyi (Cerpen Fiksi)
  • DEMO YANG TIDAK PERNAH DIMULAI (Cerpen Satire)
  • Kursi Nomor Tujuh (Sebuah Cerpen)
  • BlueMoon, Tak Sebiru Cintaku
  • Menteri Pengadaan Publik Bernama Diella (Hanya Sebuah Cerpen)
  • AH dan Uang Desa yang Tersesat
  • Mahasiswa UUUI Gugat Semesta
  • Bram dan Tantangan PUE
  • Terbelenggu Rindu
  • Koruptor di Ujung Tiang
  • Ketika Dunia Butuh Liburan
  • Hukuman Langit untuk Kaum Fitnah

Pencarian E-DDC 23
Electronic Dewey Decimal Classification untuk Perpustakaan